BACAAJA, SEMARANG– Menyambut Hari Jadi ke-479, Pemkot Semarang nggak cuma sibuk dengan seremoni. Ada momen yang lebih hening tapi penuh makna: ziarah ke makam para tokoh yang dulu ikut membangun fondasi kota.
Kegiatan ini digelar serentak, Kamis (16/4), dengan titik lokasi yang tersebar, mulai dari Semarang, Klaten, sampai Jakarta. Jajaran pimpinan daerah pun turun langsung, dibagi ke beberapa lokasi biar semua titik sejarah tetap “tersentuh”.
Baca juga: Semarang Bangun Ingatan KH Sholeh Darat
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memilih memimpin ziarah ke makam wali kota pertama, RM H Moch Ichsan di TPU Jeruk Purut, Jakarta. Nggak sekadar datang dan pulang, rangkaiannya lengkap, mulai dari doa, tabur bunga, sampai silaturahmi ke keluarga almarhum.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menuju Klaten, tepatnya ke makam Ki Ageng Sunan Pandanaran II. Di waktu yang sama, ziarah juga digelar di beberapa titik penting di Semarang, termasuk Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, makam tokoh-tokoh pemerintahan, hingga situs-situs bersejarah yang jadi bagian identitas kota.
Makna Terdalam
Buat Agustina, ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan yang sarat formalitas. Ada makna yang lebih dalam, semacam “reminder” kalau kota ini dibangun dari kerja keras dan nilai perjuangan.
“Ziarah ini pengingat bahwa Semarang berdiri di atas perjuangan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan dengan integritas dan berpihak ke masyarakat,” tegasnya.
Makanya, pembagian tugas ke berbagai titik bukan cuma soal teknis, tapi juga simbol bahwa sejarah kota ini tersebar di banyak tempat, dan semuanya punya peran penting.
Baca juga: Secuil Cerita dari Sebuah Museum di Kota Lama Semarang
Ziarah ini juga jadi pembuka rangkaian panjang perayaan Hari Jadi Semarang. Bukan cuma soal angka usia yang makin tua, tapi soal bagaimana kota ini terus belajar dari masa lalu untuk melangkah ke depan.
Karena kadang, sebelum sibuk bangun masa depan, ada baiknya tanya dulu ke masa lalu. Kita ini lagi melanjutkan perjuangan… atau cuma sibuk bikin proyek baru tanpa arah? (tebe)

