BACAAJA, SEMARANG – Momen Hari Jadi ke-479 Kota Semarang tahun ini nggak cuma diisi kemeriahan acara. Di saat warga lagi merayakan, banjir justru ikut datang dan jadi sorotan.
Hujan deras yang turun sejak malam bikin sejumlah ruas jalan tergenang. Air bahkan naik hampir setinggi mata kaki di beberapa titik, bikin arus lalu lintas langsung tersendat.
Pantauan di lapangan, genangan terlihat di kawasan Jl. Brigjen Katamso, Karangtempel, hingga Jl. Jenderal Sudirman, Karangayu.
Bacaaja: 15 Negara Siap Ramaikan Semarang Night Carnival 2026
Bacaaja: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
Pengendara motor harus ekstra hati-hati, bahkan ada yang terpaksa minggir karena kendaraannya mogok setelah nekat nerobos air.
Lampu kendaraan yang memantul di genangan bikin suasana makin dramatis, tapi jelas nggak nyaman buat pengguna jalan.
Isna (26), salah satu pengendara, mengaku motornya sempat mati di tengah jalan. Ia menilai, banjir ini bukan sekadar soal hujan.
“Menurut saya ini bukan karena alam. Infrastruktur yang harus dibenahi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (02/05/2026).
Keluhan serupa juga datang dari Muhsin (37). Ia heran, hujan baru beberapa jam tapi dampaknya langsung terasa.
“Baru hujan sebentar saja sudah banjir segini. Kalau seharian gimana?” katanya.
Fenomena ini kembali jadi pengingat kalau persoalan banjir di Semarang belum benar-benar selesai. Di tengah perayaan ulang tahun kota, kondisi ini justru memantik kritik dari warga.
Banyak yang menilai, momen seperti ini seharusnya jadi bahan evaluasi, bukan cuma seremoni tahunan. Infrastruktur, terutama sistem drainase, dinilai masih perlu perhatian serius.
Warga pun berharap ke depan perayaan HUT kota bisa benar-benar dirasakan tanpa “gangguan klasik” yang terus berulang tiap musim hujan.
Event tak dilanjutkan, SNC 2026 batal

Lantaran kondisi yang tak memungkinkan, gelaran rangkaian Semarang Night Carnival (SNC) 2026 tak dilanjutkan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan langsung permohonan maaf ke warga atas keputusan tersebut. Ia menegaskan, pembatalan ini bukan tanpa alasan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas penundaan event Semarang Night Carnival pada malam hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi di lapangan memang nggak memungkinkan. Hujan dengan intensitas tinggi bikin sejumlah titik tergenang, bahkan kawasan Simpang Lima dilaporkan banjir sampai setinggi lutut orang dewasa.
Situasi ini jelas berisiko, apalagi event digelar di ruang terbuka dengan melibatkan banyak peserta dan penonton.
“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan warga, peserta, maupun petugas di lapangan,” tegasnya.
Pemkot memilih langkah aman daripada memaksakan acara tetap berjalan. Keselamatan jadi prioritas utama, meski harus mengorbankan momen yang sudah dinanti banyak orang.
Pembatalan ini juga jadi gambaran nyata bagaimana cuaca ekstrem masih jadi tantangan besar, bahkan di momen perayaan kota sekalipun. (dul)

