Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fabregas Bebas Bangun ‘Kerajaan’ di Como, Pantesan Ogah Pindah dari Klub Keluarga Djarum
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Fabregas Bebas Bangun ‘Kerajaan’ di Como, Pantesan Ogah Pindah dari Klub Keluarga Djarum

R. Izra
Last updated: Mei 5, 2026 2:20 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
OGAH PINDAH KLUB - Pelatih klub Como 1907, yang berlaga di Serie A Liga Italia, Cesc Fabergas.
OGAH PINDAH KLUB - Pelatih klub Como 1907, yang berlaga di Serie A Liga Italia, Cesc Fabergas.
SHARE

BACAAJA, COMO — Cesc Fabregas bebas mengekpresikan semua ide-idenya di dalam dan luar lapanga. Mantan pemain Barcelona itu sangat berterima kasih kepada keluarga Hartono, bos Djarum, selaku pemilik klub sepak bola Como 1907.

Kalau biasanya pelatih cuma fokus di pinggir lapangan, beda cerita sama Cesc Fabregas. Di Como 1907, dia bukan cuma pelatih, tapi juga arsitek di balik proyek besar klub.

Mulai dari taktik, transfer pemain, sampai desain fasilitas latihan. Semua ada campur tangan Fabregas secara langsung.

Bacaaja: Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026
Bacaaja: Keren Nih! BRI Resmi Jadi Sponsor Barcelona sampe 2027, Fans Indonesia Akses Eksklusif

Dan itu bukan kebetulan. Eks gelandang Arsenal dan Chelsea ini memang dikasih kepercayaan penuh buat ngebangun Como sesuai visinya.

Singkatnya, keluarga pemilik Djarum ngebebasin Fabergas membangun ‘kerajaan’ seperti kemauannya di Como, yang saat ini jadi klub kuda hitam Liga Italia Serie A.

Salah satu hal yang mungkin dianggap sepele, tapi penting bagi Fabregas, adalah ikut turun langsung ngedesain gym di pusat latihan Como 1907.

Nggak asal bikin, dia bahkan kolaborasi sama arsitek pilihan, biar hasilnya sesuai standar yang dia mau. Inspirasinya datang dari mantan manajernya dulu sewaktu di Arsenal, Arsene Wenger.

Konsepnya sederhana tapi kena: gym harus punya view langsung ke lapangan. Tujuannya? Biar pemain yang lagi cedera tetap ngerasa dekat sama tim.

“Gym itu saya desain sendiri, termasuk kaca di depannya. Saya belajar dari Wenger,” kata Fabregas.

Nggak berhenti di situ, bangunan lama di Como juga dia rombak total. Mulai dari fasilitas makan sampai lapangan latihan—semuanya di-upgrade sesuai versinya.

Sampai bebas ngubah ukuran lapangan

Fabregas juga bikin keputusan yang cukup berani di Italia: memperlebar ukuran lapangan stadion. Kenapa? Karena dia pengen Como main dominan, pegang bola, dan tampil menyerang.

“Kalau mau kuasai bola, lapangan harus lebih lebar,” ujarnya.

Keputusan ini sempat dikritik, karena sebagian orang Italia lebih suka gaya bertahan dengan lapangan yang lebih sempit. Tapi Fabregas santai. Buat dia, itu cuma beda cara pandang soal sepak bola.

Salah satu alasan kenapa Fabregas betah di Como: kebebasan penuh dari pemilik klub, yakni Keluarga Hartono.

Semua keputusan penting, termasuk transfer pemain, harus lewat dia. Data dan scouting tetap dipakai, tapi feeling dan keyakinan Fabregas jadi penentu akhir.

“Saya sangat beruntung punya presiden yang percaya penuh,” katanya.

Perjalanan Como juga nggak biasa. Menurut Fabregas, mereka bahkan memulai dari “minus 10”, bukan nol.

Tapi sekarang? Klub ini mulai naik level dan pelan-pelan jadi penantang serius di Serie A. Buat Fabregas, Como itu kayak kampus kehidupan.

“Saya merasa seperti di universitas. Harus ambil banyak keputusan, dan itu bikin saya belajar cepat,” ujarnya.

Dari pemain top dunia, sekarang jadi pelatih yang bangun klub dari nol, atau bahkan minus. Dan sejauh ini, Fabregas nggak cuma ngelatih. Dia lagi bangun kerajaan kecilnya sendiri di Como. (*)

You Might Also Like

Heboh Perempuan Tailan Boleh Miliki 4 Suami, Usul Calon Perdana Menteri Legalkan Poliandri

Husein Pati ‘Si Penjilat’ Teriak Lantang di Tipikor Semarang: Sudewo Korban Politik!

ASN Bisa Long Weekend Tiap Pekan? WFH pada Hari Jumat Resmi Diterapkan

Aktivis Semarang Diciduk: Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

TAGGED:cesc fabregascomo 1907djarumfabergasheadlinekeluarga hartonoliga italiaserie a
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nikah Empat Tahun, Dokter Ini Baru Tahu Suami Bohong dan Nilap Asetnya Rp1Milyar
Next Article Kasus Ponpes Pati: Baru 1 Korban Lapor, Lainnya Masih Diam atau Dipaksa Diam?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MINTA MAAF--Dokter Benny C. Sihombing meminta maaf usia berkomentar sinis di media sosial terhadap warganet yang curhat soal layanan pengguna BPJS. (ist)

Dokter Penghujat Pasien BPJS Ramai-ramai Bilang Maaf setelah Korban Meninggal Dunia

TILANG - Ilustrasi polisi lalu lintas (Polantas) melakukan tilang manual terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Polisi Kembali Berlakukan Tilang Manual? Kakorlantas Bilang Begini

PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist)

Viral Keluhan Pasien BPJS Ditanggapi Sadis Dokter hingga Korban Meninggal, RSUP dr Sardjito Buka Suara

Penduduk Indonesia Tembus 290 Juta Jiwa

Nyaris Batal Berangkat, Tim POTBI Jateng Pulang Bawa Gelar Juara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Jaksa mengangkat sebagian uang sitaan korupsi Bank Jateng Rp10,9 miliar. (bae)
Hukum

Pamer Uang Rp10,9 Miliar, Jaksa Kejari Semarang: Sitaan Korupsi Bank Jateng

Desember 9, 2025
Hukum

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

Februari 4, 2026
Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)
Info

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Februari 11, 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) di Stasiun Bekasi Timur, mengecek kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrak dan KRL Commuter.
Info

Tabrakan Kereta Banyak Makan Korban Jiwa, DPR Sorot Gagalnya Sistem Keselamatan

April 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fabregas Bebas Bangun ‘Kerajaan’ di Como, Pantesan Ogah Pindah dari Klub Keluarga Djarum
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?