BACAAJA, SEMARANG – Euforia Piala Dunia mulai terasa di berbagai penjuru Jawa Tengah. Nggak cuma di kafe atau warung kopi, kegiatan nonton bareng (nobar) kini bermunculan di balai desa, kantor kecamatan, hingga halaman kantor pemerintahan.
Antusiasme warga buat ngikutin pesta sepak bola terbesar di dunia itu bahkan terlihat dari jumlah titik nobar yang terus bertambah setiap hari.
Berdasarkan pantauan di laman Bolagembira TVRI hingga Kamis (18/6/2026) pagi, tercatat sudah ada 509 titik nobar yang terdaftar di Jawa Tengah. Angka itu diperkirakan masih bakal terus naik karena pendaftaran penyelenggara nobar masih dibuka.
Bacaaja: Hore, Fix Gratis! 104 Laga Piala Dunia 2026 Tayang Full di TVRI
Bacaaja: TVRI Ingatkan Nobar Jangan Nekat Pakai Logo FIFA dan Sponsor
Kepala TVRI Stasiun Jawa Tengah, Sanny Damanik, ngungkapin kalau minat masyarakat buat menggelar nobar tahun ini memang luar biasa.
“Antusiasnya cukup pesat. Setiap hari yang mendaftar terus bertambah,” kata Sanny saat ditemui di kantornya, Rabu (17/6/2026).
Menurut Sanny, yang mendaftar nggak cuma komunitas sepak bola atau kelompok warga. Sejumlah pemerintah kabupaten dan kota juga ikut mengajukan penyelenggaraan nobar di wilayah masing-masing.
Karena proses pendaftaran dilakukan secara online, pengajuan dari berbagai daerah bisa masuk kapan saja.
Tingginya jumlah pendaftar bahkan membuat TVRI harus menambah personel khusus untuk menangani proses verifikasi lisensi nobar.
Operator disiapkan bergantian hingga dini hari supaya pengajuan yang masuk bisa segera diproses.
“Kami menyiapkan beberapa operator, mereka begadang pakai sif malam sampai dini hari untuk membantu memfasilitasi nobar,” ujarnya.
Meski sebagian daerah sudah mulai menggelar nobar sejak fase awal turnamen, nggak sedikit juga yang memilih menunggu pertandingan-pertandingan panas di babak gugur.
Mulai dari 16 besar, perempat final, semifinal, sampai partai final diprediksi bakal jadi magnet utama yang menyedot massa lebih banyak.
TVRI sendiri memastikan bakal terus memfasilitasi kegiatan nobar selama rangkaian Piala Dunia berlangsung, mulai laga pembuka hingga pertandingan puncak.
Di tengah tingginya animo masyarakat, TVRI juga mengingatkan agar kegiatan nobar nggak cuma jadi ajang kumpul dan dukung tim favorit.
Penyelenggara diharapkan bisa melibatkan pelaku UMKM lokal supaya dampak ekonominya juga dirasakan warga sekitar.
Dengan ratusan titik nobar yang sudah tersebar di berbagai daerah, demam Piala Dunia tahun ini tampaknya benar-benar berhasil menyatukan warga. Dari anak-anak, remaja, sampai orang tua, semuanya punya satu tujuan yang sama: begadang bareng dan merayakan sepak bola bersama-sama. (bae)

