Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bayi Kejang Bikin Panik, Ini Cara Cepat Orangtua Bantu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Bayi Kejang Bikin Panik, Ini Cara Cepat Orangtua Bantu

Kondisi seperti ini sering muncul tanpa aba-aba. Dalam hitungan detik, suasana bisa berubah tegang. Padahal, di saat seperti itulah ketenangan orangtua jadi kunci utama supaya penanganan awal bisa dilakukan dengan benar.

Nugroho P.
Last updated: Mei 5, 2026 11:18 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi bayi kejang (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Momen ketika bayi tiba-tiba kejang memang bisa bikin jantung serasa jatuh. Tubuh kecil yang biasanya tenang mendadak kaku, bergetar, bahkan matanya terlihat berbeda. Banyak orangtua langsung panik, bingung harus ngapain dulu, dan itu wajar banget.

Kondisi seperti ini sering muncul tanpa aba-aba. Dalam hitungan detik, suasana bisa berubah tegang. Padahal, di saat seperti itulah ketenangan orangtua jadi kunci utama supaya penanganan awal bisa dilakukan dengan benar.

Kejang pada bayi sendiri punya banyak penyebab. Mulai dari demam tinggi, infeksi, sampai gangguan tertentu dalam tubuh. Yang sering terjadi adalah kejang demam, terutama saat suhu tubuh bayi naik drastis di atas 38 derajat.

Meski terlihat menakutkan, sebagian besar kejang pada bayi bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi jangan salah, beberapa menit pertama itu krusial banget. Cara orangtua merespons bisa sangat berpengaruh pada keselamatan si kecil.

Makanya, penting buat tahu tanda-tanda awal kejang. Dengan begitu, orangtua bisa langsung sigap tanpa harus menebak-nebak situasi yang sedang terjadi.

Biasanya bayi yang kejang akan menunjukkan respons yang nggak biasa. Saat diajak bicara atau disentuh, reaksinya bisa minim bahkan tidak merespons sama sekali.

Selain itu, tangan bayi sering terlihat mengepal, tubuhnya kaku, dan punggung bisa melengkung. Kondisi ini sering bikin orangtua makin panik karena terlihat tidak seperti biasanya.

Kulit bayi juga bisa terasa panas, kemerahan, dan berkeringat. Kalau kejang dipicu demam, suhu tubuh biasanya memang sedang tinggi-tingginya.

Ada juga tanda lain seperti kedutan di wajah, mata yang menyipit atau berputar ke atas, hingga air liur yang keluar tanpa disadari. Dalam beberapa kasus, bayi bahkan bisa muntah atau kehilangan kontrol buang air.

Begitu melihat tanda-tanda itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Kedengarannya klise, tapi ini penting supaya tindakan yang diambil tidak malah membahayakan.

Segera singkirkan benda-benda di sekitar bayi yang bisa melukai. Pastikan area di sekitarnya aman dan bebas dari benda keras atau tajam.

Letakkan bantalan lembut seperti bantal kecil atau handuk gulung di sekitar tubuh bayi. Ini untuk mencegah benturan saat tubuhnya bergerak tanpa kontrol.

Yang sering keliru, banyak orang mencoba menahan tubuh bayi agar tidak bergerak. Padahal, ini justru tidak dianjurkan. Biarkan kejang berlangsung, selama bayi berada di posisi aman.

Hal lain yang harus dihindari adalah memasukkan benda apa pun ke dalam mulut bayi. Ini termasuk sendok atau makanan, karena bisa berisiko menyumbat jalan napas.

Orangtua juga bisa mencoba menenangkan dengan suara lembut. Meski bayi mungkin tidak merespons, suara yang familiar bisa membantu menciptakan suasana lebih stabil.

Setelah kejang berhenti, barulah lakukan langkah lanjutan. Lepaskan pakaian yang terlalu tebal dan bantu menurunkan suhu tubuh bayi secara perlahan jika sebelumnya demam.

Posisikan bayi miring atau dalam posisi pemulihan supaya jalan napas tetap terbuka. Ini penting terutama jika bayi terlihat lemas atau belum sepenuhnya sadar.

Kalau kejang berlangsung lama atau tidak kunjung berhenti, jangan tunda untuk membawa bayi ke fasilitas kesehatan. Penanganan medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisi aman.

Satu hal yang sering dilupakan, catat durasi kejang yang terjadi. Informasi ini sangat membantu dokter dalam menentukan langkah pemeriksaan selanjutnya.

Dari sisi penyebab, kejang bisa dipicu infeksi virus maupun bakteri. Beberapa kondisi seperti radang otak atau meningitis juga bisa memicu kejang pada bayi.

Selain itu, gangguan seperti hidrosefalus atau bahkan kondisi neurologis seperti cerebral palsy juga dapat berkaitan dengan kejang. Meski begitu, tidak semua kejang berarti kondisi berat, jadi tetap perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Pada akhirnya, memahami langkah pertolongan pertama bisa bikin orangtua lebih siap menghadapi situasi darurat ini. Bukan sekadar mengurangi panik, tapi juga memberi perlindungan terbaik untuk si kecil di momen yang paling genting. (*)

You Might Also Like

Kurma Nggak Cuma Manis, Cara Simpannya Bikin Awet

Badan Langsing Tapi Kolesterol Tinggi, Kok Bisa Sih?

Banyak Ganjalan dan Kebanyakan ‘Tab Kebuka’ di Otak, Bikin Kamu Cepek Tanpa Disadari

Mau Perjalanan Jauh,  Jadi Tenang Kalau Doa Ini Nggak Ketinggalan

Buka Puasa Kalap? Timbangan Ikut Balas Dendam

TAGGED:bayibayi kejangkejangpertolongan pertama bayi kejangsolusi bayi kejang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kulit Bawang Disulap Jadi Pupuk, Mahasiswa UNY Bikin Warga Melongo
Next Article Tertidur Tenang Tapi Tak Bangun, Ini Risiko Medis yang Sebenarnya Tersembunyi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Audit Diprotes, Kades Hoho Siap Lawan Lewat Jalur Hukum

Seleksi Perangkat Desa Mandek, Bupati Banjarnegara Tahan Pengangkatan Perangkat Purwasaba

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

Aktivis BEM FH Undip cs mengirim amicus curiae ke MK. (ist)

BEM FH Undip Kirim Amicus Curiae ke MK, Kritisi UU TNI yang Problematik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Batik Pintar Buat Badan Berisi, Bikin Tampilan Makin Ramping

Januari 12, 2026
Tips

Cocok Banget Buat Pemudik! Zikir di Tanjakan dan Turunan ala Rasulullah

Maret 15, 2026
Tips

Sebelum Mudik Gaspol, Catat Dulu Nomor Darurat Penting Ini

Maret 14, 2026
Tips

Doyan Pedas Boleh, Tapi Jangan Sampai Usus Protes Keras

Maret 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bayi Kejang Bikin Panik, Ini Cara Cepat Orangtua Bantu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?