Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan

Di Kabupaten Banyumas, kekeringan mulai dirasakan di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Nugroho P.
Last updated: Juni 21, 2026 11:37 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi krisisi air, BPBD melakukan penyaluran air bersih.
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Musim kemarau baru berjalan, tetapi dampaknya sudah mulai terasa di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga menjadi dua daerah yang lebih dulu menghadapi krisis air bersih.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sebelum musim kemarau memasuki puncaknya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemantauan terus dilakukan sejak awal musim kemarau yang mulai berlangsung pada pertengahan Juni.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi diperkuat agar distribusi air bersih bisa berjalan lancar dan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan.

Di Kabupaten Banyumas, kekeringan mulai dirasakan di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Sebanyak 523 kepala keluarga di Kelurahan Sokanegara dan 44 kepala keluarga di Desa Taman Sari dilaporkan mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah telah menempatkan penampungan air berkapasitas 4.000 liter di tiga titik yang dinilai paling membutuhkan.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan rencana penambahan tandon air di sejumlah lingkungan permukiman agar distribusi air bisa menjangkau lebih banyak warga.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Sementara itu, Kabupaten Purbalingga juga mulai merasakan dampak serupa, terutama di kawasan perbukitan Kecamatan Karangreja.

Dua desa yang terdampak adalah Desa Kutabawa dan Desa Serang. Lokasi tersebut dikenal memiliki sumber air yang terbatas sehingga lebih rentan mengalami kekeringan saat curah hujan menurun.

Data sementara menunjukkan sebanyak 102 kepala keluarga atau sekitar 398 jiwa mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD Purbalingga telah mengirimkan dua armada truk tangki yang membawa sekitar 10.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.

Distribusi diprioritaskan untuk warga di Dusun Gunung Malang yang menjadi salah satu titik dengan kondisi paling membutuhkan pasokan air.

Air bersih tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti memasak, minum, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.

BNPB menilai kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi lebih serius, terutama di wilayah yang selama ini rawan kekeringan.

Karena itu, seluruh BPBD di daerah diminta terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

BNPB memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung dan dampaknya tidak semakin meluas.(*)

You Might Also Like

BBM Naik, Pakar Ingatkan Melambungnya Harga Barang

Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang

Hujan Deras Picu Longsor di Karonsih Selatan

Tiga Nyawa Melayang, KA Taksaka Hantam Motor Terobos Palang Kereta di Kebumen

Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM

TAGGED:air bersihbpbdkemaraukemarau panjang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tiga Nyawa Melayang, KA Taksaka Hantam Motor Terobos Palang Kereta di Kebumen
Next Article Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Misteri dan Kejanggalan Warung Pecel Lele, Banyak Rahasia Belum Terungkap

Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh

Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan

Tiga Nyawa Melayang, KA Taksaka Hantam Motor Terobos Palang Kereta di Kebumen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ALIH FUNGSI LAHAN - Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)
Fokus

Setop Jual Hulu Ngaliyan ke Pengembang, Amerta: Akar Masalah Banjir

Mei 22, 2026
Fokus

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Mei 30, 2026
DIALEK SEMARANGAN - Dialek Semarangan bukan sekadar logat bahasa, tapi merupakan identitas.
Fokus

Dialek Semarangan Bertahan di Tengah Gempuran Bahasa Jaksel dan Slang TikTok

Mei 14, 2026
Fokus

Bukan Satpam, Warga Sendiri yang Jaga Wisata Waduk Jatibarang

Juni 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?