BACAAJA, JAKARTA – Nama Gibran Rakabuming Raka kembali jadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi merilis laporan harta kekayaan terbaru miliknya. Dari data yang diumumkan lewat laman e-LHKPN, total kekayaan Gibran kini tercatat mencapai sekitar Rp27,9 miliar. Angka itu mengalami kenaikan dibanding laporan sebelumnya yang berada di kisaran Rp27,5 miliar. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, publik tetap ramai membicarakan rincian aset putra sulung mantan Presiden Jokowi tersebut.
Laporan harta kekayaan pejabat memang selalu menarik perhatian masyarakat, apalagi kalau menyangkut nama besar di pemerintahan. Kali ini, detail aset Gibran ikut bikin penasaran karena isi laporannya cukup beragam, mulai dari tanah, kendaraan, surat berharga, sampai kas miliaran rupiah yang tersimpan dalam laporan resmi KPK.
Dalam data yang dilaporkan pada Maret 2025 itu, aset terbesar Gibran ternyata masih berasal dari tanah dan bangunan. Total nilainya mencapai sekitar Rp17,4 miliar. Seluruh properti tersebut berada di wilayah Surakarta dan Sragen, Jawa Tengah, daerah yang memang lekat dengan kehidupan keluarga Joko Widodo sejak dulu.
Jumlah properti yang dimiliki Gibran tercatat mencapai tujuh bidang tanah dan bangunan. Semua aset itu berstatus hasil sendiri, yang berarti diperoleh dari penghasilannya sendiri dan bukan warisan ataupun hibah. Nilai properti tersebut pun cukup mencolok karena harga tanah di sejumlah wilayah Solo terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain properti, bagian yang cukup menarik perhatian publik justru datang dari daftar kendaraan milik Gibran. Wakil Presiden muda itu ternyata memiliki koleksi kendaraan yang cukup beragam, mulai dari motor sampai mobil keluarga yang terbilang familiar di jalanan Indonesia. Hal ini membuat banyak orang merasa daftar kendaraan miliknya terasa lebih “membumi” dibanding pejabat lain yang identik dengan mobil mewah.
Salah satu kendaraan yang tercatat dalam laporan tersebut adalah motor Honda Scoopy keluaran tahun 2015. Selain itu, ada pula motor klasik Honda CB-125 tahun 1974 yang ikut masuk daftar aset. Kehadiran motor lawas itu langsung bikin warganet penasaran karena model klasik seperti itu biasanya punya nilai nostalgia tersendiri di kalangan pecinta otomotif.
Bukan cuma motor, Gibran juga memiliki Royal Enfield keluaran tahun 2017 yang dikenal punya tampilan gagah dan identik dengan motor bergaya retro. Sementara untuk mobil, ada dua unit Toyota Avanza tahun 2012 dan 2016 yang tercatat dalam laporan kekayaannya.
Selain Avanza, terdapat pula Isuzu Panther tahun 2012 dan Daihatsu Gran Max tahun 2015. Total seluruh kendaraan milik Gibran itu ditaksir bernilai sekitar Rp286 juta. Nominal tersebut justru ramai dibahas karena dianggap cukup sederhana untuk ukuran seorang wakil presiden.
Di luar kendaraan dan properti, Gibran juga melaporkan harta bergerak lainnya dengan nilai sekitar Rp280 juta. Meski tidak dijelaskan rinci apa saja isinya, kategori ini biasanya mencakup barang bernilai tinggi seperti koleksi tertentu atau aset bergerak lain yang wajib dimasukkan dalam laporan kekayaan pejabat negara.
Tak kalah menarik, Gibran juga tercatat memiliki surat berharga dengan nilai lebih dari Rp5,5 miliar. Nilai investasi tersebut menunjukkan bahwa sebagian kekayaannya juga berasal dari instrumen finansial yang terus berkembang. Hal ini cukup masuk akal mengingat sebelum masuk dunia politik, Gibran dikenal aktif menjalankan sejumlah bisnis kuliner dan usaha lainnya.
Sementara itu, jumlah kas dan setara kas yang dimiliki Gibran tercatat mencapai sekitar Rp4,3 miliar. Angka tersebut menunjukkan likuiditas keuangan yang cukup besar. Dari keseluruhan laporan yang diumumkan, satu hal yang juga mencuri perhatian adalah status utangnya yang tercatat nihil.
Artinya, dalam laporan LHKPN terbaru, Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki tanggungan utang sama sekali. Kondisi itu langsung jadi bahan obrolan publik karena cukup jarang ditemukan dalam laporan kekayaan pejabat dengan jumlah aset yang lumayan besar.
Publik sendiri memang selalu penasaran dengan laporan harta pejabat negara, apalagi di era keterbukaan informasi seperti sekarang. Banyak orang menilai transparansi soal kekayaan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dan pejabat publik.
Karena itulah Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendorong seluruh penyelenggara negara agar rutin dan jujur melaporkan aset mereka. Keterbukaan tersebut dianggap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan korupsi sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Kini, laporan kekayaan Gibran kembali ramai dibahas bukan cuma karena nominal miliaran rupiahnya, tapi juga karena daftar asetnya yang terasa cukup dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Dari motor klasik sampai mobil keluarga, isi garasi sang wakil presiden muda sukses bikin publik ikut penasaran. (*)

