Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Masih Sepi Koperasi Merah Putih, Baru Satu Jalan Duluan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Semarang Masih Sepi Koperasi Merah Putih, Baru Satu Jalan Duluan

Di tengah gencarnya program pembentukan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah, kondisi di Semarang justru bikin banyak orang bertanya-tanya. Sebab dari ratusan kelurahan yang ada, baru Kelurahan Sampangan di Kecamatan Gajahmungkur yang sudah memiliki koperasi aktif lengkap dengan gedung dan kegiatan operasional.

Nugroho P.
Last updated: Mei 7, 2026 7:02 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi koperasi merah putih (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Status Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah mendadak jadi sorotan setelah diketahui baru memiliki satu Koperasi Kelurahan Merah Putih atau KKMP yang benar-benar beroperasi. Padahal kota ini punya 177 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan.

Di tengah gencarnya program pembentukan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah, kondisi di Semarang justru bikin banyak orang bertanya-tanya. Sebab dari ratusan kelurahan yang ada, baru Kelurahan Sampangan di Kecamatan Gajahmungkur yang sudah memiliki koperasi aktif lengkap dengan gedung dan kegiatan operasional.

Sementara 176 kelurahan lainnya masih belum menunjukkan aktivitas serupa. Situasi ini pun jadi perhatian karena Semarang selama ini dianggap sebagai pusat pemerintahan sekaligus wajah utama Jawa Tengah.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, mengaku pihaknya sudah mengetahui kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan dan pengoperasian Koperasi Merah Putih memang masih membutuhkan pendampingan karena program ini tergolong baru berjalan.

Eddy menyebut bukan cuma Semarang yang masih tertinggal dalam pembangunan koperasi tersebut. Ia mengatakan ada satu kota lain di Jawa Tengah yang juga belum menunjukkan perkembangan maksimal terkait operasional Koperasi Merah Putih.

Meski begitu, Eddy belum membuka secara rinci kota mana yang dimaksud. Ia hanya memastikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi agar pembangunan dan operasional koperasi bisa dipercepat.

Menurut Eddy, data yang masuk sebenarnya menunjukkan proses pembangunan sudah berjalan di sejumlah titik. Bahkan sebagian sudah masuk tahap verifikasi. Namun pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ulang supaya perkembangan di lapangan benar-benar sesuai laporan administrasi.

Di sisi lain, satu-satunya KKMP yang sudah berjalan di Kelurahan Sampangan kini jadi perhatian tersendiri. Lokasi itu dianggap menjadi contoh awal bagaimana konsep koperasi berbasis kelurahan dijalankan di Kota Semarang.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan gagasan yang didorong untuk memperkuat ekonomi masyarakat lewat sistem koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah berharap koperasi ini nantinya bisa menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus penggerak ekonomi warga.

Secara keseluruhan, Jawa Tengah sebenarnya sudah mencatat angka operasional yang cukup tinggi. Dari total ribuan koperasi yang direncanakan, sebanyak 6.271 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih disebut sudah mulai beroperasi.

Jumlah itu setara sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan di Jawa Tengah. Angka tersebut bahkan diklaim sudah melampaui target nasional yang berada di kisaran 60 persen.

Namun di balik capaian itu, masih ada sekitar 2.252 koperasi atau sekitar 27 persen yang belum berjalan. Semarang menjadi salah satu daerah yang paling disorot karena statusnya sebagai ibu kota provinsi dianggap seharusnya bisa lebih cepat bergerak.

Eddy mengatakan pihaknya tetap menargetkan seluruh Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah bisa beroperasi penuh. Karena itu, evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar hambatan yang ada bisa segera diatasi.

Dalam proses pengembangannya, pengurus koperasi ternyata juga menghadapi sejumlah masalah di lapangan. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah soal ketersediaan barang subsidi yang menjadi bagian penting dari aktivitas koperasi.

Menurut Eddy, beberapa pengurus mengaku kesulitan mendapatkan pasokan barang subsidi secara stabil. Padahal stok tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan utama koperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Pemerintah sebenarnya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia barang subsidi seperti Bulog, Pertamina, hingga Pupuk Indonesia. Kontrak kerja sama itu dibuat untuk memastikan distribusi barang ke koperasi berjalan lancar.

Meski begitu, praktik di lapangan ternyata belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih ada momen tertentu ketika stok barang subsidi dianggap belum mencukupi kebutuhan koperasi yang sudah mulai berjalan.

Eddy mengakui persoalan itu menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya. Koordinasi rutin terus dilakukan supaya distribusi barang subsidi bisa lebih stabil dan tidak menghambat operasional koperasi di daerah.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah tetap optimistis program Koperasi Merah Putih bisa berkembang lebih luas. Sebab konsep koperasi ini dinilai punya potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari level paling bawah.

Bagi warga Semarang sendiri, kondisi baru satu koperasi aktif ini cukup mengejutkan. Banyak yang mengira pembangunan koperasi sudah berjalan merata di seluruh kelurahan karena program tersebut cukup sering dibicarakan dalam beberapa waktu terakhir.

Kini perhatian tertuju pada langkah percepatan yang akan dilakukan pemerintah daerah dan provinsi. Apalagi Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah dianggap punya peran penting dalam menunjukkan keberhasilan program tersebut.

Kalau pembangunan berjalan cepat, bukan tidak mungkin ratusan kelurahan lain di Semarang bakal segera menyusul memiliki Koperasi Merah Putih aktif seperti yang sudah lebih dulu berjalan di Sampangan. (*)

You Might Also Like

Shadow Economy Mau Diawasi, UMKM Jangan Ikut Diseret-seret!

Menuju Energi Bersih, PLN Siapkan PLTS Berbaterai untuk Karimunjawa

Siap-Siap, Kemenhub Bilang 24 Desember Bakal Jadi Hari Paling Ramai Se-Indonesia

Kota Lama Makin Hidup, Bodjong Night Market Buka Sampai Subuh

DPR Gaspol Dorong Energi Terbarukan Buat Wilayah 3T, Biar Gak Gelap Terus!

TAGGED:kdmpkoperasikoperasi merah putih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jantung Terlihat Baik-Baik, Tiba-Tiba Tubuh Mendadak Tumbang Sendirian
Next Article Bus ALS Tabrak Truk BBM, Api Langsung Lahap Belasan Penumpang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Fakta Kidal Bukan Sekadar Beda, Banyak Kejutan yang Jarang Disadari

TABRAKAN--KA Harina menabrak truk boks yang terobos palang perlintasan kereta di Semarang, Senin (22/6/2026) sore. (ist)

‘Ciuman Kecil’ KA Harina untuk Truk Boks yang Nekat Terobos Palang di Semarang

Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.

Drama Sel Mewah Lapas Blitar Belum Tamat, Tiga Petugas Dinonaktifkan Sementara

Selamatkan Pelajar Tenggelam, Polisi Ini Gugur Dapat Bonus Kenaikan Pangkat dari Kapolri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Dana Negara Digelontor, Bank Mandiri Gas Kredit Sektor Produktif

Maret 31, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T

Februari 13, 2026
Pengurus Kopdes Merah Putih Pekopen menjalankan usaha koperasi dengan menjual saruy-sayuran segar, Kamis (1072025). (humas pemprov)
Unik

Luthfi Klaim Koperasi Merah Putih di Jateng Mampu Serap 68.000 Tenaga Kerja, Bagaimana Perhitungannya?

Juli 12, 2025
Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
Ekonomi

Gula-Gula Pahit: Petani Tebu Keok, Mafia Gula Makin Oke, Pemerintah Kok Diam Aja?

September 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Masih Sepi Koperasi Merah Putih, Baru Satu Jalan Duluan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?