Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?

R. Izra
Last updated: April 23, 2026 10:21 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar. (bae)
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Gempuran budaya luar seperti K-Pop masih kuat di kalangan anak muda. Tren musik dan gaya hidup dari Korea hingga Barat terus masuk. Tapi di Semarang, minat terhadap budaya lokal mulai terlihat lagi.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, bilang fenomena ini memang sempat jadi tantangan. Banyak anak muda lebih akrab dengan budaya luar dibanding kesenian daerah.

Ia menyebut, selama ini ada anggapan seni tradisional itu kuno. Namun kondisi itu pelan-pelan mulai berubah seiring berbagai upaya yang dilakukan pemerintah.

Bacaaja: Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline
Bacaaja: Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!

“Mungkin ada yang menganggap seni lokal budaya itu dianggap kuno atau ketinggalan zaman. Tapi jangan salah sekarang itu anak muda masih banyak yang senang,” kata Samsul, Selasa (21/4/2026).

Pemkot Semarang terus mendorong berbagai kegiatan untuk menarik minat generasi muda. Mulai dari festival dalang anak, festival seni anak, hingga pertunjukan wayang anak.

Kegiatan ini jadi pintu masuk mengenalkan budaya sejak dini. Anak-anak diajak langsung terlibat, bukan cuma jadi penonton.

Selain itu, aktivitas seni juga rutin digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Hampir setiap sore ada kegiatan, termasuk pentas di malam Minggu.

Ruang seperti ini dinilai penting. Biar anak muda punya tempat untuk berekspresi dan mengenal budaya sendiri.

Pemkot juga gencar melakukan sosialisasi. Tujuannya mengajak masyarakat kembali mencintai seni dan budaya lokal.

Samsul tidak memungkiri ada anak muda yang mungkin tak minat dengan budaya lokal. Tapi dia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya mengikuti tren luar. Tapi juga ikut mengembangkan budaya daerah.

Menurut dia, Semarang punya banyak kekayaan budaya. Mulai dari kesenian tari, pertunjukan, hingga praktik kebudayaan yang sudah ada sejak dulu.

Berbagai pelatihan juga rutin digelar tiap bulan. Harapannya, minat anak muda terus tumbuh dan seni budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (bae)

You Might Also Like

PDIP Bantah Narasi MBG Tak Pakai Dana Pendidikan: di Perpres APBN Angkanya Jelas

Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar

Anak Layang-layang Banjir Kanal Semarang, Bermain Layangan sembari Menunggu Azan

Lagi, KPK Panggil Tujuh ASN Pemkab Pekalongan

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

TAGGED:budaya lokaldisbudpar semarangheadlinek-popsamsul bahri siregarSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soros dan Antek-Antek Asing
Next Article Ilustrasi perang modern dengan alutsista canggih. Fakta Mengejutkan! Pakar Rusia Bilang Perang Dunia III Sudah Meledak, tapi Gak Disadari

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Berangkat Mancing Tak Pulang, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa 

Fortuner Dikepung Warga, Aksi Pecah Kaca Hebohkan Sore Tanah Abang

Venus dan Jupiter Bakal Berdekatan, Catat Tangggalnya

Cari Bunglon, Dua Anak jadi Korban Ledakan

Dari Bali Sampai Madura, Sekolah Rakyat Terus Bertambah Cepat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemkot Bikin Portal Mudik, Macet Bisa Dipantau dari HP

Maret 12, 2026
Info

Indonesia Dikepung Tiga Siklon, BMKG Kasih Heads Up ke Prabowo

Desember 17, 2025
Info

Awal Tahun, 26 Ribu Calon Haji Jateng Sudah Beresin Bipih

Januari 2, 2026
Cap tangan tolerasi oleh 125 anak usia dini dari berbagai latar belakang keyakinan di Temanggung yang mengikuti kegiatan safarai toleransi, Rabu (4/3/2026).
Info

Safari Tunas Toleransi: Senangnya 125 Bocah PAUD Temanggung saat Keliling Rumah Ibadah

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?