Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tiga Hari Ditunggu Pulang, Sakim Ditemukan Membisu di Sungai
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tiga Hari Ditunggu Pulang, Sakim Ditemukan Membisu di Sungai

Suasana sedih menyelimuti keluarga korban setelah jasad Sakim ditemukan pada Sabtu siang, 6 Juni 2026. Selama tiga hari sebelumnya, keluarga dan warga terus berharap ada keajaiban yang membuat pria berusia 42 tahun itu ditemukan dalam keadaan selamat. Namun kenyataan berkata lain.

Nugroho P.
Last updated: Juni 6, 2026 10:01 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi jenazah
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Harapan keluarga untuk melihat Sakim kembali pulang dengan selamat akhirnya harus berakhir dengan kabar duka. Warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap itu ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari dinyatakan hilang dan diduga hanyut di aliran Sungai Kramacenil. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan dan warga setempat sejak beberapa hari terakhir.

Suasana sedih menyelimuti keluarga korban setelah jasad Sakim ditemukan pada Sabtu siang, 6 Juni 2026. Selama tiga hari sebelumnya, keluarga dan warga terus berharap ada keajaiban yang membuat pria berusia 42 tahun itu ditemukan dalam keadaan selamat. Namun kenyataan berkata lain.

Peristiwa nahas itu bermula pada Kamis malam, 4 Juni 2026. Saat itu Sakim diketahui sedang berada di sekitar Sungai Kramacenil untuk memancing sekaligus menjaring ikan. Aktivitas tersebut bukan hal asing baginya karena sungai itu sering dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari ikan maupun sekadar memancing.

Namun malam itu berubah menjadi momen yang mengkhawatirkan ketika korban diduga terseret arus sungai. Informasi yang beredar dari warga sekitar menyebut Sakim sempat terlihat berada di area aliran sungai sebelum akhirnya keberadaannya tidak lagi diketahui.

Kabar hilangnya korban kemudian menyebar ke keluarga dan masyarakat sekitar. Upaya pencarian langsung dilakukan, baik oleh warga maupun petugas yang datang ke lokasi setelah menerima laporan mengenai dugaan orang hanyut tersebut.

Sejak hari pertama, tim SAR gabungan bergerak menyisir berbagai titik yang dicurigai menjadi jalur hanyut korban. Arus sungai yang cukup deras serta kondisi medan di sekitar lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

Pencarian tidak hanya dilakukan dari daratan. Tim gabungan juga menggunakan berbagai metode untuk memperluas area pencarian agar peluang menemukan korban semakin besar. Setiap hari, area pencarian diperluas mengikuti kemungkinan pergerakan korban yang terbawa arus.

Memasuki hari kedua, pencarian terus dilakukan dengan harapan korban bisa segera ditemukan. Namun hingga sore hari, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi itu membuat keluarga semakin diliputi kecemasan.

Meski demikian, tim SAR dan warga tidak menyerah. Berbagai unsur yang terlibat tetap melanjutkan pencarian dengan menyisir titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut atau terbawa arus.

Pada hari ketiga operasi, tim gabungan kembali memulai pencarian sejak pagi. Sejumlah personel dibagi ke dalam beberapa kelompok agar area pencarian bisa dijangkau lebih luas dan lebih efektif.

Satu tim bertugas melakukan penyisiran melalui jalur darat dengan menyusuri bantaran sungai hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Mereka memeriksa setiap sudut sungai yang memungkinkan menjadi lokasi keberadaan korban.

Sementara tim lainnya bergerak melalui aliran sungai menggunakan metode body rafting. Cara ini dipilih untuk menjangkau area-area yang sulit dilalui melalui jalur darat dan memberikan peluang lebih besar dalam menemukan korban.

Berjam-jam pencarian dilakukan tanpa hasil yang menggembirakan. Hingga menjelang siang, tanda-tanda keberadaan Sakim masih belum ditemukan. Situasi tersebut sempat membuat pencarian dihentikan sementara sesuai prosedur operasi.

Namun jeda itu tidak berlangsung lama. Setelah istirahat dan melakukan evaluasi singkat, tim kembali melanjutkan pencarian pada siang hari dengan semangat yang sama seperti sebelumnya.

Tak lama setelah operasi kembali berjalan, kabar penting datang dari warga yang berada di sekitar aliran sungai. Seorang warga melaporkan adanya sesosok tubuh yang ditemukan mengapung di area sungai yang berada cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Tim SAR gabungan segera menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dipastikan adalah Sakim yang selama tiga hari terakhir menjadi fokus pencarian.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,1 kilometer dari titik awal tempat dirinya diduga hanyut. Jarak tersebut menunjukkan bagaimana arus sungai membawa tubuh korban hingga ke lokasi penemuan.

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan. Setelah berhasil diangkat dari aliran sungai, jenazah korban kemudian dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Meski hasil yang diterima sangat menyedihkan, keluarga akhirnya mendapatkan kepastian setelah berhari-hari menunggu kabar tentang keberadaan Sakim. Penantian panjang yang penuh harap itu berakhir dengan duka mendalam.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Tim SAR kemudian mengusulkan penutupan operasi dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.

Keberhasilan menemukan korban tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang sejak awal terlibat dalam pencarian. Mulai dari personel SAR, aparat setempat, relawan, hingga warga sekitar turut membantu selama proses berlangsung.

Koordinator Tim SAR dari Kantor SAR Cilacap, Bima Kalih Kahar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam operasi pencarian selama tiga hari tersebut.

Menurutnya, kerja sama yang baik antara tim SAR dan masyarakat menjadi faktor penting dalam proses pencarian hingga korban akhirnya berhasil ditemukan. Dukungan warga juga dinilai sangat membantu dalam mempercepat penyisiran area sungai.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan risiko yang bisa muncul saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus sedang tidak bersahabat. Aktivitas seperti memancing atau menjaring ikan tetap membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Bagi warga sekitar, kabar ditemukannya Sakim menutup tiga hari penuh ketegangan yang sempat menyelimuti lingkungan mereka. Banyak warga yang sejak awal mengikuti perkembangan pencarian dan berharap korban segera ditemukan.

Kini, setelah operasi SAR resmi berakhir, keluarga tengah mempersiapkan prosesi pemakaman untuk mengantarkan Sakim ke tempat peristirahatan terakhirnya. Duka yang ditinggalkan tentu tidak mudah hilang, namun setidaknya pencarian panjang itu telah memberikan kepastian bagi keluarga yang selama tiga hari terus menunggu kepulangannya. (*)

You Might Also Like

Main 10 Orang, PSIS Gagal Bawa Pulang Kemenangan

Tiga Prajurit Gugur, DPR Pertanyakan Keefektifan BOP

Tas dari Tutup Botol hingga Kaos Sablon, Karya Buatan Napi Dipamerin di Kota Lama

Menu Ramadan di Bawah Standar, Jawa Tengah Tertinggi Kasus MBG Bermasalah

Judol Picu Tragedi Berdarah di Boyolali

TAGGED:cilacaphanyut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Miris!! Rusa Taman Sriwedari Makan Sampah
Next Article Peradi SAI Semarang Cari Nahkoda Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gaji Hakim Naik, Mafia Peradilan Jangan Ikut Naik

Sekjen Peradi SAI: Advokat Jangan Cuma Cari Duit

Peradi SAI Semarang Cari Nahkoda Baru

Tiga Hari Ditunggu Pulang, Sakim Ditemukan Membisu di Sungai

Miris!! Rusa Taman Sriwedari Makan Sampah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Badan Berotot Tanpa Nyiksa, Ini Cara Benernya Biar Jadi

Mei 6, 2026
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
Info

Runyam! Siswa Korban Keracunan MBG di Pamekasan Diminta Bikin Video Muntah karena Kekenyangan

September 19, 2025
Hukum

Aksi Tak Pantas Kampus Untirta Bikin Publik Geram Banget, Mahasiswa Rekam Dosennya

April 4, 2026
Info

Fatwa Dam Boleh di Indonesia, Jemaah Haji Punya Opsi

Maret 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tiga Hari Ditunggu Pulang, Sakim Ditemukan Membisu di Sungai
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?