Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius

Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 26 Juni 2026, itu bikin warga sekitar waswas. Pasalnya, anjing tersebut disebut menyerang anak-anak yang sedang bermain tanpa ada pemicu ataupun gangguan sebelumnya. Salah satu korban adalah cucu Doris Alwi yang masih berusia enam tahun. Bocah itu menjadi korban pertama dalam insiden yang kini ramai diperbincangkan warga setempat.

Nugroho P.
Last updated: Juni 29, 2026 12:21 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi anjing.
SHARE

BACAAJA, BALI – Suasana tenang di Lingkungan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Bali, mendadak berubah mencekam setelah tiga anak menjadi korban gigitan anjing yang diduga terjangkit rabies.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 26 Juni 2026, itu bikin warga sekitar waswas. Pasalnya, anjing tersebut disebut menyerang anak-anak yang sedang bermain tanpa ada pemicu ataupun gangguan sebelumnya.

Salah satu korban adalah cucu Doris Alwi yang masih berusia enam tahun. Bocah itu menjadi korban pertama dalam insiden yang kini ramai diperbincangkan warga setempat.

Menurut Doris, cucunya sedang asyik bermain bersama teman-temannya di dekat rumah ketika anjing tersebut tiba-tiba datang dan langsung menggigit.

Gigitan itu mengenai bagian betis hingga menyebabkan luka cukup serius. Korban pun harus mendapatkan enam jahitan akibat luka robek yang dialaminya.

“Cucu saya digigit di samping rumah saat bermain dengan teman-temannya. Anjing itu langsung menggigit,” ujar Doris, Senin, 29 Juni 2026.

Tak ingin mengambil risiko, keluarga segera membawa korban ke Rumah Sakit Kertha Usada untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus suntikan vaksin anti-rabies.

Namun, insiden tersebut rupanya belum berakhir. Dalam waktu singkat, anjing yang sama kembali muncul dan menyerang dua anak lainnya di lokasi berbeda yang masih berada di sekitar kawasan itu.

Aksi anjing tersebut bahkan sempat terekam kamera CCTV milik warga. Rekaman itu memperlihatkan hewan tersebut bergerak cepat dan mendatangi anak-anak yang sedang berada di luar rumah.

Sekitar pukul 20.15 Wita, anjing itu berlari ke arah timur dan kembali menggigit seorang anak lain. Selang beberapa waktu, satu korban tambahan kembali berjatuhan.

Kurang dari tiga puluh menit, total tiga anak tercatat menjadi korban serangan tersebut. Seluruh korban kini telah mendapatkan vaksin anti-rabies sebagai langkah pencegahan.

Kejadian itu langsung memicu respons cepat dari warga dan aparat Kelurahan Banyuasri. Mereka bergerak mencari keberadaan anjing tersebut agar tidak menimbulkan korban tambahan.

Pencarian berlangsung hingga ke wilayah sekitar. Warga khawatir hewan itu masih berkeliaran dan bisa menyerang orang lain, terutama anak-anak yang sering bermain di luar rumah.

Anjing tersebut akhirnya ditemukan di wilayah Kelurahan Banjar Tegal pada Sabtu, 27 Juni 2026. Setelah ditemukan, hewan itu kemudian dieliminasi untuk alasan keselamatan masyarakat.

Meski demikian, status rabies pada anjing itu hingga kini belum bisa dipastikan secara resmi melalui pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan perilaku anjing tersebut memang menunjukkan indikasi yang mengarah pada rabies.

Berdasarkan rekaman CCTV, hewan itu terlihat langsung menyerang tanpa adanya provokasi dari anak-anak yang berada di lokasi.

“Anak-anak juga tidak mengganggu anjing itu, tetapi datang langsung menggigit. Secara perilaku memang ada indikasi seperti anjing rabies,” kata Melandrat.

Menurutnya, pemeriksaan rabies pada hewan harus dilakukan melalui sampel jaringan otak yang diambil maksimal dua jam setelah hewan tersebut dieliminasi.

Dalam kasus ini, laporan baru diterima petugas setelah batas waktu itu terlewati. Akibatnya, proses pengujian laboratorium tidak lagi bisa dilakukan sesuai prosedur.

Kondisi tersebut membuat status rabies pada anjing itu tidak dapat dipastikan, meskipun indikasi perilakunya mengarah ke sana.

Pemerintah Kabupaten Buleleng tetap memilih mengambil langkah antisipasi demi mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Wilayah sekitar lokasi kejadian kini masuk dalam daftar prioritas vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan maupun anjing liar yang masih berada di lingkungan tersebut.

Langkah ini dilakukan karena ada kemungkinan anjing tersebut sempat berinteraksi atau menggigit hewan lain sebelum akhirnya ditemukan warga.

“Kami akan menjadikan wilayah itu sebagai skala prioritas vaksinasi, karena kita tidak tahu apakah anjing tersebut sempat kontak atau menggigit anjing lain,” ujar Melandrat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap perilaku hewan yang berubah mendadak, terutama jika menunjukkan sifat agresif tanpa alasan yang jelas.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mengingatkan pentingnya vaksinasi rabies pada hewan peliharaan sebagai salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya tersebut. (*)

You Might Also Like

Pembobol Bank BNI Semarang Dihukum 4 Tahun

Pencuri Asal Banjarnegara Dibekuk Usai Bobol SD Bumitirto Tengah Malam

Dari Ejekan Jadi Petaka, Duel Siswa SMP Berujung Duka

Rendang Terbang ke Makkah, Auto Jadi Obat Rindu Jamaah Haji

Gaspol Recovery! Gubernur Jateng Cek Langsung Kondisi Pekalongan Pasca Kebakaran

TAGGED:anjingbaliRabies
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jejak Kasus YTR Mulai Dirangkai, Polisi Cocokkan Cerita dengan TKP
Next Article Nasib Ribuan PPPK Gunungkidul Masih Menggantung, Harapan Belum Ikut Padam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EKSEPSI DITOLAK--Hakim menolak eksepsi Sudewo, Bupati Pati nonaktif di sidang putusan sela kasus korupsi, Senin (29/6/2026). (bae)

Hakim Patahkan Perlawanan Sudewo Pati, Sidang Korupsi Rp6,3 M Tetap Jalan

MULAI MENGERING - Warga mencari ikan di aliran Sungai Jabungan, Kota Semarang, yang mulai mengering, Minggu (28/6/2026). (dul)

Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah

Langit Jateng Lagi Santai, Awan Tipis Temani Aktivitas Warga Hari Ini

Gara-Gara Speed Trap, Kisruh Anggota DPRD di Medan Berujung Laporan Polisi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Februari 24, 2026
Info

Soal Kebakaran dan Kekeringan, PDAM: Air Gratis

Januari 6, 2026
Pendidikan

Masuk Ruang UTBK Kini Serasa Pemeriksaan Bandara Ketat Banget

Mei 8, 2026
4 kandida driver bus profesional dari JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora disambut langsung jajaran Direksi Osaka Bus Jepang.
Ekonomi

4 Kandidat Driver Bus Profesional JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora Disambut Langsung Sacho Osaka Bus Jepang

Agustus 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?