Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Harga Plastik Ngacir Gila, UMKM Mulai Ikutan Pusing Berat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Harga Plastik Ngacir Gila, UMKM Mulai Ikutan Pusing Berat

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia, Fajar Budiono, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh gangguan pasokan global yang cukup serius.

Nugroho P.
Last updated: April 16, 2026 10:03 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Harga plastik terus melambung.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Gelombang kenaikan harga plastik lagi nggak bisa dianggap angin lalu. Dalam waktu singkat, lonjakannya terasa makin liar dan bikin banyak pelaku usaha mulai geleng-geleng kepala sendiri melihat angka yang terus meroket.

Kondisi ini bahkan disebut sudah masuk fase baru oleh Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia, yang menyebut pasar sekarang bukan lagi sekadar naik harga, tapi sudah masuk ke fase “ganti harga” yang terasa drastis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia, Fajar Budiono, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh gangguan pasokan global yang cukup serius.

Salah satu pemicunya datang dari konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung ke jalur distribusi penting dunia.

Jalur strategis seperti Selat Hormuz ikut terdampak, membuat arus pengiriman bahan baku plastik tersendat dan memicu efek domino ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dari sisi angka, kenaikannya nggak tanggung-tanggung. Harga bahan baku plastik yang sebelumnya berada di kisaran US$1.000 per metrik ton kini melonjak jadi sekitar US$1.800.

Artinya, dalam waktu singkat terjadi lonjakan hampir 80 persen, angka yang jelas bikin pelaku industri harus cepat putar otak.

Efeknya langsung terasa ke sektor hilir. Produk plastik yang sehari-hari dipakai masyarakat ikut naik harga, bahkan mencapai 40 sampai 80 persen.

Yang paling kerasa tentu saja di sektor kemasan. Mulai dari kantong plastik, wadah makanan, sampai bungkus produk UMKM semuanya ikut terdorong naik.

Kondisi ini bikin pelaku usaha kecil dan menengah mulai kelimpungan. Banyak yang harus menghitung ulang biaya produksi karena komponen kemasan jadi jauh lebih mahal dari biasanya.

Di lapangan, pedagang makanan sampai pelaku UMKM mulai mengeluhkan kondisi ini. Mereka berada di posisi sulit: mau menaikkan harga takut pelanggan kabur, tapi kalau ditahan margin makin tipis.

Menariknya, lonjakan ini sempat “tertahan” selama periode Ramadan dan Lebaran. Saat itu, pelaku industri lebih fokus menjaga distribusi agar tetap lancar.

Namun begitu momen Lebaran lewat dan aktivitas pasar kembali normal, kenaikan harga langsung terasa tanpa jeda, bikin banyak pelaku usaha kaget.

Fajar menyebut, selama hampir 20 hari fokus industri ada di distribusi kebutuhan Lebaran, bukan pada penyesuaian harga global.

Begitu situasi kembali stabil, harga yang sebelumnya tertahan langsung dilepas ke pasar dan efeknya terasa serentak.

Masalahnya nggak berhenti di harga saja. Pasokan juga ikut jadi persoalan besar yang bikin situasi makin rumit.

Sekitar 70 persen bahan baku plastik nasional masih bergantung pada impor, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Ketika jalur distribusi terganggu, suplai pun ikut tersendat. Bahkan dalam beberapa kasus, keterlambatan bisa mencapai hampir satu bulan.

Untuk bertahan, industri terpaksa mengandalkan stok yang ada sambil mencari alternatif sumber bahan baku.

Salah satu opsi yang mulai dilirik adalah impor dari Amerika Serikat, meski konsekuensinya waktu pengiriman lebih lama dan biaya logistik lebih tinggi.

Di tengah tekanan ini, pelaku industri juga mulai melakukan berbagai strategi efisiensi agar tetap bisa jalan.

Mulai dari mengurangi ketebalan produk plastik, mencampur bahan dengan komposisi lain, sampai meningkatkan penggunaan plastik daur ulang.

Langkah-langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan, tapi sebagai cara bertahan di tengah biaya produksi yang makin membengkak.

Meski begitu, kondisi pasar diperkirakan belum akan stabil dalam waktu dekat. Fluktuasi harga masih sangat mungkin terjadi.

Pelaku industri pun harus siap menghadapi fase adaptasi ini, karena harga baru kemungkinan akan menetap di level yang lebih tinggi.

Fajar menegaskan, kondisi sekarang bukan sekadar kenaikan biasa, tapi sudah masuk fase perubahan harga secara struktural.

Artinya, cepat atau lambat pasar akan menyesuaikan diri dengan realitas baru yang mungkin terasa lebih berat.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil, situasi ini jelas jadi tantangan tambahan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ke depan, kemampuan beradaptasi jadi kunci. Mulai dari efisiensi, inovasi produk, sampai mencari alternatif bahan kemasan bisa jadi jalan keluar.

Yang jelas, kenaikan harga plastik ini bukan sekadar isu industri, tapi sudah merembet ke kehidupan sehari-hari dan ikut menentukan harga banyak produk di pasaran. (*)

You Might Also Like

Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek

Jateng-Aceh Resmi Kerja Sama Ekonomi, Deal Rp1 Triliun

Zulhas: Ngeliat Indonesia Cukup dari Jateng

Rute Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Seret, Padahal Trafik Pesawat Naik 36 Persen

TAGGED:kresekplastik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ada Sapu-Sapu Sultan Air Tawar Lho, Harganya Bikin Melongo Kolektor
Next Article Bayar Pajak Motor Tanpa KTP Lama, Calo Gigit Jari

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bersalaman sambil tersenyum usai sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae)

Sudewo Raja Tega? Peras Calon Perangkat Desa di Pati Rp2,49 Miliar

Wawali: Atlet Voli Muda Jangan Cuma Jago Latihan

KUTUK INTOLERANSI BERAGAMA - Pegiat lintas iman dan lintas agama berkumpul di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026), menyatakan mengutuk keras kasus intoleransi beragama di Jateng. Dua kasus intoleransi beragama di Jateng terjadi beruntun dengan pola lama yang serupa. (dul)

Kasus Intoleransi Muncul Beruntun di Jateng, Tokoh Lintas Agama Sorot Pola Peristiwa

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bicara dengan penasihat hukumnya saat sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae)

Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Mensesneg Sebut Anggaran MBG Dipangkas, Menkeu Purbaya: Belum Tentu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) kritik keras subsidi motor listrik yang dianggap tak tepat sasaran di tengah krisis daya beli.
Ekonomi

Subsidi Motor Listrik Dinilai Salah Sasaran, MTI Desak Pemerintah Alihkan Dana ke Angkutan Umum

September 10, 2025
IHSG KEMBALI RONTOK - Ilustrasi bursa saham kembali nyungsep. IHSG kembali rontok.
Ekonomi

Asing Kabur Rp67 Triliun! IHSG Jadi Bursa Terburuk di Dunia, Sempat Rontok hingga 5 Persen

Juni 4, 2026
Ilustrasi rekening bank.
Ekonomi

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

Oktober 20, 2025
Ekonomi

Prabowo Gas Utang Jumbo Rp781,9 T, Pecahin Rekor Sejak Pandemi

Agustus 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Harga Plastik Ngacir Gila, UMKM Mulai Ikutan Pusing Berat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?