BACAAJA, SEMARANG- Warga Karonsih Selatan, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, masih diliputi rasa khawatir setelah peristiwa longsornya talut dan saluran air yang terjadi beberapa waktu lalu.
Meski warga telah bergotong royong membersihkan dan memperbaiki area terdampak, ancaman longsor susulan saat hujan turun masih menjadi kekhawatiran.
Mail (46), salah satu warga setempat mengatakan, setelah kejadian longsor pada Jumat, (15/5/2026), warga langsung bergerak melakukan kerja bakti bersama untuk membenahi talut yang longsor serta membersihkan saluran air yang terdampak.
“Setelah kejadian hari Jumat itu, warga langsung gotong royong dan kerja bakti untuk membenahi longsoran. Semua ikut membantu supaya kondisi lingkungan bisa lebih aman,” ujarnya. Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Karonsih Selatan
Namun, menurut Mail, upaya perbaikan yang dilakukan secara swadaya itu belum sepenuhnya menghilangkan rasa cemas warga. Mereka masih khawatir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, longsor susulan bisa kembali terjadi.
Ia menuturkan, saat kejadian sebelumnya, sebuah pohon mangga di sekitar lokasi bahkan sempat tumbang akibat kondisi tanah yang labil. Beruntung, pohon tersebut tidak sampai menimpa rumah warga.
“Yang kemarin itu pohon mangga sampai tumbang. Untungnya tidak kena rumah warga. Tapi ya tetap saja, kami khawatir kalau nanti hujan deras turun lagi bisa longsor lagi,” kata Mail.
Sempat Panik
Hal Itu juga dirasakan Ismiyati (56), warga lainnya yang mengaku sempat panik saat hujan turun pada Senin, (18/5/2026) malam. Meski hujan yang turun saat itu tidak terlalu deras dan angin tidak terlalu kencang, ia tetap merasa was-was karena kondisi rumahnya berada di area dengan kontur tanah yang tidak rata.
“Waktu Senin malam itu sempat hujan disertai angin. Memang tidak terlalu kencang, tapi saya tetap panik. Soalnya rumah saya sampingnya tanahnya tidak rata, saya takut pohon yang dekat rumah tumbang kalau tertiup angin,” ungkapnya.
Karena rasa khawatir itu, Ismiyati akhirnya meminta suaminya untuk menebang pohon yang berada di dekat rumah keesokan harinya, demi mengurangi risiko jika terjadi angin kencang atau hujan deras.
Baca juga: Semarang Jangan Terbiasa dengan Banjir dan Longsor
“Besok paginya langsung saya suruh suami motong pohonnya, daripada nanti malah membahayakan,” tambahnya. Warga berharap ada penanganan lebih lanjut agar kondisi talut dan saluran air di kawasan tersebut benar-benar aman.
Mereka tidak ingin peristiwa longsor kembali terulang, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Ngaliyan. Bagi warga, rasa aman saat musim hujan kini menjadi harapan terbesar agar aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan tanpa dihantui rasa cemas.
Karena setelah longsor datang sekali, yang runtuh bukan cuma talut, tapi juga rasa tenang setiap kali mendengar suara hujan di malam hari. (dul)

