Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

Langkah itu diambil agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat ketika pasokan air mulai menipis di wilayah-wilayah yang rentan terdampak kemarau panjang.

Nugroho P.
Last updated: Juni 25, 2026 10:18 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau tahun ini belum mencapai puncaknya, tetapi sejumlah daerah di Jawa Tengah sudah mulai bersiap menghadapi ancaman krisis air bersih. Hingga akhir Juni 2026, delapan kabupaten dan kota resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Langkah itu diambil agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat ketika pasokan air mulai menipis di wilayah-wilayah yang rentan terdampak kemarau panjang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan air bersih dalam jumlah besar untuk menghadapi situasi tersebut.

Total sebanyak 123 juta liter air bersih telah disiapkan oleh pemerintah kabupaten dan kota sebagai stok darurat yang siap disalurkan kepada warga jika kebutuhan meningkat.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan kesiapan itu menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Daerah yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan meliputi Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, serta Kota Tegal dan Kota Salatiga.

Menurut Bergas, status siaga darurat memungkinkan pemerintah daerah bergerak lebih cepat dalam menyalurkan bantuan, terutama kebutuhan paling mendesak berupa air bersih.

Selain delapan daerah tersebut, BPBD Jawa Tengah juga memetakan sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan sepanjang musim kemarau tahun ini.

Tercatat ada 18 kabupaten dan kota yang masuk kategori rawan terdampak. Wilayah tersebut tersebar mulai dari kawasan pantura hingga daerah pegunungan dan selatan Jawa Tengah.

Beberapa daerah yang masuk dalam daftar potensi kekeringan antara lain Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Brebes, dan Tegal.

Kemudian ada Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, hingga Banjarnegara.

Meski musim kemarau baru berjalan, distribusi bantuan air bersih ternyata sudah mulai dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Hingga 24 Juni 2026, BPBD Jawa Tengah mencatat sebanyak 654 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut menjangkau tujuh kecamatan yang tersebar di 11 desa pada enam kabupaten dan kota.

Secara keseluruhan, sekitar 4.808 kepala keluarga atau setara 16.258 jiwa telah menerima bantuan air bersih dari pemerintah.

Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan volume distribusi terbesar. Wilayah ini menerima sekitar 553 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Purbalingga mendapatkan bantuan sekitar 30 ribu liter. Banjarnegara menerima 26 ribu liter, sedangkan Jepara dan Cilacap masing-masing memperoleh 20 ribu liter.

Purworejo juga telah menerima bantuan air bersih meski jumlahnya lebih kecil, yakni sekitar 5 ribu liter.

Dari sisi jumlah desa terdampak, Klaten dan Purbalingga sama-sama mencatat tiga desa yang mengalami kekeringan.

Banjarnegara memiliki dua desa terdampak, sedangkan Jepara, Purworejo, dan Cilacap masing-masing melaporkan satu desa mengalami kesulitan air bersih.

BPBD memastikan distribusi air tetap berjalan meski ada potensi kenaikan biaya operasional akibat perubahan harga bahan bakar minyak.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meminta seluruh daerah mengoptimalkan anggaran yang tersedia pada Juni hingga Juli agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Tidak hanya mengandalkan distribusi air menggunakan truk tangki, pemerintah juga memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur dalam dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Program tersebut dikerjakan untuk membantu masyarakat memiliki akses air yang lebih stabil saat musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Di sisi lain, warga juga diminta mulai mengubah pola penggunaan air agar lebih hemat dan efisien.

Langkah sederhana seperti menampung air saat tersedia dan mengurangi penggunaan yang tidak perlu dinilai bisa membantu menghadapi kondisi kemarau.

BPBD juga meminta masyarakat segera melapor kepada pemerintah desa atau pihak terkait apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Dengan ancaman kekeringan yang diperkirakan menjangkau lebih banyak wilayah, kesiapan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci agar dampak musim kemarau tahun ini bisa ditekan semaksimal mungkin. (*)

You Might Also Like

Anggota Pagar Nusa Dihajar Brutal Geng Balap Liar hingga Meninggal di Semarang

Laskar Cinta Jokowi Desak Prabowo Lengser: “Jika Tak Mampu Lebih Baik Mundur!”

Gubernur: Jangan Biasakan yang Biasa, ASN Harus Berani Berinovasi

Keliling SPBU Naik Vespa, Taj Yasin Pastikan Stok BBM Aman

Erick Thohir: Ketua PSSI Kota/Kab Ditunjuk Asprov PSSI

TAGGED:kekeringankemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saat Siswa Diajak Pawai, Suara Perlindungan Anak Menguat Lagi
Next Article Bidan Janjikan Kursi BUMN, Uang Puluhan Juta Malah Melayang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

PDIP Balik Serang Isu BEM UBK Terima Uang

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Tiga Calon Manajer KDMP Meninggal saat Latihan Dasar Militer, DPR: Evaluasi Total!

Bidan Janjikan Kursi BUMN, Uang Puluhan Juta Malah Melayang

Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

23 Prajurit Marinir AL Tertimbun Longsor Cisarua, KSAL: 4 Personel Ditemukan Gugur

Januari 26, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Selasa (26/8/2025). DPR sepakat menambah anggaran untuk kesejahteraan guru dalam anggaran di Kemendikdasmen. Foto: dok.
Pendidikan

DPR Dukung Tambahan Tunjangan Guru Non-ASN, Dorong Pemerataan Revitalisasi Sekolah

Agustus 26, 2025
Info

Jateng Resmi Masuk Peta Proyek Energi dari Sampah

Mei 12, 2026
Daerah

Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

Oktober 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?