Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

Masa pidana bukan berarti berhenti belajar. Di Lapas Kelas IIB Purwodadi, secangkir kopi justru menjadi awal harapan baru.

T. Budianto
Last updated: Juni 26, 2026 1:03 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PELATIHAN BARISTA: Sejumlah Warga Binaan Lapas Kelas IIB Purwodadi menyimak penjelasan dari salah satu instruktur pelatihan barista, Kamis (25/6/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, GROBOGAN- Aroma kopi memenuhi ruang pembinaan di Lapas Kelas IIB Purwodadi, Kamis (25/6/2026). Bukan untuk sekadar menikmati seduhan, tetapi sebagai bagian dari pelatihan barista yang diikuti warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Lapas Purwodadi dengan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Grobogan sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Sebanyak sepuluh warga binaan mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh instruktur dari SPNF SKB Grobogan. Mereka belajar mulai dari mengenal karakter kopi hingga praktik meracik minuman layaknya seorang barista.

Baca juga: Lapas Purwodadi Bantu Bedah Rumah Warga

Peserta diperkenalkan dengan dua jenis kopi yang paling populer, yakni Arabica dan Robusta. Instruktur juga menjelaskan pentingnya takaran yang presisi dalam menyeduh kopi, salah satunya menggunakan rasio satu bagian kopi dengan sepuluh bagian air agar menghasilkan cita rasa yang seimbang.

Tak hanya itu, peserta juga belajar bahwa suhu air memegang peran penting dalam menghasilkan seduhan yang nikmat. Suhu ideal berada di kisaran 85 hingga 90 derajat celsius agar aroma dan rasa kopi bisa keluar secara maksimal.

Langsung Praktik

Usai menerima materi, para warga binaan langsung mempraktikkan teknik yang telah dipelajari. Mulai dari menakar bubuk kopi, menyeduh, hingga mencicipi hasil racikan mereka sendiri. Suasana pelatihan pun berlangsung antusias, dengan para peserta saling berdiskusi dan menilai cita rasa setiap seduhan.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lingkungan lapas.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan dapat memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Keahlian barista saat ini memiliki peluang yang cukup besar di dunia kerja maupun usaha mandiri,” ujarnya.

Baca juga: Kangkung sampai Telur Lapas Purwodadi Diserbu Warga

Menurut Erik, kerja sama dengan SPNF SKB Kabupaten Grobogan akan terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai program pembinaan yang produktif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Harapannya, ketika masa pidana selesai, warga binaan tidak hanya membawa pengalaman hidup, tetapi juga keterampilan yang dapat membuka peluang usaha maupun pekerjaan baru.

Tak semua perubahan lahir dari ruang kelas atau kantor. Kadang, secangkir kopi yang diracik dari balik jeruji justru menjadi awal bagi seseorang menyeduh masa depan yang lebih baik. (tebe)

You Might Also Like

Pemadaman Bergilir Bikin Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara

Haji 2026 Hampir Matang, Pemerintah Janji Layanan Makin Ngena

Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar

Habis Lebaran Layanan Samsat Jateng Tetap Lancar: Cepat, Ramah, Nggak Ribet

Parkir Valet Bukan Berarti Aman 100 Persen, LP2K: Konsumen Tetap Harus Waspada

TAGGED:erik mardiyantoKementerian Imipaslapas purwodadi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi peta Indonesia. Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara
Next Article Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wayang Jadi Jurus Dakwah Sunan Kalijaga

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Resmi Dilantik, Bupati Amalia Desiana Siap Bawa RAPI Banjarnegara Makin Solid dan Tanggap Bencana

Oktober 13, 2025
Ekonomi

Siap-Siap, Kemenhub Bilang 24 Desember Bakal Jadi Hari Paling Ramai Se-Indonesia

Desember 6, 2025
Hukum

Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru

Maret 5, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar vs Joko Tingkir, Siapa Menang?

Januari 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?