BACAAJA, KLATEN- Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri TA 2026/2027 di Jateng resmi dibuka. Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di SMAN 1 Kemalang, Klaten, Selasa (19/5/2026).
Di tengah tradisi tahunan “titip-menitip” yang sering muncul tiap musim PPDB, Luthfi malah pasang mode tegas sejak awal. “Saya tekankan no titip, no jasa penitipan. Semakin Anda nitip, semakin saya coret,” katanya lugas.
Kalimat itu langsung jadi sorotan. Soalnya tiap tahun drama kursi sekolah negeri memang selalu panas. Mulai dari jalur belakang, telepon orang penting, sampai jasa “pengondisian” yang tiba-tiba bermunculan kayak diskon musiman.
Baca juga: 3 Juni SPMB SMA/SMK Jateng Dibuka, Kursinya Cuma 40 Persen
Luthfi memastikan proses penerimaan siswa baru tahun ini harus transparan, terbuka, dan bisa diawasi siapa saja. Bahkan Ombudsman ikut dilibatkan buat mengawasi jalannya seleksi. Kalau ditemukan indikasi pelanggaran, kata dia, bakal langsung ditindak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jateng Sadimin mengungkapkan, total kursi yang tersedia tahun ini mencapai 231.724 kursi yang tersebar di 6.442 rombongan belajar SMA/SMK Negeri.
Masalahnya, jumlah lulusan SMP sederajat di Jateng mencapai sekitar 567.500 siswa. Artinya, kursi negeri memang belum cukup buat semua. Karena itu Pemprov Jateng menggandeng 139 SMA/SMK swasta lewat program sekolah kemitraan.
Akses Pendidikan
Sebanyak 5.004 siswa dari keluarga miskin dan kurang mampu bakal bisa sekolah gratis karena dibiayai APBD Provinsi Jateng. “Jadi anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa mendapatkan akses pendidikan,” jelas Sadimin.
Untuk sistem seleksi sendiri, Pemprov memakai integrasi berbagai data resmi seperti Data Pokok Pendidikan, EMIS Kemenag, data kependudukan Disdukcapil, sampai DTSEN.
Menariknya lagi, sistem informasi SPMB sekarang dikembangkan mandiri oleh Pemprov Jateng. Kalau dulu masih kerja sama dengan Telkom, kini pengelolaannya dilakukan sendiri dan sekolah tidak lagi dipungut biaya operasional sistem.
Baca juga: Mau Sekolah Gratis Berasrama? SMK Boarding Jateng Buka Pendaftaran
Sadimin bahkan menyebut SPMB Jawa Tengah tahun lalu masuk kategori terbaik nasional karena minim masalah dan kasus. Tahun ini mereka berharap hasilnya lebih mulus lagi.
Tapi ya begitulah realita tiap musim sekolah baru: kursi negeri jumlahnya terbatas, orang tua mulai deg-degan, dan tiba-tiba banyak “orang dalam” bermunculan dadakan. Bedanya sekarang, yang nitip katanya bakal dicoret duluan. (tebe)

