Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PMKRI Semarang Kecewa, Kekuasaan telah Menjinakkan Budiman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

PMKRI Semarang Kecewa, Kekuasaan telah Menjinakkan Budiman

"Apakah Bung Budiman masuk ke dalam kekuasaan untuk menjinakkan kekuasaan dari dalam, atau justru kekuasaan yang telah berhasil menjinakkan Bung Budiman?" 

R. Izra
Last updated: Juni 13, 2026 10:36 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SERAHKAN KAJIAN - Ketua PMKRI Semarang menyerahkan hasil kajian kepada Budiman Sudjatmiko. (ist)
SERAHKAN KAJIAN - Ketua PMKRI Semarang menyerahkan hasil kajian kepada Budiman Sudjatmiko. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Diskusi Indonesia Emas yang digelar di Kota Semarang memanas. Forum yang awalnya berjalan santai berubah menjadi ajang adu argumen ketika seorang mahasiswa melontarkan kritik keras kepada Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko.

Acara bertajuk “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” yang digelar Forum Kafka di Embun Senja Coffee, Jumat (12/6/2026), dihadiri mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.

Ketua PMKRI Cabang Semarang, Ramanda Bima Prayuda, bilang sempat menjadi pengagum Budiman, sebelum tokoh Reformasi 1998 itu kini menjadi bagian dari rezim.

Bacaaja: Reformasi Belum Selesai! Aksi Mahasiswa Semarang Sorot Nasib Demokrasi dan UU Polri
Bacaaja: Fakta Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Bus Diadang Aparat TNI-Polri hingga soal CCTV

“Apakah Bung Budiman masuk ke dalam kekuasaan untuk menjinakkan kekuasaan dari dalam, atau justru kekuasaan yang telah berhasil menjinakkan Bung Budiman?” tanyanya.

Menurut Ramanda, gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada pertanyaan retoris. Forum Kafka hari itu menjadi saksi, mereka datang bukan hanya dengan pertanyaan, tetapi dengan suluh Bonum Commune (kesejahteraan bersama).

“PMKRI Cabang Semarang turut membawa kajian kritis bertajuk “Menyalakan Suluh Bonum Commune: Kajian Kritis Lima Aspirasi Rakyat (LIBAS) terhadap Pemerintah Prabowo-Gibran” sebagai sikap resmi organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, seorang mahasiswa yang mengaku pernah ditangkap saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang berdiri dan menyampaikan kritik tajam terhadap pandangan Budiman mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Mahasiswa tersebut mengaku sempat menjalani hukuman selama tiga bulan akibat keterlibatannya dalam aksi demonstrasi.

“Saya ditangkap pas May Day di Semarang. Saya dipenjara tiga bulan lamanya. Dalam sejarah aktivisme mahasiswa Indonesia, ribuan mahasiswa ditangkap. Saya kira Bapak hanya diam mendengar hal-hal tersebut,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, ia menilai Budiman yang dahulu dikenal sebagai aktivis reformasi kini tidak lagi cukup kritis terhadap pemerintah.

“Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini,” katanya.

Setelah menyampaikan pandangannya, mahasiswa itu memutuskan meninggalkan ruangan.

Budiman sempat meminta agar yang bersangkutan tetap bertahan untuk melanjutkan diskusi. Namun permintaan tersebut ditolak.

“Enggak perlu mengatur saya sebagai rakyat Indonesia, Pak,” balas mahasiswa itu.

Menanggapi hal itu, Budiman menegaskan bahwa pengalaman ditahan atau menjadi korban represi tidak otomatis membuat seseorang berhak mengabaikan etika dalam forum diskusi.

“Percaya, tiga bulan ditahan tidak memberikan Anda hak untuk tidak menghormati forum. Anda tidak lebih hebat dari mereka yang hadir di sini,” kata Budiman.

Mantan aktivis 1998 itu kemudian memberikan tanggapan panjang terkait kritik yang dilontarkan kepadanya.

Menurut Budiman, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang penting dalam demokrasi. Ia bahkan membandingkan pengalaman mahasiswa tersebut dengan perjalanan hidupnya yang pernah menerima vonis pengadilan dipenjara selama 13 tahun pada masa Orde Baru.

“Saya pernah (dijatuhi vonis) dipenjara 13 tahun. Saya tidak merasa lebih hebat dari teman-teman. Saya tidak merasa pengalaman itu membuat saya paling benar,” ujarnya.

Dari 13 tahun vonis penjara, Budiman hanya menjalani masa hukuman 3,5 tahun penjara, setelah ia menerima amnesti dari Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Budiman menilai pengalaman menjadi korban tidak boleh berubah menjadi alasan untuk merasa paling benar dibanding orang lain.

“Inilah yang disebut victim mentality. Apa kontribusinya bagi membangun peradaban? Apa kontribusinya bagi membangun kecerdasan kolektif kita?” katanya.

Selain menghadirkan Budiman Sudjatmiko, forum tersebut juga menghadirkan akademisi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Hasyim Asy’ari, sebagai narasumber. (*)

You Might Also Like

Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai

Agustina: Usulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi

Bullying Masih Jadi Persoalan Serius, Gus Yasin: PR Kita Bersama, Bukan Cuma Beban Sekolah

Perusuh Berperawakan Kecil Ditangkapi Polisi, Demo Panas Jilid Dua di Semarang

Jembatan Gantung Pangandaran yang Ambruk saat Diresmikan Dibangun TNI AD, Dandim Minta Maaf

TAGGED:budiman sudjatmikoindonesia cemaspmkri semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AKSI MASSA - Massa aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' membawa berbagai poster dan menggelar orasi di Bundaran HI, menyuarakan aspirasi kepada rezim pemerintah, Jumat (12/6/2026). Fakta Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Bus Diadang Aparat TNI-Polri hingga soal CCTV
Next Article WISUDA RAMAH LINGKUNGAN - Civitas akademika SCU Semarang menjelaskan konsep wisuda berbasis AI, yang lebih ramah lingkungan dan simpel. (eka) SCU Semarang Gelar Wisuda Berbasis AI, 262 Wisudawan Cukup Sentuh Podium Digital

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gol Sabda Bikin PSIS Raih Tiga Poin di Laga Perdana

847 Kafilah Sudah Tiba di Semarang, MTQ Nasional Tinggal Gas!

Biar Nggak Main Hakim Sendiri, Warga Diajak “Melek” Hukum

MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

3.796 Paralegal Jateng Disiapkan Jadi “Penolong Pertama”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Kenapa Syawal Jadi Bulan Favorit Menikah?

Maret 23, 2026
Info

Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Huntara Disiapkan

Mei 19, 2026
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist)
Info

Sudaryono Jadi Kepala BGN? Nanik S Deyang Bocorkan Sosok Penggantinya: “Insyaallah Adik Saya”

Juli 22, 2026
Saksi-saksi sidang korupsi BUMD Cilacap diambil sumpah.
Hukum

Barisan Tentara di Kursi Sidang Korupsi BUMD Cilacap

Oktober 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PMKRI Semarang Kecewa, Kekuasaan telah Menjinakkan Budiman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?