BACAAJA, SEMARANG- Program makan dan pengobatan gratis yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak pagi, warga mulai berdatangan untuk menikmati makanan yang disiapkan dalam kegiatan Dapur Marhaen yang rutin digelar setiap tanggal 10 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Bukan hanya warga sekitar, para pengemudi ojek online, tukang becak hingga penyapu jalan pun ikut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Suasana hangat dan penuh kebersamaan langsung terasa di lokasi kegiatan.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Messy Widiastuti mengatakan, kegiatan ini memang sengaja dibuat untuk membantu masyarakat kecil sekaligus memastikan mereka mendapatkan makanan yang layak dan bergizi.
“Antusias warga luar biasa, makanan bahkan hampir habis. Kami ingin yang disajikan bukan sekadar kenyang, tapi juga sehat dan bergizi,” ujarnya. Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Bagi Rakyat Kecil, Dapur Marhaen Bukan Cuma Soal Makan Gratis: Kami Merasa Diperhatikan
Menu yang disiapkan pun cukup lengkap. Ada telur, tahu dan tempe bacem, hingga sayur lodeh yang dimasak langsung oleh kader dan relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Menariknya, seluruh proses mulai dari belanja bahan hingga memasak dilakukan sendiri oleh kader partai dan anak-anak muda Baguna. Menurut Messy, hal itu sengaja dilakukan agar para relawan ikut terlibat langsung dan merasakan semangat gotong royong.
Kegiatan Bersama
“Memang sebenarnya bisa pesan katering, mungkin lebih praktis. Tapi kami ingin anak-anak Baguna ikut bergerak, ikut masak, ikut menyiapkan semuanya supaya kegiatan ini benar-benar terasa sebagai kegiatan bersama,” katanya.
Di tengah ramainya warga yang datang, Muhammad Ridho (52), seorang driver ojol asal Jalan Mataram, Kota Semarang, mengaku sangat terbantu dengan adanya program makan gratis tersebut. “Bagus buat ojol dan masyarakat. Sangat membantu,” katanya.
Ridho mengetahui adanya kegiatan tersebut dari grup WhatsApp sesama pengemudi ojol. Informasi yang menyebar cepat membuat banyak rekannya ikut datang.
Baca juga: Pengobatan Gratis di Panti Marhaen Kembali Diserbu Warga
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan ke depannya karena dinilai benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kecil. “Kalau bisa terus dilanjutkan. Teman-teman ojol juga senang karena bisa saling berbagi informasi lewat grup WA,” ujarnya.
Melalui program Dapur Marhaen ini, PDI Perjuangan Jateng berharap kehadiran partai di tengah masyarakat bukan hanya sebatas politik, tetapi juga nyata dalam aksi sosial dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Karena di kota yang biaya hidupnya makin lincah naik tiap bulan, sepiring nasi lodeh gratis kadang lebih cepat bikin rakyat merasa diperhatikan daripada seribu janji politik di atas panggung. (dul)

