BACAAJA, BANTUL – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hadir langsung membuka pameran seni rupa bertajuk Mata Hati Soekarno di Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).
Dalam acara itu, Megawati tampil bareng Permaisuri Karaton Yogyakarta, GKR Hemas. Momen pembukaan pameran pun langsung jadi perhatian karena dipenuhi tokoh politik, budayawan, sampai seniman lintas generasi.
Beberapa nama yang terlihat hadir antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Mahfud MD, Ganjar Pranowo, Rano Karno, hingga Butet Kartaredjasa.
Bacaaja: Megawati Menangis Nonton Pesta Babi, Papua Mendadak Jadi Sorotan Lagi
Bacaaja: Sultan Jogja Sentil Pelaksanaan MBG: Ngak Masuk Akal Toh!
Pameran dibuka secara simbolis lewat pembukaan pintu ruang pamer oleh Megawati. Selain didampingi GKR Hemas, Megawati juga terlihat akrab bersama budayawan Butet Kartaredjasa yang jadi penanggung jawab acara tersebut.
FYI, pameran Mata Hati Soekarno digelar buat memperingati 125 tahun kelahiran Presiden pertama RI, Ir Soekarno.
Nggak cuma soal lukisan, pameran ini juga jadi ruang buat mengenang pemikiran, perjuangan, dan sisi artistik Bung Karno yang selama ini dikenal dekat dengan dunia seni dan budaya.
Butet bilang, pameran ini lahir dari kesadaran para seniman untuk menghormati sosok Bung Karno yang dianggap punya pengaruh besar terhadap perjalanan bangsa.
“Kalau kata Bung Karno jangan cuma mewarisi abunya, kami ingin mewarisi apinya,” ujar Butet.
Menurutnya, api Bung Karno itu adalah semangat ideologi, kebangsaan, dan keberanian berpikir yang sampai sekarang masih relevan buat generasi muda.
Pameran ini menghadirkan karya dari 47 perupa lintas generasi.
Ada lukisan, karya grafis, sampai gambar yang mencoba menggambarkan perjalanan hidup dan pemikiran Bung Karno dari berbagai sudut pandang.
Kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, mengatakan para seniman ditantang buat menerjemahkan sosok Bung Karno dengan cara mereka masing-masing.
“Bung Karno itu seperti air, tanah, angin, dan api. Sosok yang terus menghidupi harapan dari masa ke masa,” katanya.
Karena itu, pameran ini nggak cuma jadi tempat menikmati karya seni, tapi juga ruang diskusi soal relevansi pemikiran Bung Karno di masa sekarang.
Menurut Suwarno, dunia internasional bahkan mengenal Indonesia dan Bung Karno salah satunya lewat karya-karya dan pemikiran yang diwariskan sang proklamator.
Peringatan 125 tahun Bung Karno di Jogja ini pun jadi pengingat kalau warisan pemikiran dan perjuangan Sang Putra Fajar masih terus hidup sampai hari ini. (*)

