Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina: Kolaborasi Kunci Sukses MBG
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Agustina: Kolaborasi Kunci Sukses MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi bahan obrolan serius di level nasional. Tapi di Semarang, obrolannya nggak cuma wacana, langsung dibawa ke forum gede. Wali Kota Agustina ngajak semua daerah buat kompak, karena urusan gizi katanya nggak bisa diselesaikan sendirian.

T. Budianto
Last updated: April 29, 2026 11:51 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DIALOG MBG: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng berbicara di depan peserta Dialog Nasional Praktik Baik MBG di Gumaya Hotel, Rabu (29/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi membuka Dialog Nasional Praktik Baik MBG di Gumaya Hotel, Rabu (29/4/2026).

Forum ini jadi ajang kumpulnya banyak pihak, dari pemerintah, akademisi, sampai perwakilan internasional buat ngebahas satu hal penting: gimana caranya program makan bergizi ini beneran jalan efektif di lapangan.

Buat Agustina, MBG bukan sekadar program “bagi-bagi makan gratis” yang sifatnya sementara. Lebih dari itu, ini investasi jangka panjang buat nyiapin generasi masa depan.

“Ini gerakan bareng untuk nyiapin generasi yang sehat dan produktif. Pembangunan itu dimulai dari hal dasar, salah satunya ya gizi,” katanya. Makanya, forum ini nggak cuma jadi tempat diskusi, tapi juga ajang tukar pengalaman. Banyak daerah berbagi cerita, mana yang berhasil, mana yang masih jadi PR.

Baca juga: Semarang Jadi “Meja Rapat” ASEAN: Efektivitas MBG Jadi Fokus

Beberapa isu yang dibahas juga nggak ringan. Mulai dari rantai pasok pangan yang harus kuat, distribusi yang harus merata, sampai soal menu yang harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap jenjang pendidikan.

Agustina juga menekankan, kunci sukses MBG ada di kolaborasi. Nggak bisa cuma ngandelin satu pihak. “Kita harus saling belajar, saling adaptasi. Dari situ bisa ketemu formula yang lebih pas buat diterapkan di masing-masing daerah,” lanjutnya.

Dari sisi pemerintah pusat, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional RI, Suardi Samiran, ikut ngasih penegasan. Menurutnya, peran pemerintah daerah krusial banget, terutama dalam hal pengawasan kualitas makanan.

Kontrol Rutin

“Harus ada kontrol rutin. Jangan sampai programnya jalan, tapi kualitasnya nggak terjaga,” tegasnya. Di Semarang sendiri, program ini sudah jalan cukup masif. Sampai 2026, ada 174 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi, dengan jangkauan lebih dari 281 ribu penerima manfaat.

Angka ini masih terus dikejar, termasuk lewat pembenahan sistem dapur dan distribusi biar makin efisien dan nggak timpang. Agustina bilang, keikutsertaan Semarang di forum ini bukan sekadar formalitas.

Baca juga: MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya

Tapi bagian dari upaya terus belajar dan memperbaiki sistem. “Kami terbuka untuk evaluasi dan belajar dari daerah lain. Yang penting, program ini benar-benar bisa dirasakan merata,” pungkasnya.

MBG bisa jadi program super niat kalau semua kompak jalan bareng. Tapi kalau masih jalan sendiri-sendiri, jangan kaget kalau yang kenyang cuma pelaksana programnya, sementara yang butuh gizi masih nunggu giliran. (tebe)

You Might Also Like

Pesona Indonesia Bikin Pecah Bazar Amal di Bucharest

Pariwisata RI Go Internasional, Promosi Besar-besaran di Eropa

Jaga Stabilitas Harga, DPRD Jateng Minta Operasi Pasar Dipercepat Jelang Ramadan

44 Desa di Papua Barat Daya Belum Ada Listrik Dan Blank Spot

Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level

TAGGED:bgnheadlineMBGpemkot semarangsppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hari Jadi ke-479 Semarang, Kesenjangan Ekonomi Masih Mengintai
Next Article Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul) Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Prestasi Aman, Regenerasi Jadi Fokus

MBG di Klaten Bikin Heboh: Makan Gratis, Bonus Mual?

PSIS Siap Ganggu Mimpi PSS di Sleman

Ketua DPC Peradi SAI Semarang, Luhut Sagala (tengah) saat diskusi publik di kantor Bacaaja.co.

Peradi SAI Semarang Sorot Potensi Kericuhan Aksi May Day, Singgung Risiko Salah Tangkap

Nggak Cuma Nimbang Bayi, Posyandu Sekarang Ikut Ngurus Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Maret 8, 2026
Politik

PDIP: Imlek Bukan Cuma Bagi Angpao, Tapi Bagi Solidaritas

Februari 17, 2026
Ekonomi

Gas Melon Ditambah, Masak Nataru Nggak Perlu Drama

Desember 25, 2025
Info

Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina: Kolaborasi Kunci Sukses MBG
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?