Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an

R. Izra
Last updated: Mei 17, 2026 5:21 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae)
MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dialek Semarangan disebut mulai tergerus sejak bahasa “Jakartanan” masuk lewat radio-radio FM era 1980-an. Dari situlah gaya bahasa “lo-gue” perlahan memapar anak muda.

“Bahasa Jakartanan ini masuk Semarang merusak bahasa daerah itu sejak 80-an,” kata pemerhati bahasa, Hartono Samidjan, Kamis (14/5/2026).

Menurut Hartono, penyiar radio waktu itu banyak memakai gaya bahasa Jakarta yang dianggap lebih modern dan gaul. Lama-lama generasi muda ikut meniru.

Bacaaja: Dialek Semarangan Sangat Egaliter, “Ndasmu” Pun Dianggap Wajar
Bacaaja: Dialek Semarangan Bertahan di Tengah Gempuran Bahasa Jaksel dan Slang TikTok

“Sehingga generasi selanjutnya itu lebih fasih bukan bahasa Indonesia yang benar, tapi bahasa Indonesia model Jakarta,” ujarnya.

Efeknya masih terasa sampai sekarang. Hartono bilang, di pusat-pusat nongkrong anak muda seperti mall, bahasa “lo-gue” justru lebih dominan dibanding dialek Semarang.

Apalagi anak-anak sekarang lebih sering sibuk main HP dibanding ngobrol langsung seperti generasi dulu. Padahal permainan tradisional dulu jadi ruang penting buat bahasa Semarangan berkembang.

“Kalau dulu kan masih ada orang main kelereng, main petak umpet, main gobak sodor. Itu terjadi dialog”.

“Lah sekarang mainnya HP kok,” lanjutnya.

Eksistensi Dialek Semarangan masih tertolong karena warganya, termasuk anak mudanya tidak malu menggunakan bahasa lokalnya.

Sebab dari segi karakter, dialek Semarangan memang egaliter dan santai.

Ia membandingkan dengan budaya Solo yang punya aturan unggah-ungguh lebih ketat. Di sana, sebagian anak muda kadang memilih bahasa Indonesia supaya aman saat bicara dengan orang tua.

“Kalau di Solo yang harus ada unggah-ungguh-nya, yang tidak bisa krama memilih pakai bahasa Indonesia biar aman,” katanya.

Sedangkan di Semarang, gaya ngomong ngoko ke orang tua masih dianggap wajar selama nadanya sopan dan tidak nyentak. (bae)

You Might Also Like

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Wali Kota: Media Itu Bukan Cuma Mitra, Tapi Teman Hidup Pemerintah

Mbak Ita ‘Serang’ Putusan Hakim Tipikor Semarang, Siapkan Bukti Baru untuk Amunisi

Drama Politik PPP Memanas, DPW Desak Ketum Mardiono Copot Gus Yasin

TAGGED:dialek semaranganhartono saheadlinelo-guepemerhati bahasaradio
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI
Next Article TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol. TNI Tewas Ditembak TNI Gara-gara Senggolan saat Joget, Keluarga Syok

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Joget Berujung Letusan, Cafe Palembang Mendadak Jadi Lokasi Mencekam

Fotokopi KTP Mendadak Bikin Deg-degan, Bisa Dipidana?

Kabinet Prabowo Tumbang Bergiliran, Rumah Sakit Jadi Tempat Singgah Mendadak

Bukan Cuma Nama, Jurusan Teknik Kini Ikut Ganti Wajah Resmi

Rendang Terbang ke Makkah, Auto Jadi Obat Rindu Jamaah Haji

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

PDIP: Imlek Bukan Cuma Bagi Angpao, Tapi Bagi Solidaritas

Februari 17, 2026
Info

Kredit Rumah di Jateng Tembus Rp2,3 Triliun

April 3, 2026
Gedung DPRD Makassar luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Makassar dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Unik

Tunjangan Sultan, Rakyat Kelimpungan: Saat Elit Politik Lupa Caranya Turun ke Bumi

Agustus 31, 2025
Presiden ke-6 RI, Bambang Susilo Yudhoyono (SBY).
Unik

SBY Sebut Negara Bisa Runtuh Jika Pemimpin Letakkan Diri di Atas Hukum, Sindir Siapa?

Agustus 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?