Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Golkar Geram Banget Sampai Buka Buka Suara, Rudy Gubernur Kaltim Jadi Sorotan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Golkar Geram Banget Sampai Buka Buka Suara, Rudy Gubernur Kaltim Jadi Sorotan

Sorotan itu bermula dari dua angka yang bikin banyak orang mengernyit. Pengadaan mobil dinas bernilai Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan yang disebut mencapai Rp25 miliar dianggap terlalu wah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Bagi sebagian warga, angka tersebut terasa jauh dari denyut kehidupan sehari-hari rakyat biasa.

Nugroho P.
Last updated: April 25, 2026 7:29 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
SHARE

BACAAJA, KALTIM – Gelombang kritik yang menghantam Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur makin terasa keras. Kali ini bukan cuma datang dari jalanan atau media sosial, tapi juga mulai menyentuh lingkaran partai politik sendiri. Nama Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, ramai dibicarakan setelah sederet isu soal fasilitas pejabat mencuat dan memantik reaksi luas dari publik.

Sorotan itu bermula dari dua angka yang bikin banyak orang mengernyit. Pengadaan mobil dinas bernilai Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan yang disebut mencapai Rp25 miliar dianggap terlalu wah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Bagi sebagian warga, angka tersebut terasa jauh dari denyut kehidupan sehari-hari rakyat biasa.

Di tengah suasana yang makin panas, pertanyaan publik pun mengarah ke hal mendasar: apakah pejabat masih cukup peka membaca situasi masyarakat? Ketika banyak warga bicara soal harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, dan daya beli, isu kendaraan mewah serta rumah dinas mahal otomatis memancing emosi.

Tekanan yang terus membesar akhirnya membuat Partai Golkar angkat bicara. Sebagai partai yang menaungi Rudy Mas’ud, Golkar memilih tidak diam terlalu lama. Pernyataan resmi keluar dan langsung menyasar seluruh kader yang sedang memegang jabatan publik.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menyampaikan pesan yang nadanya cukup tegas. Ia meminta seluruh kader, baik yang berada di parlemen maupun di eksekutif, agar lebih peka terhadap suasana yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Sarmuji, jabatan publik bukan cuma soal kewenangan dan fasilitas, tetapi juga kemampuan membaca rasa publik. Saat masyarakat sedang sensitif terhadap isu pengeluaran negara dan gaya hidup pejabat, setiap keputusan akan dilihat dengan lebih tajam.

Ia menegaskan bahwa kader Golkar yang menjadi gubernur, kepala daerah, wali kota, bupati, hingga pejabat lain perlu menjaga kepekaan sosial. Pesan ini dinilai bukan sekadar formalitas, tetapi sinyal kuat bahwa partai juga ikut membaca keresahan yang sedang muncul.

Kalimat yang paling menyita perhatian datang saat ia mengingatkan agar pejabat tidak tampil berlebihan. Menurutnya, baik urusan pribadi maupun fasilitas dinas harus dijaga agar tidak menimbulkan kesan hidup mewah di depan masyarakat.

Pesan tersebut langsung dikaitkan publik dengan polemik yang sedang terjadi di Kalimantan Timur. Meski tidak menyebut nama secara langsung dalam setiap kalimatnya, konteks situasi membuat arah pernyataan itu mudah ditebak banyak pihak.

Di sisi lain, Golkar juga mengambil posisi yang cukup moderat terkait aksi demonstrasi. Kritik dari masyarakat tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari dinamika demokrasi yang wajar terjadi.

Sarmuji menyebut aspirasi masyarakat sah-sah saja disampaikan selama dilakukan dengan baik. Pernyataan ini dianggap sebagai upaya menenangkan keadaan sekaligus memberi ruang bahwa suara publik tetap penting dalam sistem politik.

Sementara itu, aksi massa di Kalimantan Timur sendiri berlangsung cukup menyita perhatian. Massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Kaltim turun ke jalan membawa tuntutan dan protes terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Aksi yang awalnya digelar di gedung DPRD Kalimantan Timur kemudian bergerak ke kantor gubernur. Suasana sempat memanas dan terjadi ketegangan di lapangan, menandakan bahwa kemarahan warga tidak bisa dianggap sepele.

Dalam momen yang penuh tekanan itu, publik juga menunggu langkah langsung dari Rudy Mas’ud. Banyak yang berharap ada penjelasan terbuka, klarifikasi, atau setidaknya dialog dengan massa yang datang menyampaikan aspirasi.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Rudy Mas’ud memilih tidak menemui massa aksi. Saat meninggalkan area kantor gubernur pada malam hari, ia juga tidak memberikan komentar kepada media yang sudah menunggu.

Dengan pengawalan ketat, ia berjalan cepat menuju rumah jabatan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor gubernur. Wartawan yang mencoba meminta tanggapan tak mendapat jawaban apa pun.

Sikap diam itu justru menambah panjang pembicaraan. Dalam era komunikasi terbuka seperti sekarang, keheningan pejabat sering kali diterjemahkan macam-macam oleh publik. Ketika penjelasan tidak datang, spekulasi biasanya bergerak lebih cepat.

Banyak pengamat menilai persoalan ini bukan cuma soal angka anggaran. Masalah utamanya adalah soal rasa empati dan cara menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Sebab keputusan yang mungkin dianggap administratif bisa berubah jadi krisis citra bila komunikasi gagal dibangun.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kepala daerah saat ini tidak hanya dinilai dari proyek pembangunan. Publik kini menilai simbol, gestur, pilihan anggaran, hingga respons terhadap kritik secara lebih detail dibanding masa-masa sebelumnya.

Bagi partai politik, situasi seperti ini tentu tidak ringan. Citra satu pejabat bisa ikut menyeret persepsi terhadap partai pengusung. Karena itu, teguran terbuka dari Golkar dibaca sebagai langkah menjaga jarak sekaligus kontrol internal.

Untuk Rudy Mas’ud, momen ini bisa menjadi ujian penting dalam kepemimpinan. Bukan sekadar menjawab polemik anggaran, tetapi menunjukkan apakah ia mampu mendengar kritik dan memperbaiki komunikasi dengan warga.

Sorotan publik saat ini belum padam, bahkan cenderung makin tajam. Semua mata kini menunggu langkah berikutnya: apakah akan ada penjelasan, evaluasi, atau justru polemik baru yang kembali memanaskan suasana di Kalimantan Timur. (*)

You Might Also Like

PBNU Ganti Nahkoda, Menag: Pemerintah Nggak Ikut-Ikut!

THR Nunggak Jangan Cuma Teguran, Saatnya Negara Bertindak Lebih

Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?

Saleh Optimistis Investasi Jateng 2026 Ngebut, Iklim Usaha Dinilai Makin Ramah

Akhirnya.. Bupati Mirwan Diberhentikan, Ini Pltnya yang Resmi Gantikan Sementara

TAGGED:golkarGubernur Kalimantan TimurrudiRudy Mas’ud
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kayuh Pelan, Mimpi Jalan: Tempe Mengantar Haji Mbah Kasidah
Next Article Batuk Tak Pergi, Paru Bisa Kirim Alarm Dini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENIKMATI MALAM - Kawasan Candi Tugu kini jadi magnet spot wisata untuk menikmati Kota Semarang dari ketinggian. (dul)

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

Hendi ke Anak Muda: Jangan Cuma Jago Scroll, Berani Juga Bersuara

JALUR SESAR--Peta geologi milik Dinas ESDM Jateng yang mengacu pada Van Bemmelen, menunjukkan jalur sesar di Kota Semarang. (bae)

Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati

Makam di Semarang Mulai Full

TEMUAN OBAT KERAS--Obat-obatan terlarang ditemukan di area Lapas Semarang, Selasa (4/8/2026). (ist)

Obat Keras Dilempar ke Dalam Lapas Semarang, Malah Ditemukan Petugas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

Oktober 4, 2025
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (5/9/2025), tanggapi tuntutan 17+8 dari mahasiswa. Foto: dok/ist
Nasional

DPR Gak Mau Main-main: Tanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat, Potong Tunjangan & Stop Kunker Luar Negeri

September 5, 2025
Nasional

Prabowo Datangi Posko Langkat, Beri Pelukan Hangat di Tengah Bencana

Desember 13, 2025
Nasional

Puan: Transformasi Harus Pelan tapi Nempel

Desember 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Golkar Geram Banget Sampai Buka Buka Suara, Rudy Gubernur Kaltim Jadi Sorotan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?