BACAAJA, BEKASI – Suasana duka menyelimuti kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur, setelah seorang pedagang kaki lima bernama Sanoeri meninggal dunia usai menjadi korban kecelakaan mobil operasional dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Pria yang akrab dipanggil Owi itu sebelumnya sempat dirawat intensif akibat luka berat yang dideritanya setelah lapak dagangannya dihantam kendaraan yang melaju kencang.
Owi dikenal warga sekitar sebagai sosok pekerja keras yang hampir setiap hari berjualan tahu crispy dan otak-otak di pinggir jalan. Gerobak sederhananya jadi tempat ia mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anaknya yang masih kecil. Tak sedikit warga yang mengenalnya karena keramahannya saat melayani pembeli.
Kabar meninggalnya Owi membuat banyak tetangga merasa terpukul. Sebab sebelum kabar duka datang, keluarga masih berharap kondisinya bisa membaik meski korban terus berada dalam keadaan koma di rumah sakit.
Tetangga korban, Fahrul, mengatakan Owi meninggal dunia pada Selasa siang setelah menjalani perawatan intensif di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur.
“Meninggal tadi sekitar pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit Siloam Sentosa Bekasi Timur,” kata Fahrul kepada wartawan.
Sebelum meninggal dunia, kondisi korban memang terus menurun akibat cedera serius di bagian kepala. Benturan keras saat kecelakaan membuat Owi tak pernah benar-benar sadar sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit.
Pihak keluarga sebelumnya masih mencoba bertahan dengan harapan kecil agar kondisi korban bisa pulih. Kakak korban, Sunendar, bahkan sempat meminta doa kepada semua orang yang datang menjenguk.
“Korban masih belum sadar. Tadi dokter sudah bicara sama saya, kondisinya memang masih koma. Saya cuma minta doanya saja,” ujar Sunendar saat ditemui di rumah sakit sebelum kabar duka datang.
Sunendar juga menjelaskan bahwa luka paling berat memang berada di bagian kepala korban. Tim medis disebut sudah melakukan penanganan maksimal, namun kondisi Owi terus kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Luka paling parah di bagian kepala. Katanya sudah ditangani semua, tinggal menunggu perkembangan kondisi korban,” katanya.
Peristiwa tragis itu sendiri terjadi pada Selasa pagi di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Bekasi Timur. Saat itu mobil operasional dapur MBG bernomor polisi B 9007 TXZ melaju dari arah Jalan Nusantara menuju Duren Jaya.
Di tengah perjalanan, mobil tiba-tiba menghantam sejumlah lapak pedagang UMKM yang berada di pinggir jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung panik karena suara benturan terdengar sangat keras.
Saksi mata bernama Rudi mengatakan kendaraan melaju cukup cepat sebelum akhirnya menghantam lapak milik Owi.
“Mobil kenceng banget dari arah sana. Saya lihat dari tengah parkiran, lajunya memang sangat cepat,” ujar Rudi.
Setelah menghantam gerobak tahu crispy dan otak-otak milik korban, kendaraan kembali menabrak lapak ayam goreng milik seorang perempuan berinisial NA yang juga berada di lokasi kejadian.
Benturan keras membuat dua pedagang mengalami luka serius dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Kondisi lapak dagangan pun hancur berantakan di pinggir jalan setelah dihantam mobil.
“Yang jual otak-otak tangannya enggak bisa gerak, sedangkan pedagang ayam goreng kepalanya berdarah,” kata Rudi menggambarkan situasi saat kejadian berlangsung.
Pihak kepolisian kini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ojo Ruslani, mengatakan sopir mobil diduga panik saat melihat sepeda motor melintas di depan kendaraan.
Menurut keterangan polisi, pengemudi berinisial WS (57) disebut spontan membanting setir ke arah kiri karena terkejut melihat motor di depannya. Saat kejadian, mobil juga membawa seorang kenek berinisial PDW (53).
“Pengemudi mengaku kaget melihat ada sepeda motor melintas di depan mobil sehingga membanting kemudi ke kiri,” ujar Ojo.
Manuver mendadak itulah yang diduga membuat kendaraan kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak para pedagang di pinggir jalan. Polisi mencatat ada tiga korban dalam kejadian tersebut, yakni dua pedagang dan satu kenek mobil.
Kini suasana duka masih terasa di lingkungan tempat tinggal Owi. Banyak warga datang melayat sambil mengenang sosok pedagang sederhana yang selama ini dikenal ramah dan rajin bekerja demi keluarga kecilnya.
Peristiwa itu juga kembali memunculkan perhatian soal keselamatan berkendara di kawasan padat aktivitas warga dan pedagang kaki lima. Warga berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kecelakaan benar-benar terungkap dan ada tanggung jawab yang jelas bagi keluarga korban.
Sementara itu, korban lain berinisial NA hingga kini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya setelah ikut menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut. (*)

