Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Catat Tanggal Mainnya! Keraton Siluman, Lawakan Berisi Kritik Sosial dan Sindiran Menohok
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Catat Tanggal Mainnya! Keraton Siluman, Lawakan Berisi Kritik Sosial dan Sindiran Menohok

R. Izra
Last updated: Mei 21, 2026 6:00 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
TEATER--Poster pertunjukan teater Gemati berjudul "Keraton Siluman". (ist)
TEATER--Poster pertunjukan teater Gemati berjudul "Keraton Siluman". (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Keluhan soal kondisi sosial ternyata nggak cuma bisa disampaikan lewat demo atau debat di media sosial. Teater Gemati memilih cara lain, yakni lewat pertunjukan satir berjudul “Keraton Siluman”.

Pentas ini bakal digelar Sabtu (23/5/2026) di Balairung Universitas PGRI Semarang. Konsepnya dibikin ringan, penuh lawakan, tapi isinya nyentil berbagai persoalan yang lagi ramai di masyarakat.

Sutradara Atut Ayam bilang, pertunjukan ini lahir dari keresahan terhadap situasi sosial sekarang. Menurutnya, banyak kebijakan dan kondisi publik yang kadang terasa absurd, lalu jadi bahan refleksi lewat panggung teater.

Bacaaja: Kritik MBG Disuarakan, Teror Datang Bertubi-tubi
Bacaaja: Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI

“Ini refleksi sosial dan budaya yang kami kemas jadi pertunjukan,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Dalam cerita nanti, penonton diajak masuk ke “Negeri Wacanda”. Isinya penuh sindiran soal miskomunikasi kebijakan, ketimpangan sosial, sampai kebiasaan masyarakat yang gampang menyalahkan keadaan.

Semua dibawakan dengan gaya komedi supaya lebih mudah diterima penonton muda. Atut menyebut, kritik sosial nggak harus selalu disampaikan dengan marah-marah.

“Berorasi sekarang bisa lewat karya seni juga. Enggak harus selalu turun ke jalan,” ujarnya.

Lewat “Keraton Siluman”, Gemati juga ingin ngajak anak muda lebih peduli dengan kondisi sekitar. Bukan cuma sibuk mengeluh, tapi juga ikut berpikir bagaimana menghadapi perubahan zaman.

Atut menilai, generasi muda sekarang harus mulai sadar pentingnya pendidikan, literasi, dan kesiapan bersaing di era digital. Menurutnya, itu lebih penting daripada sekadar sibuk menyalahkan pemerintah tiap ada persoalan.

“Balik lagi ke diri kita sendiri, sudah siap apa belum untuk bangkit dan survive,” katanya.

Supaya makin menarik, Gemati menggandeng sejumlah pemain yang sudah dikenal publik. Ada Jarwo Kwat, Denny Candra, sampai Ian Bukan Kasela yang ikut tampil bersama pemain lokal Semarang. (bae)

You Might Also Like

Lagi Puasa Napas Bau, Ini Solusinya!

Mau Serius Bereskan ODOL: Saatnya Menyasar Pemilik Barang dan Armada

Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pelajar Digelar Mulai Agustus, Ini Cara Ikutnya

Ketika Sampah Tekstil Bicara: Perlawanan Sunyi Samuel Wattimena

Buruh SPN Jebol Gerbang Kantor Gubernuran

TAGGED:headlinekeraton silumankritik sosiallawakannegeri wacandapentas keseniansindiran menohok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BELAJAR KOPERASI - Pelajar di Jateng, mulai dari setingkat SD hingga SMA akan mendapat pembelajaran koperasi, mulai tahun ajaran 2026/2027. (ist) Pelajar Setingkat SD-SMA di Jateng akan Belajar Koperasi, Mulai Ajaran Baru Tahun Ini
Next Article IHSG KEMBALI RONTOK - Ilustrasi bursa saham kembali nyungsep. IHSG kembali rontok. Indonesia Memang Beda! IHSG Merah Sendirian saat Bursa Asia Hijau

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bansos Masih Banyak Salah Sasaran, Ini Jurus Pemerintah

Ebola Kongo Tembus 5.000 Kasus, Wabah Makin Gawat

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi dokter sedang melayani pasien. (net)
Info

Kematian Dokter PPDS Ramai Lagi, IDI Jateng Bilang Sudah Punya Jalur Aduan Rahasia

Juli 30, 2026
Unik

Panjang Umur dan Bahagia di Usia 50 Tahun, Hindari Makanan Ini!

Mei 11, 2025
Info

Sampah Numpuk? Pemkot Langsung Gercep

Januari 16, 2026
Massa membakar mobil dan kantin kantor Gubernur Jateng, Jumat (29/8/2025).
Daerah

Demo Semarang Ricuh! Mobil dan Kantin di Kantor Gubernur Jateng Dibakar Massa

Agustus 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Catat Tanggal Mainnya! Keraton Siluman, Lawakan Berisi Kritik Sosial dan Sindiran Menohok
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?