Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!

Industri hasil tembakau memiliki kontribusi besar bagi negara. Cukai hasil tembakau mencapai sekitar Rp230 triliun per tahun.

R. Izra
Last updated: Juni 11, 2026 8:37 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
MENGEMAS - Pekerja sedang mengemas tembakau di sebuah gudang di Temanggung, sebelum disetor ke industri rokok.
MENGEMAS - Pekerja sedang mengemas tembakau di sebuah gudang di Temanggung, sebelum disetor ke industri rokok.
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG – Gelombang penolakan terhadap aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan terus menguat. Petani tembakau di Jawa Tengah secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan, jangan abai. Sebab, kebijakan tersebut berdampak luas terhadap nasib jutaan orang yang menggantungkan hidup dari sektor pertembakauan.

Ketua DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Wisnu Brata, menilai sejumlah poin yang tengah dibahas pemerintah berpotensi mengancam keberlangsungan ekonomi petani tembakau.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pembatasan kadar tar maksimal 10 mg dan nikotin 1 mg pada produk hasil tembakau. Selain itu, pemerintah juga sedang membahas aturan kemasan rokok polos tanpa merek atau plain packaging melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK).

Bacaaja: Polemik Revisi PP Kesehatan, Agus Gondrong Harap Keresahan Petani Tembakau Didengar
Bacaaja: Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

Menurut Wisnu, kebijakan tersebut terlalu fokus pada aspek kesehatan tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi yang akan dirasakan petani.

“Kami heran mengapa yang dibahas hanya sisi kesehatannya saja. Padahal ada jutaan orang yang hidup dari sektor pertembakauan. Jangan sampai kesejahteraan petani justru dikorbankan,” kata Wisnu, Rabu (10/6/2026).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebab, mayoritas tembakau yang diproduksi petani di berbagai sentra tembakau Jawa Tengah memiliki kandungan nikotin dan tar alami yang berada di atas batas yang diwacanakan.

Jika aturan tersebut diterapkan, para petani khawatir hasil panen mereka tidak lagi terserap oleh industri rokok karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Padahal bagi banyak petani, tembakau masih menjadi komoditas utama yang bisa diandalkan saat musim kemarau tiba. Ketika tanaman lain kesulitan tumbuh akibat minim pasokan air, tembakau justru menjadi sumber penghasilan yang paling menjanjikan.

Wisnu mengingatkan bahwa industri hasil tembakau memiliki kontribusi besar bagi negara. Berdasarkan data yang ia sampaikan, penerimaan cukai hasil tembakau mencapai sekitar Rp230 triliun per tahun.

Tak hanya itu, data International Labour Organization (ILO) juga mencatat lebih dari 4 juta orang di Indonesia bergantung pada sektor pertembakauan, mulai dari petani, buruh tani, pekerja industri, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.

“Berubah ke tembakau rendah nikotin tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan riset panjang dan biaya besar. Karena itu kami berharap Presiden Prabowo yang memahami dunia pertanian bisa mendengar suara petani,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua DPC APTI Kabupaten Temanggung, Siyamin, menyebut dampak aturan tersebut bisa sangat besar bagi daerah sentra tembakau seperti Temanggung.

Menurutnya, hampir separuh masyarakat Temanggung memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan sektor pertembakauan. Dengan luas lahan tembakau mencapai sekitar 12.000 hingga 14.000 hektare, perputaran uang saat musim panen bisa mencapai Rp3 triliun.

“Tembakau bukan hanya soal petani. Banyak sektor ekonomi lain yang ikut bergerak. Kalau aturan ini dipaksakan, tentu kami akan menyatakan sikap,” tegasnya.

Sementara itu, petani tembakau asal lereng Gunung Sumbing, Yamuhadi, berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi riil yang dihadapi petani di lapangan sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, saat musim kemarau tiba, tembakau menjadi satu-satunya tanaman yang masih bisa memberikan harapan ekonomi bagi petani karena lebih tahan terhadap keterbatasan air.

“Kalau memasuki Juli sampai Oktober, air sangat sulit. Dalam kondisi seperti itu, tembakau yang paling memungkinkan untuk ditanam dan menghasilkan. Karena itu kami berharap pemerintah menggunakan hati nurani dalam membuat kebijakan,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

Undip Bukan Kaleng-kaleng, Kampus Nomor 4 Terbaik Nasional Versi EduRank 2026

Eks-Pangdam Bangun 84 Kamar Kos di Semarang, Diduga TPPU Duit Korupsi BUMD Cilacap 

Ini Alasan Bambang Pacul Lengser dari Ketua PDIP Jateng

Setelah Drama Panjang, PWI Akhirnya “Unblock” di Kemenkumham

TAGGED:aptiheadlinejatengpetani tembakautemanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bulan Juni Lima Operasi Ini BPJS Tak Cover, Banyak Peserta Baru Sadar
Next Article BANTAH TERIMA--Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat membantah menerima uang di kasus TPPU BUMD Cilacap. Ia mengatakan itu di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/6/2026). (bae) Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga

Sport Tourism: Semarang Harus Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Pertandingan

Porwakos 2026 Dibuka, Agustina: Menang Itu Bonus, Persaudaraan yang Juara

PASAR TERBAKAR--Pedagang dan warga melihat lapak yang terdampak kebakaran Pasar Modern BSB, Minggu (26/7/2027). (ist)

Pasar Modern BSB City Semarang Terbakar, 50 Kios Terdampak

Kaesang Maju DPR Masuk Dapil Solo, Ganjar Santai Saja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ALIRAN UANG--Terdakwa kasus TPPU, Andhi Nur Huda membongkar aliran uang hasil korupsi jual beli lahan BUMD Cilacap, Rabu (1/7/2026). (bae)
Hukum

Terdakwa Korupsi Ngaku Transfer Rp21 Miliar ke Pangdam Widi untuk Pilpres 2024

Juli 2, 2026
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.
Politik

Dolfie Bisa Bikin PDIP Jateng Comeback? Begini Kata Pengamat Politik Adi Prayitno

Desember 28, 2025
BEROBAT GRATIS--Warga mengikuti program pengobatan gratis yang digelar di Panti Marhaen DPD PDIP Jateng, Rabu (10/6/2026). (bae)
Info

Berobat Gratis di Dapur Marhaen, Warga: Kami Harap Program Terus Jalan

Juni 10, 2026
Info

Si Jago Merah Ngamuk di Metro Sport Center, Kerugian Ditaksir Rp5 M

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?