BACAAJA, SEMARANG – Peringatan May Day di Jawa Tengah tahun ini tak hanya diwarnai aksi dan tuntutan buruh, tetapi juga mendapat respons langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menemui massa aksi di depan kantor Gubernuran, Semarang, Jumat (1/5/2026) sore.
Di hadapan peserta aksi, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas jalannya peringatan May Day yang dinilai berlangsung tertib dan aman di berbagai daerah.
“Hari ini pelaksanaan May Day di 35 kabupaten/kota berjalan tertib dan aman,” ujarnya.
Bacaaja: Cerita Pedagang Kecil Raup Cuan di Sela Aksi May Day: Saling Support
Bacaaja: Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan
Menurutnya, situasi yang kondusif tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik, terutama bagi iklim investasi di Jawa Tengah.
“Keamanan ini menjadi salah satu faktor penting untuk menarik kepercayaan, baik dari dalam maupun luar, untuk berinvestasi di Jawa Tengah,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum bagi buruh untuk terus mengawal hak dan kewajiban dalam dunia kerja.
Selain itu, pemerintah provinsi, kata dia, telah berupaya memberikan berbagai dukungan di luar aspek upah. Salah satunya melalui pembentukan ratusan koperasi karyawan di berbagai wilayah.
“Saat ini sudah terbentuk 253 koperasi karyawan. Ini menjadi salah satu upaya untuk memotong rantai distribusi kebutuhan pokok,” jelasnya.
Melalui koperasi tersebut, pemerintah berharap harga bahan pokok bisa lebih terjangkau bagi para buruh, sehingga dapat membantu meringankan beban hidup sehari-hari.
Pernyataan gubernur ini menjadi bagian dari rangkaian dinamika May Day di Semarang, yang sebelumnya juga diwarnai berbagai tuntutan dari buruh dan mahasiswa terkait upah, kebijakan ketenagakerjaan, hingga isu sosial lainnya.
Di tengah perbedaan pandangan yang muncul, peringatan May Day tahun ini memperlihatkan satu hal yang sama: ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat tetap terbuka, meski diwarnai kritik dan harapan dari berbagai pihak. (dul)

