BACAAJA, SEMARANG – Nyesek banget dengar cerita ayah korban pelecehan di Pati ini. Niatnya mulia banget, pengen anaknya punya akhlak bagus dan paham agama.
Makanya, si anak dipondokin ke pesantren sejak kelas 1 SMP tahun 2017. Harapannya ya biar jadi orang bermanfaat buat sesama.
Tapi bukannya dididik bener, si anak malah jadi korban pelecehan Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo bernama Ashari. Kabarnya, perlakuan bejat ini sudah kejadian dari tahun 2020.
Bacaaja: BREAKING NEWS: Ashari Kiai Cabul Pati Ditangkap di Wonogiri, Pelarian Sang Wali Berakhir
Bacaaja: The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?
“Dulu niatnya masukin ke pondok berharap dapet ilmu agama, dididik akhlak yang baik. Tapi ternyata anak saya malah jadi korban,” curhat ayah korban dengan nada getir saat ditemui di Semarang, Jumat (8/5/2026).
Ternyata si oknum kiai ini pakai modus “suara alam gaib”. Katanya, apa pun yang dia surul harus dituruti meskipun itu hal negatif.
Santri-santri di sana dipaksa manut total sama omongannya. Kalau berani nolak ancamannya ngeri: jalur keilmuannya bakal diputus total.
Si kiai nakut-nakutin kalau sudah diputus ilmunya, berarti berani sama guru dan berani sama Allah. Doktrin inilah yang bikin korban nggak berani berkutik.
Selama empat tahun, korbar cuma bisa mendem trauma sendirian. Dia cuma berani ngadu ke kakaknya yang kebetulan juga mondok di sana.
Kebohongan ini baru terbongkar setelah si anak lulus SMK. Dia akhirnya jujur ke ibunya soal semua kelakuan bejat si kiai selama di pondok.
Si ayah makin sakit hati karena dia dulu ikut bantu bangun pondok itu. Dia nggak nyangka orang yang dia percaya malah ngerusak masa depan anaknya.
Kasus ini makin panas karena pengacara korban, Ali Yusron, ngaku sempat disogok. Nggak tanggung-tanggung, ada tawaran uang damai sampai Rp400 juta!
Tapi Ali tegas nolak karena ini soal keadilan, bukan soal duit. Apalagi korbannya diduga nggak cuma satu, tapi bisa sampai 50-an santri.
Untungnya sekarang pelaku sudah jadi tersangka. “Kami harap pelaku dihukum sebenar-beratnya,” pinta Ali. (bae)

