BACAAJA, MUSI RAWAS UTARA – Jalan Lintas Sumatera mendadak berubah jadi lautan api setelah kecelakaan maut melibatkan bus ALS, truk tangki BBM, dan satu sepeda motor terjadi di wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu siang. Suasana yang awalnya ramai kendaraan seketika berubah mencekam saat kobaran api membesar dan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
Insiden tragis itu bukan cuma meninggalkan kendaraan hangus terbakar, tapi juga menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia dan sebagian besar ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat terbakar di lokasi kecelakaan.
Petugas BPBD Kabupaten Muratara yang berada di lokasi mengungkap detik-detik sebelum tabrakan maut itu terjadi. Berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru.
Di tengah perjalanan, bus diduga mengalami masalah setelah muncul percikan api dari bagian kendaraan. Situasi itu membuat sopir berusaha mengarahkan bus ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Namun nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki pengangkut BBM dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak bisa dihindari dan benturan keras langsung terjadi di tengah jalan lintas tersebut.
Benturan itu memicu ledakan api yang begitu cepat membesar. Kobaran langsung melahap badan bus ALS dan truk tangki dalam hitungan menit. Satu sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut tersambar api hingga hangus terbakar.
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Muratara, Mugono, mengatakan seluruh korban meninggal sudah dievakuasi menuju RS Siti Aisyiah Lubuklinggau untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Menurut Mugono, total korban meninggal dalam peristiwa itu mencapai 16 orang. Dari jumlah tersebut, 14 korban merupakan penumpang bus ALS, sementara dua lainnya adalah sopir dan kenek truk tangki BBM.
Petugas juga menemukan beberapa korban dalam kondisi sulit dikenali akibat tubuh yang terbakar. Proses identifikasi pun dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan di rumah sakit.
Selain korban meninggal, ada empat orang yang berhasil selamat dari kecelakaan mengerikan tersebut. Namun kondisi mereka juga memprihatinkan karena mengalami luka bakar serius.
Tiga korban selamat mengalami luka bakar berat dan saat ini menjalani perawatan intensif. Sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan dan sudah mendapat penanganan medis lebih dulu di fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk.
Di lokasi kejadian, suasana sempat penuh kepanikan. Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berusaha mendekat untuk memberi pertolongan, namun panas api yang sangat besar membuat proses evakuasi berjalan sulit.
Beberapa saksi menyebut kobaran api membesar sangat cepat sesaat setelah benturan terjadi. Tangki BBM yang terlibat kecelakaan membuat api langsung menyebar dan menghanguskan kendaraan hanya dalam waktu singkat.
Bus ALS sendiri dikenal sebagai salah satu armada legendaris yang melayani jalur Sumatera lintas provinsi. Karena itu, kabar kecelakaan ini langsung menyebar luas dan memicu duka mendalam di berbagai daerah.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Dugaan sementara mengarah pada bus yang kehilangan kendali sebelum akhirnya masuk ke jalur berlawanan.
Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, M Karim, membenarkan bahwa proses identifikasi korban masih terus dilakukan hingga malam hari.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi kendaraan yang tersisa setelah terbakar hebat. Sebab sebagian besar badan kendaraan sudah hangus dan menyulitkan proses investigasi.
Identitas sopir truk tangki diketahui bernama Yanto, sementara penumpangnya bernama Martini. Keduanya dilaporkan meninggal dunia di dalam kendaraan saat kobaran api membesar usai benturan.
Di sisi lain, identitas penumpang bus ALS masih didalami satu per satu. Banyak keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit untuk mencari informasi terkait anggota keluarganya yang ikut dalam perjalanan tersebut.
Kecelakaan ini juga membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera sempat lumpuh total. Antrean kendaraan mengular cukup panjang karena proses pemadaman api dan evakuasi korban berlangsung berjam-jam.
Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, tenaga medis, hingga warga sekitar bekerja bersama di tengah kondisi yang penuh asap dan panas. Proses pemadaman dilakukan ekstra hati-hati karena kendaraan tangki membawa muatan BBM yang sangat mudah terbakar.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan paling mematikan di wilayah Muratara dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah korban yang besar serta kondisi kendaraan yang hangus membuat suasana duka terasa begitu berat.
Kini perhatian tertuju pada proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan. Sementara keluarga korban masih menunggu kepastian kabar orang-orang tercinta yang menjadi penumpang dalam perjalanan nahas tersebut. (*)

