Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan

Di Kabupaten Banyumas, kekeringan mulai dirasakan di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Nugroho P.
Last updated: Juni 22, 2026 11:15 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi krisisi air, BPBD melakukan penyaluran air bersih.
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Musim kemarau baru berjalan, tetapi dampaknya sudah mulai terasa di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga menjadi dua daerah yang lebih dulu menghadapi krisis air bersih.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sebelum musim kemarau memasuki puncaknya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemantauan terus dilakukan sejak awal musim kemarau yang mulai berlangsung pada pertengahan Juni.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi diperkuat agar distribusi air bersih bisa berjalan lancar dan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan.

Di Kabupaten Banyumas, kekeringan mulai dirasakan di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Sebanyak 523 kepala keluarga di Kelurahan Sokanegara dan 44 kepala keluarga di Desa Taman Sari dilaporkan mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah telah menempatkan penampungan air berkapasitas 4.000 liter di tiga titik yang dinilai paling membutuhkan.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan rencana penambahan tandon air di sejumlah lingkungan permukiman agar distribusi air bisa menjangkau lebih banyak warga.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Sementara itu, Kabupaten Purbalingga juga mulai merasakan dampak serupa, terutama di kawasan perbukitan Kecamatan Karangreja.

Dua desa yang terdampak adalah Desa Kutabawa dan Desa Serang. Lokasi tersebut dikenal memiliki sumber air yang terbatas sehingga lebih rentan mengalami kekeringan saat curah hujan menurun.

Data sementara menunjukkan sebanyak 102 kepala keluarga atau sekitar 398 jiwa mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD Purbalingga telah mengirimkan dua armada truk tangki yang membawa sekitar 10.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.

Distribusi diprioritaskan untuk warga di Dusun Gunung Malang yang menjadi salah satu titik dengan kondisi paling membutuhkan pasokan air.

Air bersih tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti memasak, minum, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.

BNPB menilai kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi lebih serius, terutama di wilayah yang selama ini rawan kekeringan.

Karena itu, seluruh BPBD di daerah diminta terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

BNPB memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung dan dampaknya tidak semakin meluas.(*)

You Might Also Like

Tambah Waspada, Keripik Pisang Disemprot Narkoba Kejari Bogor Berhasil Musnahkan

UMK Rp5 Jutaan Cuma di Jabodetabek, Jateng Masih Jaga Jarak

Ngopi Cantik Bareng Dekranasda, Wali Kota Semarang Janji Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

Resto  Nasi  Padang Banjarnegara Kebakaran, Bikin Kaget dan Panik

“Selamat Jalan, Om Bambang”: Dari Kudus, Kenangan dan Jejak Besar yang Nggak Ikut Pergi

TAGGED:air bersihbpbdkemaraukemarau panjang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tiga Nyawa Melayang, KA Taksaka Hantam Motor Terobos Palang Kereta di Kebumen
Next Article Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Seni Menjaga Diri di Tengah Zaman Edan

Jateng Gandeng Delapan Daerah Jaga Sungai dari Hulu ke Hilir

AI Boleh Pintar, Agustina: “Manusia Tetap yang Pegang Kendali”

Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Juni 13, 2026
Hukum

ASN Jateng Asal Kasih Izin Tambang, Negara Boncos

Oktober 16, 2025
Hukum

Akhirnya Kena Juga, Sopir Bus Laka Krapyak Resmi Tersangka

Desember 23, 2025
Ilustrasi bandar udara (bandara).
Hukum

Bandara ‘Ilegal’ Diresmikan Jokowi, Pengamat: Negara dalam Negara

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?