Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan

Di saat kendaraan lalu-lalang tanpa henti, ada satu hal yang justru nggak ikut “hadir” di perlintasan Brumbung: palang pintu. Sisanya? Rasa was-was yang tiap hari ikut lewat bareng pengendara.

T. Budianto
Last updated: Mei 6, 2026 11:50 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PERLINTASAN BRUMBUNG: Sebuah mobil pikap melintas di perlintasan kereta api di kawasan Brumbung, Mranggen, Demak, Selasa (5/5/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, DEMAK- Perlintasan kereta api di kawasan Brumbung, Mranggen, Demak kembali menjadi sorotan. Jalur ini diketahui aktif dilalui kereta, sekaligus ramai dilewati pengendara setiap harinya. Namun ironisnya, perlintasan tersebut belum dilengkapi palang pintu, meski telah terjadi kecelakaan sebelumnya.

Berdasarkan data dari berbagai laporan keselamatan perkeretaapian di Indonesia, perlintasan sebidang tanpa palang memang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan.

Data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyebutkan bahwa sebagian besar kecelakaan di perlintasan kereta terjadi di titik-titik tanpa penjagaan optimal atau tanpa palang pintu. Faktor kelalaian pengguna jalan dan minimnya fasilitas keselamatan menjadi penyebab utama.

Baca juga: 41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”

Dari pantauan di lokasi, arus kendaraan tampak cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk. Sepeda motor dan mobil silih berganti melintasi rel, sering kali tanpa perlindungan maksimal selain penjagaan manual.

Salah satu penjaga lintasan, Anto (39) mengakui bahwa kecelakaan pernah terjadi di lokasi tersebut, meski dirinya tidak mengetahui detail kejadiannya. “Di sini memang pernah terjadi kecelakaan, tapi saya tidak tahu kronologinya,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyinggung kemungkinan faktor penyebab kecelakaan yang berkaitan dengan fasilitas keselamatan yang belum memadai. “Mungkin faktornya juga dari palang kereta, mas,” tambahnya.

Ramai Anak

Kekhawatiran juga datang dari warga sekitar. Hidayati (37), salah satu warga, mengaku hingga kini masih merasa was-was, terutama terhadap anak-anak yang sering bermain di sekitar rel.

“Semenjak ada kejadian kecelakaan di sini, saya sampai sekarang was-was kalau ada anak-anak main dekat situ. Anak saya juga saya larang keras untuk main dekat-dekat situ. Tapi namanya anak-anak, kalau ada kereta kan mereka penasaran, walaupun setiap hari sudah sering melihatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi perlintasan yang ramai seharusnya diimbangi dengan fasilitas keselamatan yang memadai. Ia berharap ada solusi nyata untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca juga: Palang Sudah Turun, Gas Masih Naik: Drama Harian di Perlintasan Jrakah

“Daerah sini aktif, mas. Maka dari itu kan harus ada solusi untuk rel itu. Harusnya ya dikasih palang, tidak cuma ada yang jaga. Takutnya namanya juga manusia, kalau luput terus kejadian kecelakaan lagi, siapa yang mau bertanggung jawab,” tegasnya.

Perlintasan tanpa palang seperti di Brumbung ini menjadi gambaran nyata masih adanya celah dalam sistem keselamatan transportasi. Tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin kecelakaan serupa akan kembali terjadi.

Di tempat di mana kereta melaju pasti sesuai jadwal, justru rasa aman yang datangnya masih suka telat, dan kadang sayangnya, kalah cepat dari kejadian yang nggak diharapkan. (dul)

You Might Also Like

HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir

Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Suyudi Orang Baik

War Tiket Dimulai! Mudik Gratis Kemenhub 2026 Siap Dibuka

Polemik Pembatasan Konten Karhutla di Medsos, Begini Respons Komdigi

Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken

TAGGED:headlinekai daop 4pemkot semarangperlintasan liar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menemui massa aksi saat peringatan Haru Buruh Internasional atau May Day di depan kantor Gubernuran, Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul) TPPD Jateng Resmi Dibubarin, Pengamat Singgung Beban Anggaran
Next Article Belasan Jiwa Terdampak Longsor Kalialang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

Modal Rp3 Juta, Film Siswa Pandanarum Go Internasional

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kebersamaan Mohammad Saleh dengan warga korban banjir bandang di kawasan lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang (27/01/2026). (ist)
Info

Dampak Banjir di Jateng, M Saleh: Pemulihan Pendidikan Nggak Boleh Nunggu Lama

Februari 20, 2026
Fokus

Dialek Semarangan Sangat Egaliter, “Ndasmu” Pun Dianggap Wajar

Mei 15, 2026
Daerah

UMK Semarang Nggak Bisa Seenaknya, Semua Harus Ikut Aturan Pusat

November 8, 2025
KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)
Hukum

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

Juni 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?