BACAAJA, JAKARTA – Nama Yenna Yuniana mendadak ramai dibicarakan setelah perusahaannya keluar sebagai pemenang tender besar pengadaan motor listrik untuk program nasional. Di tengah proyek bernilai fantastis itu, justru sosoknya yang bikin publik makin penasaran.
Perusahaan yang dipimpinnya, PT Yasa Artha Trimanunggal, disebut memenangkan proyek penyediaan puluhan ribu unit motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah.
Program tersebut berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional, yang tengah mendorong distribusi layanan gizi hingga ke daerah terpencil dengan dukungan armada operasional.
Dalam struktur bisnisnya, PT Yasa Artha Trimanunggal juga menjadi induk dari PT Adlas Sarana Elektrik yang ditunjuk langsung sebagai penyedia kendaraan listrik dalam proyek tersebut.
Namun menariknya, di balik proyek besar yang menyita perhatian nasional, kehidupan pribadi Yenna justru nyaris tak tersentuh publik. Bahkan warga di sekitar tempat tinggalnya di kawasan Grogol Petamburan mengaku hampir tidak mengenalnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kontras yang cukup mencolok. Kantor perusahaan yang berdiri megah dengan cat putih tampak lengang, nyaris tanpa aktivitas mencolok di bagian depan gedung.
Hanya terlihat beberapa kendaraan roda tiga terparkir, tanpa lalu lalang karyawan yang ramai seperti perusahaan besar pada umumnya.
Di seberang gedung tersebut, rumah pribadi Yenna berdiri dengan pagar tinggi dan tertutup rapat, seolah sengaja menjaga jarak dari perhatian luar.
Bangunan itu bahkan dilengkapi kanopi yang menutupi hampir seluruh halaman, membuat aktivitas di dalamnya sulit terlihat dari luar.
Ketua RT setempat, Catur, mengaku mengetahui keberadaan beberapa mobil listrik mewah yang kerap terparkir di sana, salah satunya bermerek BYD.
Namun di luar itu, interaksi langsung dengan pemilik rumah nyaris tidak pernah terjadi. Bahkan, Catur sendiri mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Yenna.
“Paling ketemu karyawannya saja, kalau Ibu Yenna hampir enggak pernah,” ungkapnya, menggambarkan jarak sosial yang terasa cukup jelas.
Warga lain juga punya kesan serupa. Mereka mengaku hanya sesekali melihat sosok Yenna, itupun dari kejauhan tanpa pernah berinteraksi.
Situasi ini membuat sosok Yenna terasa makin misterius, apalagi di tengah sorotan publik terhadap proyek yang sedang dijalankan perusahaannya.
Menariknya, bangunan kantor perusahaan tersebut ternyata punya cerita masa lalu yang jauh berbeda. Dulu, lokasi itu hanya berupa kos-kosan sederhana dan warung milik warga.
Perubahan besar terjadi sekitar tahun 2025, ketika bangunan itu direnovasi menjadi gedung kantor yang terlihat modern seperti sekarang.
Transformasi ini sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan yang berdiri sejak 2016 dan kini menangani proyek pengadaan lebih dari 21 ribu unit motor listrik.
Ketegangan sempat terasa ketika aparat kepolisian berjaga di sekitar kantor tersebut, menyusul rencana aksi unjuk rasa terkait proyek motor listrik itu.
Ini bukan kali pertama pengamanan dilakukan, karena sebelumnya situasi serupa juga sempat terjadi pada tahun 2025.
Dari sisi legalitas, Yenna tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau beneficial owner perusahaan berdasarkan data administrasi hukum.
Namanya juga sempat muncul dalam proses hukum sebelumnya, ketika dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus lama.
Meski begitu, proyek yang sedang berjalan tetap diklaim telah melalui prosedur resmi sesuai aturan yang berlaku.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut sudah direncanakan sejak tahun anggaran sebelumnya.
Ia juga menyebut bahwa sebanyak 21.801 unit motor listrik akan digunakan untuk mendukung mobilitas petugas gizi di berbagai daerah.
Armada ini diharapkan mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan biasa, sehingga distribusi program bisa berjalan lebih merata.
Meski sebagian komponen masih diimpor, pemerintah mengklaim tingkat kandungan dalam negeri sudah mendekati 50 persen.
Saat ini, unit yang telah dirakit sedang dalam proses administrasi sebelum resmi didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Di tengah semua itu, sorotan publik belum sepenuhnya mereda. Bukan hanya soal proyeknya, tapi juga tentang sosok di balik layar yang masih menyisakan banyak tanda tanya.
Kisah Yenna Yuniana pun jadi gambaran unik, ketika nama besar di atas kertas justru berbanding terbalik dengan sosok yang nyaris tak terlihat di kehidupan sehari-hari. (*)

