Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut

Trump menyebut Presiden China, Xi Jinping, tidak menutupi keinginan Beijing untuk terus mengambil pasokan energi dari Iran. Menurut Trump, Xi bahkan menyampaikan secara langsung bahwa China memang membeli banyak minyak dari Teheran dan ingin hubungan dagang itu tetap berjalan. Di sisi lain, Xi juga disebut berharap Selat Hormuz tetap terbuka agar distribusi energi dunia tidak lumpuh total.

Nugroho P.
Last updated: Mei 15, 2026 4:12 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
ilustrasi bajak laut
SHARE
BACAAJA, AS – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali bikin dunia deg-degan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang langsung menyita perhatian internasional. Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump terang-terangan mengungkap bahwa China tetap berniat membeli minyak dari Iran meski tekanan dan sanksi dari Washington terus digencarkan. Situasi ini makin ramai karena pernyataan itu keluar di tengah kunjungan kenegaraan Trump ke China yang berlangsung sejak 13 hingga 15 Mei.

Trump menyebut Presiden China, Xi Jinping, tidak menutupi keinginan Beijing untuk terus mengambil pasokan energi dari Iran. Menurut Trump, Xi bahkan menyampaikan secara langsung bahwa China memang membeli banyak minyak dari Teheran dan ingin hubungan dagang itu tetap berjalan. Di sisi lain, Xi juga disebut berharap Selat Hormuz tetap terbuka agar distribusi energi dunia tidak lumpuh total.

Ucapan Trump langsung memantik sorotan karena datang di saat kawasan Teluk Persia sedang panas-panasnya. Selat Hormuz sendiri bukan jalur biasa. Laut sempit itu jadi urat nadi pengiriman minyak dunia. Kalau sampai jalurnya terganggu, efeknya bisa terasa sampai ke harga bensin di banyak negara, termasuk kawasan Asia.

Dalam lawatannya ke China, Trump juga melakukan pembicaraan intens dengan Xi Jinping terkait berbagai isu strategis. Salah satu topik yang ikut dibahas adalah soal penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan yang selama ini terus diprotes Beijing. Meski suasana diplomasi terlihat formal, aroma persaingan dua negara raksasa itu tetap terasa kental.

Menariknya, Gedung Putih juga mengungkap bahwa China ternyata tertarik membeli minyak dari Amerika Serikat. Namun di saat bersamaan, Beijing masih enggan menghentikan impor minyak Iran yang selama ini dijual dengan harga lebih murah. Bagi banyak kilang independen di China, minyak diskon dari Iran jadi peluang besar untuk menekan biaya produksi.

China sendiri memang dikenal sebagai konsumen utama minyak Iran. Banyak kilang di sana tetap bergantung pada pasokan dari Teheran meski Washington terus mengeluarkan ancaman sanksi. Pemerintah China bahkan mulai terang-terangan menolak mengikuti kebijakan pembatasan ekonomi yang dibuat Amerika Serikat.

Kementerian Perdagangan China secara resmi menyatakan bahwa sanksi-sanksi Washington dianggap tidak sah dan bertentangan dengan hukum internasional. Beijing menilai Amerika terlalu jauh ikut campur dalam aktivitas ekonomi perusahaan-perusahaan China yang melakukan perdagangan normal dengan negara lain.

Sikap keras China itu terlihat dari instruksi langsung kepada sejumlah perusahaan kilang besar mereka. Beberapa perusahaan di Provinsi Shandong seperti Shandong Jincheng Petrochemical Group, Shandong Shouguang Luqing Petrochemical, hingga Shandong Shengxing Chemical mendapat arahan agar tidak tunduk pada tekanan Amerika Serikat.

Tak cuma itu, perusahaan lain seperti Hengli Petrochemical Refinery di Dalian dan Hebei Xinhai Chemical Group juga ikut masuk dalam daftar yang diarahkan tetap melanjutkan aktivitas perdagangan mereka. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa Beijing tak ingin Washington mengatur jalur energi yang mereka pilih.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru kepada sejumlah perusahaan China yang dituding telah mengimpor puluhan juta barel minyak mentah Iran. Washington menilai aktivitas itu membantu Iran memperoleh miliaran dolar pemasukan di tengah embargo dan blokade ekonomi yang sedang diberlakukan.

Sanksi terbaru tersebut muncul setelah hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran kembali buntu. Upaya negosiasi yang sempat dibangun usai konflik besar pada akhir Februari belum juga menghasilkan kesepakatan permanen. Situasi ini membuat ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

Trump bahkan mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan saat berbicara di Florida. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, dia membanggakan aksi penyitaan kapal dan kargo minyak Iran oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz. Trump menyebut langkah itu sebagai bisnis yang sangat menguntungkan.

Dalam pidatonya, Trump sampai menyamakan tindakan Amerika seperti bajak laut. Dia berkata bahwa Washington mengambil alih minyak dan kargo Iran sebagai bagian dari strategi tekanan ekonomi. Meski terdengar kontroversial, Trump mengaku tidak sedang bercanda dengan operasi tersebut.

Pernyataan itu langsung memancing reaksi keras dari banyak pihak karena dianggap menunjukkan sikap agresif Amerika Serikat terhadap jalur perdagangan internasional. Namun Trump tetap berdalih bahwa Iran selama bertahun-tahun menggunakan Selat Hormuz sebagai alat ancaman politik terhadap dunia.

Menurut Trump, Iran kerap mengancam akan menutup Selat Hormuz sehingga Washington memilih melakukan tindakan lebih keras terhadap kapal-kapal yang dianggap terkait dengan Teheran. Dalih keamanan dan stabilitas energi dunia terus dipakai Amerika untuk membenarkan operasi mereka di kawasan tersebut.

Ketegangan besar ini bermula setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menyebabkan kerusakan cukup besar dan memicu jatuhnya korban sipil. Situasi makin mengguncang setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta wilayah Israel. Aksi saling serang itu sempat membuat dunia khawatir perang besar benar-benar pecah di kawasan yang selama ini sudah rawan konflik.

Pada awal April, Washington dan Teheran akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan. Namun pembicaraan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan titik terang. Trump lalu memperpanjang penghentian serangan untuk memberi kesempatan Iran menyusun proposal baru.

Meski ada jeda konflik, suasana di kawasan Teluk Persia tetap belum benar-benar aman. Aktivitas kapal tanker sempat terganggu dan banyak perusahaan pelayaran mulai waspada melewati Selat Hormuz. Jalur laut itu memang sangat vital karena menjadi pintu utama distribusi minyak dan gas alam cair dari Timur Tengah ke berbagai negara.

Ketika ketegangan meningkat, harga energi global ikut melonjak. Banyak negara mulai merasakan dampaknya lewat kenaikan harga bahan bakar dan biaya distribusi barang. Kondisi ini membuat dunia internasional terus memantau hubungan panas antara Amerika Serikat, Iran, dan China.

Di tengah situasi yang makin rumit, posisi China kini jadi sorotan besar. Beijing terlihat mencoba menjaga keseimbangan antara hubungan dagang dengan Amerika Serikat dan kebutuhan energi mereka dari Iran. Namun dari pernyataan terbaru Xi Jinping, terlihat jelas bahwa China belum mau melepas minyak murah dari Teheran begitu saja. (*)

You Might Also Like

Puluhan Jembatan Jabar Nunggu Perbaikan, Warga Waswas

Gadai Mobil Berujung Tipu, Pelaku Diciduk Polisi Banjarnegara

Jateng Tawarkan 15 Proyek Strategis di CJIBF 2025, Dorong Investasi Hijau dan Hilirisasi

Kota Nggak Bisa Bersih Sendiri, Pemkot Ajak Semua Turun Tangan

Empat Kelurahan di Bantul Resmi Jadi “Tsunami Ready Community”, Apa Itu?

TAGGED:selat hormuztrump
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Film Pesta Babi Ramai Dicekal, Malah Bikin Publik Makin Kepo
Next Article Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tersangka kasus kematian dosen Untag, AKBP Basuki (baju biru) diperiksa di kejaksaan, Jumat (13/2/2026). (ist)
Hukum

Drama Kematian Dosen Untag Semarang Makin Panas! AKBP Basuki Resmi Ditahan

Februari 13, 2026
Pendidikan

SMAN 1 Purwareja Klampok ‘Menyala’, Borong 1,5 Ton Sampah di World Clean Up Day 2025

September 20, 2025
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Nasional

Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian

Desember 2, 2025
Timnas Voli Putra Indonesia berhasil menjuarai turnamen SEA V League 2025 di Jakarta International Veledrome, Minggu (20/7/2025) malam.
Olahraga

Sapu Bersih Leg 2, Timnas Voli Juarai SEA V League 2025

Juli 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?