Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?

R. Izra
Last updated: April 13, 2026 9:46 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Petugas Dishub Semarang berjaga di tepi jalan kawasan BSB, mengahalau truk besar yang hendak menuju Jl. Prof Hamka, Ngaliyan, Senin (13/4/2026).
Petugas Dishub Semarang berjaga di tepi jalan kawasan BSB, mengahalau truk besar yang hendak menuju Jl. Prof Hamka, Ngaliyan, Senin (13/4/2026).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Lalu lintas di kawasan BSB, Kota Semarang, siang itu tetap sibuk. Di tengah arus kendaraan, sejumlah truk besar masih terlihat melintas, pemandangan yang sebenarnya tak lagi asing, meski aturan sudah jelas membatasi jam operasionalnya.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) tampak siaga di tepi jalan. Mereka menghentikan, mengarahkan, dan memutar balik truk yang melanggar. Pengetatan ini, menurut Hafid dari Bidang Dalops Dishub Kota Semarang, merupakan tindak lanjut dari kecelakaan yang sebelumnya terjadi di kawasan Ngaliyan, tepatnya di turunan Silayur, Jalan Prof. Hamka.

Aturan sebenarnya bukan barang baru. Truk sumbu tiga sudah lama dibatasi hanya boleh melintas pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Namun seperti banyak aturan lain yang tertulis rapi di atas kertas, pelaksanaannya sering kali baru terasa “penting” setelah sesuatu benar-benar terjadi.

Bacaaja: Wali Kota Semarang Akui Jalur Silayur Tak Layak Dilintasi Truk Besar
Bacaaja: FOTO-FOTO Ngerinya Kecelakaan Truk di Silayur Semarang, Bikin Macet Parah

“Kalau lewat hampir setiap hari ada,” ujar Hafid, Senin (13/04/2026), menggambarkan bagaimana kendaraan berat tetap saja melintas di luar jam yang ditentukan. Banyak yang diputar balik, tapi tak sedikit pula yang memilih terus melaju.

Di titik ini, publik mungkin bertanya-tanya: apakah kecelakaan memang harus selalu menjadi alarm?

Sebab jika pengetatan baru dilakukan setelah insiden, maka kesannya bukan pencegahan yang berjalan, melainkan reaksi yang terburu-buru. Seolah-olah keselamatan lalu lintas baru menjadi prioritas ketika sudah ada korban atau kerugian yang nyata.

Dishub sendiri mengakui keterbatasannya. Mereka bisa mengarahkan dan menghentikan, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi hukum. Penindakan tetap berada di tangan kepolisian. Akibatnya, ketika ada truk yang ngeyel dan melaju kencang, petugas hanya bisa memilih langkah paling realistis, tidak mengejar.

Rencana pemasangan portal pembatas tinggi kendaraan di beberapa titik seperti simpang TL Jeraka pun kini mulai digagas. Portal ini nantinya akan dibuka sesuai jam operasional truk. Sebuah solusi yang terdengar tegas, meski lagi-lagi muncul setelah kejadian.

Di sinilah kritik itu muncul, meski tak perlu disampaikan dengan nada tinggi. Kota sebesar Semarang tentu bukan baru kemarin mengenal persoalan truk berat dan risiko kecelakaannya. Lalu lintas bukan sekadar soal mengatur kendaraan, tapi juga soal membaca potensi bahaya sebelum ia benar-benar terjadi.

Jika setiap kebijakan lahir dari peristiwa, maka yang diuji bukan lagi kesiapan sistem, melainkan daya tahan masyarakat menghadapi risiko yang berulang.

Dan di jalanan seperti ini, satu hal yang sering terlupakan kecelakaan tidak pernah datang untuk sekadar mengingatkan, ia selalu meninggalkan sesuatu. Entah itu kerugian, trauma, atau pertanyaan yang sama, kenapa baru sekarang ditertibkan? (dul)

You Might Also Like

Rupiah Melemah, Nasib Pedagang Kecil Ikut Tergerus: Nahan Harga, Untung Dikit Gak Apa

Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil

Jam Richard Mille Rp11,7 M Milik Sahroni Balik Lagi, Warga Ngaku Bingung Cara Pakainya

Ngerinya Cuaca Esktrem di Batang: Pohon Bertumbangan, Tiga Orang Tewas

3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?

TAGGED:bsbdishubheadlinengaliyansilayurtruk besar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar
Next Article HUT Nggak Cuma Tiup Lilin, Semarang Kasih 17 “Kado Nyata”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tiga Kebiasaan Sepele yang Bikin Saraf Kejepit

Mau Tahu, Tanda-Tanda Jiwa Pemimpin Mulai Kelihatan

Bukan Cuma Gigi, Lidah Bersih, Napas Makin Fresh Seharian

Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS

PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat.

PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.
Politik

Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

September 29, 2025
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Info

Prabowo Bilang Pendidikan Penentu Masa Depan, tapi Anggarannya Malah Disunat buat MBG

Januari 24, 2026
Info

Fokus Benahi Infrastruktur, Pemkot Gercep Respons Aduan

April 29, 2026
Unik

Korlantas & Kemenhub Gaspol Menuju Zero ODOL 2027, Safety Week Jadi Alarm Keselamatan Jalan

Agustus 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?