Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kartini Zaman Now Nggak Cuma Pakai Kebaya, Tapi Berani Ambil Keputusan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kartini Zaman Now Nggak Cuma Pakai Kebaya, Tapi Berani Ambil Keputusan

Peringatan Hari Kartini di Pemkot Semarang tahun ini nggak cuma soal seragam dan seremoni. Di Balai Kota, obrolannya lebih dalam, soal perempuan yang nggak lagi nunggu giliran, tapi mulai ambil kendali. Dari ruang diskusi sampai realita sehari-hari, pesannya jelas, perempuan harus berani jadi penggerak, bukan sekadar penonton.

T. Budianto
Last updated: April 22, 2026 5:53 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMBUTAN WALI KOTA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan sambutan saat membuka talkshow peringatan Hari Kartini di Balai Kota Semarang, Selasa (21/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan kalau perempuan punya peran penting sebagai agen perubahan dalam pembangunan kota. Hal itu ia sampaikan saat membuka talkshow peringatan Hari Kartini di Balai Kota Semarang, Selasa (21/4).

Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat”, acara ini dihadiri berbagai organisasi perempuan seperti GOW dan PKK, plus jajaran kepala OPD. Bukan sekadar kumpul, tapi jadi ruang buat refleksi, dan sedikit “ngetes diri”: sudah sejauh mana perempuan berani ambil peran?

Agustina nggak muter-muter. Ia langsung lempar pertanyaan yang cukup “nendang”. “Bisa nggak kita jadi agen perubahan? Kalau bisa, berarti kita harus selesai dulu sama diri kita sendiri,” ucapnya.

Baca juga: Kiai Sholeh Darat Guru RA Kartini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Menurutnya, keberanian itu bukan cuma soal tampil, tapi juga soal keputusan. Ia bahkan cerita pengalaman pribadinya saat maju sebagai wali kota. Awalnya sempat ragu, tapi begitu memutuskan total, dukungan justru datang.

“Kalau kita ragu, orang lain ikut ragu. Tapi kalau kita yakin, lingkungan ikut dorong,” katanya. Ia juga menyoroti karakter perempuan yang sering dianggap “biasa aja”, padahal justru jadi kekuatan: teliti, tangguh, dan tahan banting. Tapi semua itu nggak ada artinya kalau nggak diiringi keberanian buat speak up dan bertindak.

Ruang Kesetaraan

Di sisi lain, Pemkot Semarang juga lagi serius ngebangun ruang yang lebih aman dan setara buat perempuan. Apalagi di era sekarang, isu komunikasi, batasan, dan pelecehan makin sensitif dan nggak bisa dianggap remeh.

Nggak cuma wacana, program konkret juga terus digas. Salah satunya lewat program “Waras Ekonomi” yang fokus bantu UMKM, yang mayoritas digerakkan perempuan, biar nggak cuma hidup, tapi bisa naik kelas dan sustain. “Selama ini bantuannya sering cuma sesaat. Sekarang kita dorong biar masuk ke sistem bisnis yang berkelanjutan,” jelasnya.

Peran perempuan juga terasa di sektor kesehatan. Dari posyandu sampai komunitas, mereka jadi “mesin penggerak” yang sering nggak kelihatan tapi dampaknya nyata.

Baca juga: IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya

Menariknya, peringatan Kartini tahun ini dikemas lebih sederhana. Bukan tanpa alasan, efisiensi anggaran. Tapi menurut Agustina, esensi tetap nomor satu. “Sederhana nggak apa-apa, yang penting dampaknya terasa,” tambahnya.

Di akhir, harapannya simpel tapi dalem: perempuan Semarang makin pede, berani ngomong, dan nggak ragu ambil peran di berbagai lini. “Semua perempuan bisa jadi Kartini masa kini. Mulai dari berani bicara dan ambil peran,” pungkasnya.

Di era di mana semua orang bisa viral dalam hitungan detik, jadi “berani tampil” itu mudah. Tapi jadi berani ambil keputusan, itu yang masih sering ditunda. Padahal, perubahan nggak butuh sempurna dulu… cukup mulai, meski masih ragu. (tebe)

You Might Also Like

OTT Guncang Sukoharjo, Gubernur: “Pelayanan Publik Jangan Tumbang”

Jelang Lebaran, Kepala Daerah Diingatkan Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan

Sendi Tiba-Tiba Ngamuk, Asam Urat Diam-Diam Lagi Naik Parah

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

Imigrasi Bikin Visa GCI, Diaspora Bisa Tinggal di Indonesia Permanen

TAGGED:agustina wilujenghari kartiniheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article “Gorilla” Masuk Kampung: Dijual Sejuta, Untung Setengahnya, Ujungnya Masuk Bui
Next Article Ziarah ke Makam Kartini: Perempuan Nggak Cukup Pintar, Harus Punya Arah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Urgensinya Apa? Puan Sorot Pengiriman 25 Kepala Daerah ke Singapura di Tengah Efisiensi Anggaran

AKSI DAMAI - Petani tembakau dari Temanggung dan sejumlah daerah lain di Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kemenko PMK, desak pemerintah kaji ulang regulasi tembakau, terutama terkait pembatasan tar dan nikotin.

Desakan Petani Tembakau Menguat, Kemenko PMK Janji Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

Ilustrasi dapur MBG.

Kronologi Kepala SPPG Muraharjo Blora Menghilang, Pamit Salat tapi Tak Kembali Lagi

AUDIENSI - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima audiensi sejumlah warga fari berbagai daerah di Jateng yang masing-masing membawa persoalan berbeda.

Jateng Lagi Banyak Masalah? Warga Serbu Kantor Gubernur Bawa Segudang Keluhan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist)

Sudaryono Jadi Kepala BGN? Nanik S Deyang Bocorkan Sosok Penggantinya: “Insyaallah Adik Saya”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sekda Jateng: Penyandang Disabilitas Bukan untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

Februari 22, 2026
Info

5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”

Mei 6, 2026
Ekonomi

Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir

Januari 20, 2026
Hukum

Kantor Bupati Disisir KPK, Empat Ruangan Penting Pemkab Pekalongan Ikut Digeledah

Maret 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kartini Zaman Now Nggak Cuma Pakai Kebaya, Tapi Berani Ambil Keputusan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?