Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Batuk Pilek Apa Langsung Kasih Antibiotik?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Anak Batuk Pilek Apa Langsung Kasih Antibiotik?

Padahal menurut dokter spesialis anak, Kanya Ayu Paramastri, sebagian besar kasus batuk pilek pada anak justru disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Artinya, penggunaan antibiotik dalam kondisi seperti itu sebenarnya sering kali tidak diperlukan.

Nugroho P.
Last updated: Mei 8, 2026 2:50 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi antibiotik.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Batuk pilek pada anak sering bikin orangtua langsung panik. Baru hidung meler sedikit atau mulai batuk kecil, obat-obatan langsung disiapkan di rumah. Tidak sedikit juga yang buru-buru mencari antibiotik karena menganggap semua infeksi harus segera “dibasmi” dengan obat tersebut.

Padahal menurut dokter spesialis anak, Kanya Ayu Paramastri, sebagian besar kasus batuk pilek pada anak justru disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Artinya, penggunaan antibiotik dalam kondisi seperti itu sebenarnya sering kali tidak diperlukan.

Penjelasan tersebut disampaikan dr. Kanya dalam sebuah acara peluncuran produk kesehatan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa antibiotik tidak bisa digunakan untuk melawan virus karena cara kerja obat tersebut memang berbeda.

Menurutnya, tubuh anak sebenarnya sudah memiliki sistem pertahanan alami untuk melawan virus penyebab common cold atau flu ringan. Sistem imun itulah yang bekerja menjadi “tentara” utama ketika anak sedang terserang batuk pilek.

Karena itu, pemberian antibiotik sembarangan justru dinilai kurang tepat. Banyak orangtua masih mengira antibiotik adalah solusi cepat supaya anak segera sembuh, padahal obat tersebut hanya efektif untuk infeksi bakteri tertentu.

Fenomena ini memang cukup sering terjadi di masyarakat. Ketika anak mulai rewel, susah tidur, atau pilek berkepanjangan, sebagian orangtua merasa lebih tenang kalau anak langsung diberi antibiotik. Padahal tanpa pemeriksaan dokter, penyebab penyakit belum tentu bakteri.

Penjelasan dr. Kanya juga sejalan dengan informasi dari Mayo Clinic yang menyebut antibiotik tidak disarankan untuk mengobati pilek, flu, maupun sebagian besar infeksi saluran pernapasan pada anak.

Virus menjadi penyebab paling umum gangguan pernapasan ringan pada anak-anak. Karena itu, fokus utama penanganannya bukan langsung memberi antibiotik, melainkan membantu tubuh anak tetap kuat melawan infeksi secara alami.

Menurut dr. Kanya, tidak semua batuk pilek harus langsung diberi banyak obat. Kalau kondisi anak masih aktif bermain, makan masih bagus, dan tidurnya tidak terlalu terganggu, perawatan sederhana di rumah biasanya sudah cukup membantu.

Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain mencuci hidung anak dengan cairan khusus, memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, serta menjaga asupan nutrisi tetap baik. Hal-hal seperti ini justru dianggap lebih penting untuk membantu proses pemulihan.

Namun kalau gejala mulai mengganggu, misalnya hidung mampet membuat tidur anak tidak nyaman atau batuk terus menerus, penggunaan obat pereda gejala boleh dipertimbangkan. Tentunya dengan aturan pakai yang sesuai dan tidak berlebihan.

Di pasaran sendiri memang banyak obat batuk pilek yang dijual bebas. Menurut dr. Kanya, obat yang sudah terdaftar di BPOM dan berstatus OTC atau Over the Counter umumnya aman digunakan sesuai petunjuk.

Meski begitu, orangtua tetap diminta lebih teliti sebelum memberi obat kepada anak. Jangan sampai semua obat diberikan sekaligus tanpa memahami gejala sebenarnya yang dialami si kecil.

Ia mencontohkan kondisi ketika anak sebenarnya tidak demam, tetapi tetap diberi obat yang mengandung penurun panas. Bukannya membantu, tindakan seperti itu justru bisa membuat suhu tubuh turun padahal tidak dibutuhkan.

Kondisi inilah yang disebut sebagai overtreatment atau penanganan berlebihan. Niat awal ingin anak cepat sembuh, tetapi justru berisiko memberi efek yang sebenarnya tidak perlu bagi tubuh anak.

Selain penggunaan obat, menjaga daya tahan tubuh juga disebut sebagai fondasi paling penting agar anak tidak mudah sakit. Pola makan bergizi, tidur cukup, aktivitas fisik, hingga imunisasi punya peran besar dalam menjaga kesehatan anak secara keseluruhan.

Dr. Kanya menekankan pentingnya protein hewani, mikronutrien, dan kualitas tidur dalam membangun sistem imun anak. Kebiasaan sederhana seperti makan teratur dan istirahat cukup ternyata jauh lebih berpengaruh dibanding sekadar mengandalkan obat.

Orangtua juga diminta tidak terlalu panik saat anak mengalami batuk pilek biasa. Sebab kondisi tersebut memang sangat umum terjadi, terutama pada anak-anak yang mulai aktif bermain atau sekolah dan sering bertemu banyak orang.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang tetap harus diwaspadai. Jika anak mulai sesak napas, tampak lemas, mengalami dehidrasi, demam tinggi, atau tidak membaik setelah dirawat di rumah, maka pemeriksaan dokter menjadi langkah penting yang tidak boleh ditunda.

Batuk pilek memang terlihat sepele, tetapi cara penanganannya tetap perlu tepat. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai justru bisa membawa dampak buruk dalam jangka panjang, termasuk risiko resistensi antibiotik yang membuat obat menjadi kurang efektif di kemudian hari. (*)

You Might Also Like

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

Sidang Vonis Aktivis Pati Disorot! Putri Gus Dur hingga Ketua BEM UGM Datang, Ingatkan Soal Ini

Dari Bali Sampai Madura, Sekolah Rakyat Terus Bertambah Cepat

PLN Icon Plus Kenalkan Wastra Lokal Borobudur, Hadirkan Dukungan bagi Kerajinan Batik Tulis Tingal Art

Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan

TAGGED:anakantibiotikbatuk pilek
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MANTAN PENYIDIK - Mantan penyidik KPK Novel Baswedan. Novel Baswedan Semprot Sidang Militer Kasus Andrie Yunus: Orang Tidak Kompeten!
Next Article Sindikat Joki UTBK Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Meriah, Lomba Senam Lansia se-Kecamatan Banyumanik, Agustina: Semua Jadi Juara

Bimtek Aswakada, Iswar Bawa Misi Borong Ide untuk Semarang

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Cashback Rp50.000, Begini Caranya

PROGRES PENGERJAAN - Progres pembangunan proyek infrastruktur Tol Semarang-Demak Seksi I mencapai 79,42 persen pada 22 Oktober 2026. (ist)

WNI Susah Cari Kerja, Proyek Tol Semarang-Demak Malah Digarap TKA Ilegal dari Tiongkok

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Libur Nataru, Polda Jateng Kerahkan 28 Ribu Personel

Desember 18, 2025
Info

Ramadan Datang, Tapi Hati Kok Tetap Kosong? Ada yang Salah?

Februari 24, 2026
CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui pelaksanaan Daily Health Checking yang dilakukan secara rutin sebelum aktivitas kerja dimulai, agar semua lini dapat memberikan layanan yang andal kepada masyarakat.
Ekonomi

Daily Health Checking Jadi Rutinitas, PLN Icon Plus Perkuat Budaya HSSE demi Layanan Andal

Juli 17, 2026
Hukum

AKBP Basuki Masih Andalkan Jurus Langkah Seribu Hindari Wartawan

Mei 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Batuk Pilek Apa Langsung Kasih Antibiotik?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?