BACAAJA, DEMAK – Penampilan sebuah grup drumband di acara Gebyar Muharram di Mranggen, Kabupaten Demak, mendadak ramai dibahas setelah videonya beredar luas di media sosial. Sorotan muncul karena salah satu penampil terlihat berjoget mengenakan rok mini saat tampil di lingkungan madrasah.
Video tersebut memancing beragam komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan kesesuaian penampilan itu dengan nuansa acara yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam.
Menanggapi ramainya pembahasan, Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir, memberikan penjelasan. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi saat Gebyar Muharram ke-16 yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) di halaman kompleks MTs-MA NU Mranggen.
“Itu acara menyambut tahun baru Hijriah. Itu kan acara yang ke-16,” ujar Kodir.
Menurutnya, penampilan yang menjadi viral bukan berasal dari siswa madrasah. Grup tersebut merupakan drumband umum dari masyarakat yang ikut tampil dalam rangkaian kegiatan.
Kodir menjelaskan, setiap tahun panitia memang membuka kesempatan bagi grup drumband pelajar maupun umum. Namun tahun ini jumlah peserta dari kalangan pelajar jauh berkurang karena banyak grup yang sudah tidak aktif.
Akibatnya, kuota yang sebelumnya disiapkan untuk pelajar dialihkan kepada grup drumband umum agar jumlah peserta tetap memenuhi target penyelenggaraan.
Secara keseluruhan ada 26 grup drumband yang tampil. Dari jumlah tersebut, hanya tiga grup yang berasal dari kalangan pelajar, sedangkan sisanya merupakan peserta umum.
“Yang viral itu bukan drumband pelajar, baik dari MTs NU maupun sekolah lain, tetapi memang dari drumband umum,” jelas Kodir.
Ia menegaskan panitia sebenarnya sudah mengingatkan seluruh peserta sejak awal. Dalam technical meeting maupun pembukaan acara, setiap grup diminta menjaga etika berpakaian dan penampilan selama berada di arena kegiatan.
Meski begitu, panitia mengaku tidak menduga ada peserta yang tampil dengan busana yang kemudian memicu polemik di media sosial. Karena kejadian itu berlangsung saat acara berjalan, situasinya tidak sempat diantisipasi lebih jauh.
Kodir juga mengingatkan bahwa Gebyar Muharram tidak hanya berisi parade drumband. Rangkaian kegiatan turut diisi mujahadah, wisuda, hingga pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, termasuk hadiah sepeda motor bagi penghafal 30 juz Al-Qur’an. Atas kegaduhan yang muncul, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan acara berikutnya lebih tertata serta tetap menjaga etika yang sesuai dengan lingkungan pendidikan. (*)

