Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Motor Listrik BGN Tak Disita Semua, Kejagung Pilih Cari Jejaknya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Motor Listrik BGN Tak Disita Semua, Kejagung Pilih Cari Jejaknya

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan penyidik tidak membutuhkan seluruh unit motor listrik sebagai barang bukti.

Nugroho P.
Last updated: Juni 12, 2026 8:52 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kondisi motor BGN.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus bergulir. Namun di tengah penyidikan yang berjalan, Kejaksaan Agung memastikan ribuan motor listrik yang menjadi bagian dari proyek tersebut tidak akan disita seluruhnya.

Keputusan itu cukup menarik perhatian karena kendaraan tersebut merupakan salah satu objek yang sedang diperiksa dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG di Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan penyidik tidak membutuhkan seluruh unit motor listrik sebagai barang bukti.

Menurutnya, dalam perkara pengadaan seperti ini, yang lebih dibutuhkan adalah dokumen, data, serta jejak proses pengadaan yang dapat menjelaskan bagaimana proyek tersebut dijalankan.

Karena itu, penyitaan tidak akan dilakukan terhadap seluruh kendaraan yang dibeli melalui proyek tersebut.

Penyidik hanya akan mengambil barang-barang yang memang diperlukan untuk membuktikan dugaan pelanggaran hukum dalam proses pengadaan.

Syarief menjelaskan fokus utama Kejagung saat ini bukan pada motornya, melainkan pada alur pengadaan, penyusunan harga, dokumen kontrak, hingga proses pembayaran yang dilakukan.

Dengan pendekatan itu, program pemerintah yang masih membutuhkan kendaraan operasional tidak harus terhenti hanya karena adanya proses hukum.

Kejagung menilai motor listrik tersebut tetap memiliki fungsi penting untuk menunjang pelayanan program MBG di berbagai daerah.

Karena alasan itulah penyidik memilih langkah yang lebih proporsional dibanding menyita seluruh unit kendaraan yang sudah diadakan.

Di sisi lain, fakta yang terungkap justru menunjukkan sebagian besar motor listrik tersebut ternyata belum sampai ke lokasi tujuan.

Sampai saat ini, ribuan unit kendaraan masih tersimpan di sejumlah gudang dan belum digunakan secara maksimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang ikut diperhatikan penyidik dalam mendalami proyek pengadaan motor listrik bernilai besar itu.

Menurut Syarief, hanya sebagian kecil kendaraan yang sudah didistribusikan ke lokasi penerima manfaat.

Beberapa unit diketahui telah berada di dapur-dapur MBG dan titik layanan yang menjadi bagian dari program pemerintah tersebut.

Namun jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibanding kendaraan yang masih tertahan di tempat penyimpanan.

Temuan itu membuat proses distribusi kini menjadi salah satu perhatian yang dibahas bersama Badan Gizi Nasional.

Kejagung mengaku tidak ingin proses hukum justru menghambat pemanfaatan aset yang sudah dibeli menggunakan anggaran negara.

Karena itu, koordinasi dengan BGN akan dilakukan agar kendaraan yang masih menumpuk di gudang bisa segera disalurkan.

Langkah tersebut dianggap penting supaya motor listrik dapat digunakan sesuai tujuan awal pengadaannya.

Apalagi kendaraan itu dirancang sebagai sarana pendukung operasional distribusi dan pelayanan dalam program MBG.

Di tengah proses penyidikan, Kejagung juga berupaya menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Pendekatan itu dinilai bisa menjadi jalan tengah antara penegakan hukum dan kebutuhan pelayanan publik.

Sementara itu, kasus dugaan korupsi MBG sendiri terus berkembang dengan munculnya sejumlah tersangka baru.

Penyidik saat ini masih menelusuri berbagai aspek pengadaan, mulai dari proses perencanaan hingga dugaan mark up harga.

Motor listrik menjadi salah satu fokus pemeriksaan karena nilainya mencapai angka yang sangat besar dalam keseluruhan proyek.

Selain itu, penyidik juga mendalami apakah spesifikasi kendaraan yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan program.

Dokumen pengadaan, berita acara, serta aliran pembayaran masih menjadi bahan pemeriksaan yang terus dianalisis.

Kejagung menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada penyitaan barang, melainkan mengungkap seluruh proses yang diduga menyimpang.

Sambil menunggu proses hukum berjalan, ribuan motor listrik yang masih tersimpan di gudang kini berpeluang segera bergerak menuju lokasi penerima manfaat setelah koordinasi antara Kejagung dan BGN dilakukan. (*)

You Might Also Like

Polisi Penyiksa Istri Terancam Dipecat! Aiptu Nurudin Jalani Sidang Etik

Mudik Aman dan Gratis, Motor Diangkut Pakai Kereta

Bupati Pati Sudewo Respons Tuntutan Mundur: Semuanya Ada Mekanismenya

Eks Pemain PSIS Jadi Rebutan

Pemkot Semarang Lagi Serius Soal Gotong Royong

TAGGED:kejaksaan agungMotor BGN
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Oalah Ternyata Begini Cara Bos Vendor Mark Up Harga
Next Article Dua Jasad Ditemukan di Rumah Sepi di Banyumas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERESMIAN MONUMEN KUDATULI - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama putra sulungnya Muhammad Prananda Prabowo, saat meresmikan monumen Kudatuli, Senin (27/7/2026).

Pesan Megawati saat Resmikan Monumen Kudatuli: Jangan Sampai Terulang Lagi!

ANTAN PUNGGAWA TIMNAS - Kendal Tornado FC mendatangkan wing back M Fatchu Rochman. Mantan punggwa timnas U-19 itu berambisi membawa Kendal Tornado berlaga di Liga 1 pada musim depan.

Kentod FC Datangkan Eks-Timnas Indonesia U-19, Bidik Target Besar Naik Liga 1

BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.

Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

207 Buruh Teken Pesangon 0,5 Kali, Said Iqbal Minta Dugaan Intimidasi Diusut

Ilustrasi konten rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake AI.

Petir Ungkap 7 Mahasiswi Jadi Korban Konten Cabul, Terduga Pelaku Teman SMA

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nelangsa Buruh Perempuan di Semarang, Hidup dalam Ketidakpastian Sejak Dirumahkan

Oktober 2, 2025
Hukum

Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel

Juni 17, 2026
Info

Gus Yasin: Saatnya Dakwah Bukan Cuma di Mimbar, tapi Juga di Pasar

Juni 20, 2026
Petugas Satlantas Polres Semarang mengevakuasi bangkai mobil Taruna yang terlibat kecelakaan di Tol Bawen, Minggu (15/3/2026).
Info

Kecelakaan Arus Mudik di Tol Bawen: Taruna Menuju Solo Ringsek Ditabrak Kijang

Maret 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Motor Listrik BGN Tak Disita Semua, Kejagung Pilih Cari Jejaknya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?