Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Yasin: Saatnya Dakwah Bukan Cuma di Mimbar, tapi Juga di Pasar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gus Yasin: Saatnya Dakwah Bukan Cuma di Mimbar, tapi Juga di Pasar

Ceramah bisa menguatkan iman, tapi ekonomi yang sehat bisa menguatkan kehidupan. Pesan itu disampaikan Wagub Jateng saat mengajak Syarikat Islam kembali menghidupkan semangat awal organisasi: membangun umat lewat kekuatan ekonomi rakyat.

T. Budianto
Last updated: Juni 20, 2026 3:53 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SYARIKAT ISLAM: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus Syarikat Islam (SI) Jateng di Unissula Semarang, Kamis (26/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengajak Syarikat Islam (SI) memperkuat perannya dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, organisasi yang lahir lebih dari seabad lalu itu memiliki sejarah panjang sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat, bukan hanya dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Ajakan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri pelantikan pengurus Syarikat Islam Jateng di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (26/6/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, pengurus baru SI diharapkan mampu menerjemahkan semangat perjuangan para pendiri organisasi ke dalam program-program nyata yang mendukung UMKM, pelaku usaha kecil, dan ekonomi berbasis masyarakat.

“Perjuangan ekonomi ini sangat luar biasa, terutama ekonomi kerakyatan, UMKM, dan usaha menengah. Karena ekonomi kerakyatan inilah yang menopang berdirinya Negara Republik Indonesia dengan kuat,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, sejarah mencatat perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dimenangkan melalui perlawanan fisik. Di balik para pejuang, ada kekuatan ekonomi rakyat yang menjaga pasokan logistik dan menopang perjuangan bangsa.

Baca juga: Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Ia menyinggung peran Syarikat Dagang Islam yang menjadi embrio lahirnya Syarikat Islam sebagai bukti bahwa ekonomi rakyat sejak dahulu menjadi salah satu fondasi penting perjalanan bangsa.

Semangat tersebut, kata dia, masih sangat relevan di tengah tantangan ekonomi saat ini. Karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti SI memiliki posisi strategis dalam memperkuat usaha kecil, memberdayakan ekonomi umat, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Gus Yasin juga menegaskan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun Jawa Tengah. Kolaborasi dengan organisasi yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat menjadi kebutuhan agar pembangunan bisa dirasakan lebih luas.

“Kami tidak mungkin membangun Jateng sendirian. Kami membutuhkan organisasi yang dekat dengan masyarakat. Syarikat Islam sudah mengakar sampai daerah-daerah,” katanya.

Fokus Utama

Sementara itu, Presiden Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva mengatakan, kebangkitan ekonomi rakyat kini menjadi fokus utama gerakan organisasi tersebut melalui konsep “dakwah ekonomi”.

Menurut Hamdan, tantangan umat saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembinaan keagamaan, tetapi juga pemerataan kesejahteraan. Karena itu, dakwah harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, SI ingin hadir membantu masyarakat melalui penguatan UMKM, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, sertifikasi halal, hingga membangun ekonomi berbasis komunitas.

“Kami sering berbicara soal persoalan umat, tetapi akar masalahnya sering kali adalah ekonomi. Karena itu Syarikat Islam kembali kepada semangat awalnya, yaitu membangun kekuatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Hamdan mengingatkan, semangat tersebut sebenarnya telah diwariskan sejak Syarikat Islam berdiri di Laweyan, Surakarta, pada 1905. Organisasi itu lahir dari gerakan para pedagang pribumi yang ingin memperkuat posisi ekonomi masyarakat di tengah dominasi kolonial.

Baca juga: Muhammadiyah Rayain Milad ke-113, Puan: Terus Berkhidmat Layani Umat

Lebih dari satu abad kemudian, menurutnya, tantangan memang berubah, tetapi misinya tetap sama: melahirkan lebih banyak pelaku usaha, memperkuat UMKM, dan mendorong kesejahteraan masyarakat dari akar rumput.

“Kalau dulu Syarikat Islam menjadi motor kebangkitan ekonomi rakyat sebelum kemerdekaan, kini tantangannya adalah bagaimana kembali menjadi penggerak ekonomi umat di era modern,” kata Hamdan.

Kalau dulu Syarikat Islam lahir dari denyut pasar dan semangat para pedagang, mungkin sudah saatnya organisasi keagamaan tak hanya ramai saat pengajian, tetapi juga hadir saat rakyat sedang berjuang menjaga warungnya tetap menyala.  (tebe)

You Might Also Like

Jangan sampai Terlewat! Jadwal One Way hingga Ganjil Genap Arus Balik Lebaran 2026

Banyak BPJS Kesehatan “Nggak Aktif”, Pemprov Gaspol Pembenahan

Luthfi Ajak DPRD Jadi ‘Super Team’ Bangun Daerah

Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi

WFH, Hemat Energi atau Cuma Pindah Tagihan? Ini Kata Akademisi

TAGGED:headlinepemprov jatengsyarikat islam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Next Article JADI SOROTAN - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil Plintat-plintut soal Pasokan Batu Bara ke PLN, Sempat Bilang Aman Kini Akui Kurang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MASA DEPAN PEMILU - Seminar Nasional Kelompok Studi Hukum Islam (KSHI) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip), membahasa masa depan hukum Pemilu di Indonesia.

Politik Uang hingga Putusan Ijazah Gibran Jadi Sorotan, KSHI FH Undip Bahas Masa Depan Hukum Pemilu

LIMPAHKAN TERSANGKA: Dua tersangka kasus penyelundupan 1,59 juta batang rokok ilegal, BF dan ASE (kaus oranye) diserahkan penyidik ke penuntut umum Kejari Kota Semarang. (ist)

Penyelundup 1,59 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Truk Tangki Air Segera Diadili

Ilustrasi Akal Imitasi (AI) bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja.

Rekor di Asia Tenggara! Orang Indonesia Doyan Bikin Gambar Pakai Gemini AI, Sehari 9 Juta Gambar

Pemkab Ajak Warga Ngawi Melek Tata Ruang

20 Ribu Lebih Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

ASN Jateng Masuk Era “Hemat Gerak”

April 7, 2026
Ilustrasi personel TNI yang menjalankan tugas menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB.
Info

2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel

Maret 31, 2026
Info

Agustina Pastikan Dana Rp25 Juta per RT Benar-Benar Dipakai Warga

Agustus 2, 2026
Romo Mudji Sutrisno.
Info

Romo Mudji ‘Pulang ke Keabadian’ Diantar Kereta, Dimakamkan di Girisonta

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Yasin: Saatnya Dakwah Bukan Cuma di Mimbar, tapi Juga di Pasar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?