Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras

Mahfud mengatakan penayangan film dokumenter merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi. Menurutnya, siapa pun tidak berhak melarang masyarakat untuk menonton atau mendiskusikan sebuah karya, selama prosesnya dilakukan secara damai dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia menilai ruang diskusi publik justru penting agar masyarakat bisa memahami berbagai persoalan sosial yang terjadi di lapangan.

Nugroho P.
Last updated: Mei 24, 2026 4:16 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
ilustrasi film Pesta Babi
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Polemik soal film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita makin ramai dan melebar ke mana-mana. Bukan cuma jadi bahan diskusi publik, tapi juga mulai menyeret perdebatan soal kebebasan berekspresi, peran aparat, sampai hak masyarakat untuk menonton dan berdiskusi. Di tengah suasana yang makin panas itu, mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, ikut angkat bicara dan menilai pelarangan nonton bareng film tersebut tidak bisa dibenarkan.

Mahfud mengatakan penayangan film dokumenter merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi. Menurutnya, siapa pun tidak berhak melarang masyarakat untuk menonton atau mendiskusikan sebuah karya, selama prosesnya dilakukan secara damai dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia menilai ruang diskusi publik justru penting agar masyarakat bisa memahami berbagai persoalan sosial yang terjadi di lapangan.

Dalam pernyataannya yang tayang lewat kanal YouTube miliknya, Mahfud menyebut masyarakat punya hak untuk mengekspresikan pandangan dan keresahan melalui karya maupun forum diskusi. Ia menegaskan negara tidak boleh gampang membatasi ruang semacam itu hanya karena ada pihak tertentu yang merasa tidak nyaman dengan isi filmnya.

Yang bikin Mahfud heran, pernyataan pemerintah pusat justru terlihat berbeda dengan kondisi di lapangan. Sebab sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, sudah mengatakan pemerintah tidak pernah melarang pemutaran film berdurasi lebih dari satu jam tersebut. Namun faktanya, sejumlah acara nobar dan diskusi malah dibubarkan di berbagai daerah.

Menurut data yang disampaikan pihak sutradara, ada puluhan titik nonton bareng yang gagal berlangsung karena dibubarkan aparat maupun pihak tertentu. Angkanya bahkan disebut mencapai lebih dari 20 lokasi. Situasi itu membuat publik bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang memberi instruksi hingga pembubaran bisa terjadi di banyak tempat hampir bersamaan.

Mahfud pun mendorong agar pemerintah melakukan penyelidikan serius untuk mengetahui siapa yang mengeluarkan perintah pembubaran tersebut. Ia mengatakan bila benar ada aparat keamanan yang terlibat membubarkan acara diskusi film, maka tindakan itu harus diperiksa secara terbuka agar tidak menimbulkan kesan negara membiarkan pembatasan kebebasan sipil terjadi begitu saja.

Ia juga mengingatkan bahwa pelarangan seperti ini justru sering menimbulkan efek sebaliknya. Bukannya membuat masyarakat berhenti mencari tahu, publik malah makin penasaran terhadap isi film yang dibicarakan. Apalagi film itu mengangkat isu soal eksploitasi sumber daya alam dan kehidupan masyarakat adat di Papua, tema yang memang sensitif sekaligus memancing rasa ingin tahu banyak orang.

Mahfud menyebut fenomena itu seperti bola salju. Semakin banyak pelarangan dilakukan, semakin besar pula perhatian publik terhadap film tersebut. Di media sosial, undangan nobar bahkan terus bermunculan dengan berbagai cara. Ada yang dibuat terbuka, ada juga yang dibagikan secara terbatas melalui komunitas dan jaringan pertemanan.

Ia membandingkan situasi ini dengan kasus pelarangan buku-buku yang pernah dianggap terlalu kritis terhadap pemerintah pada masa lalu. Menurut Mahfud, negara hukum seharusnya tidak gampang melarang karya tanpa keputusan pengadilan yang jelas. Karena kalau kebiasaan itu terus dibiarkan, ruang kebebasan masyarakat bisa makin sempit.

Di sisi lain, TNI Angkatan Darat ikut menjadi sorotan setelah beberapa pembubaran nobar disebut melibatkan aparat di daerah. Salah satu yang ramai diperbincangkan terjadi di Ternate, Maluku Utara, ketika acara pemutaran film dibubarkan oleh pihak Kodim setempat karena dianggap berpotensi memicu reaksi negatif di masyarakat.

Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak, kemudian memberi penjelasan bahwa tidak ada instruksi langsung dari Mabes TNI AD untuk membubarkan pemutaran film tersebut. Ia mengatakan langkah di lapangan dilakukan berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah yang mempertimbangkan faktor keamanan wilayah.

Menurut Maruli, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif. Karena itu, bila ada potensi keributan atau konflik sosial, aparat di daerah biasanya melakukan koordinasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, penjelasan itu tetap memicu debat karena publik menilai alasan keamanan sering dipakai untuk membatasi ruang diskusi.

Maruli juga menyinggung soal isi film yang menurutnya belum tentu seluruhnya terverifikasi. Pernyataan itu menambah panjang diskusi publik mengenai posisi film dokumenter sebagai karya jurnalistik, karya artistik, sekaligus medium kritik sosial yang memang sering menghadirkan sudut pandang tertentu.

Sementara polemik terus bergulir, tim pembuat film akhirnya mengambil langkah baru dengan merilis Pesta Babi secara daring lewat akun YouTube milik Jubi Media. Keputusan itu diambil agar masyarakat bisa menonton langsung tanpa harus bergantung pada acara nobar di berbagai kota.

Peluncuran film versi online dilakukan di Jayapura dan melibatkan masyarakat adat yang menjadi bagian dari cerita di dalam film tersebut. Momen itu sekaligus menjadi simbol bahwa isu yang dibahas dalam film berasal dari pengalaman masyarakat Papua sendiri, bukan sekadar cerita yang dibuat dari kejauhan.

Pihak pembuat film mengatakan keputusan merilis secara gratis juga dipengaruhi maraknya pembajakan. Sebelumnya, film tersebut sudah beredar ulang di banyak akun tanpa izin. Karena itu, mereka memilih membuka akses resmi agar publik bisa menonton dengan kualitas yang lebih baik sekaligus memahami konteks film secara utuh.

Perwakilan Jubi Media, Yuliana Lantipo, berharap penayangan online bisa memperluas ruang percakapan soal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat Papua. Menurutnya, diskusi publik penting agar isu-isu yang selama ini jarang terdengar bisa mendapat perhatian lebih luas.

Film itu sendiri sebelumnya sudah diputar di ribuan titik nobar yang digelar secara mandiri oleh komunitas dan kelompok masyarakat. Banyak penyelenggara disebut bergerak dengan inisiatif sendiri karena merasa tema yang diangkat relevan untuk dibicarakan bersama.

Kini, kontroversi soal pelarangan justru membuat nama film tersebut makin viral. Di media sosial, potongan adegan, cuplikan diskusi, hingga perdebatan soal kebebasan berekspresi terus berseliweran dan memancing komentar dari berbagai kalangan.

Sebagian publik menilai pemerintah semestinya tidak perlu takut terhadap film dokumenter. Mereka percaya masyarakat sudah cukup dewasa untuk menilai isi sebuah karya secara kritis. Namun ada juga pihak yang menganggap tema sensitif seperti Papua perlu ditangani hati-hati agar tidak memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.

Di tengah semua perdebatan itu, satu hal yang kini makin terlihat adalah bagaimana sebuah film dokumenter bisa berubah menjadi isu nasional ketika bersentuhan dengan kebebasan sipil, aparat keamanan, dan suara-suara kritis yang selama ini jarang muncul ke permukaan. (*)

You Might Also Like

Hujan Badai Semarang Bikin Ratusan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Bergelimpangan

Bahaya Ruang Digital, Densus 88 Minta Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Ekstremisme

Polrestabes Semarang Bagikan Paket Sembako ke Eks Napiter

Berawal Saling Senggol di Medsos, Respati Undang Dosen Unesa Bahas Optimalisasi Transportasi Solo

Pemprov Dorong UMKM Fashion Muslim Tembus Pasar Ekspor

TAGGED:film pesta babiheadlinemahfud mdpesta babi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KRITIK SOSIAL LEWAT LAWAK - Aktor teater komedi Keraton Siluman, saat jumpa pers sebelum pertunjukan. (ist) Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek
Next Article Saleh di Fisip Undip: Politik Now Nggak Cuma Teori, Tapi Narasi dan Konten

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

NOBAR - Penonton antusias menyaksikan nonton bareng film Pesta Babi di Semarang, yang juga dihadiri oleh sejumlah mahasiswa asal Papua, Sabtu (23/5/2026). (dul)

Papua Ternyata Semengerikan Itu, Penonton Nobar Film Pesta Babi di Semarang Syok

TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)

Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Pigai Bilang Jangan Asal Dor, Polisi Tetap Gas Kejar Begal

IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.

Haji Belum Mulai Puncak, Ribuan Pendatang Ilegal Sudah Dipulangkan

Megawati Menangis Nonton Pesta Babi, Papua Mendadak Jadi Sorotan Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

Sudewo Tersangka Dobel Kasus di KPK: Gak Cukup Terjerat OTT, Kena Suap Proyek Kereta Juga

Januari 21, 2026
Daerah

Dedi Suromli Resmi Pimpin PKS Banjarnegara, Janji Gaspol Bersama Pemda

September 7, 2025
Ilustrasi hutan gundul. (grafis/wahyu)
Info

Netizen Rame-rame Mau Patungan Beli Hutan, Tamparan Keras untuk Pemerintah

Desember 15, 2025
Pendidikan

SMAN 1 Purwareja Klampok ‘Menyala’, Borong 1,5 Ton Sampah di World Clean Up Day 2025

September 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?