BACAAJA, JAKARTA – Drama operasi tangkap tangan (OTT) kembali terjadi. Kali ini, kader Gerindra yang menjabat sebagai Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gatut tiba di Gedung Merah Putih, Sabtu (11/4/2026) pagi, setelah ditangkap dalam OTT KPK.
Gatut sampai sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung masuk ruang pemeriksaan.
Bacaaja: 2026 Belum Tiga Bulan Berjalan Tiga Bupati di Jateng Terjaring OTT KPK, Apa yang Salah?
Bacaaja: OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”
“Bupati tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Jubir KPK, Budi Prasetyo.
Kasus ini bukan kaleng-kaleng. Dalam operasi senyap yang dilakukan di Jawa Timur, KPK mengamankan total 16 orang.
Namun sampai sekarang, identitas 15 orang lainnya masih dirahasiakan.
KPK juga belum buka kartu soal barang bukti yang disita. Jadi, publik masih nunggu update lanjutan soal ini.
Sementara Gatut diperiksa di Jakarta, pihak lain yang ikut diamankan masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung. Artinya, kasus ini masih terus dikembangkan dan belum final.
Kutu loncat
Gatut Sunu Wibowo merupakan kader Partai Gerindra. Ia terpilih pada Pilkada 2024 bareng wakilnya, Ahmad Baharudin.
Gatut resmi menjabat sebagai Bupati Tulungagung periode 2025–2030 per April 2026.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, pasangan ini menang dengan raihan 50,72 persen suara.
Gatut merupakan politikus kutu loncat. Sebelumnya, ia merupakan kader PDI Perjuangan, kemudian loncat ke Gerindra jelang Pilkada 2024.
Gatut juga tercatat sempat menjabat Wakil Bupati Tulungagung pada periode 2019–2023.
Sebelum aktif di dunia politik, Gatut punya latar belakang sebagai pengusaha. Ia disebut pernah menjalankan usaha toko bangunan.
Dari sisi pendidikan, ia menempuh studi ekonomi, mulai dari S1 di Universitas Merdeka Malang hingga S2 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam laporan LHKPN, total kekayaan Gatut tercatat mencapai sekitar Rp20,3 miliar per 31 Desember 2025.
Angka ini naik dibanding laporan sebelumnya saat masih calon kepala daerah yang berada di kisaran Rp18 miliar.
Tambah daftar panjang kepala daerah terjaring OTT
Penangkapan Gatut Sunu Wibowo ini menambah daftar kepala daerah yang kena OTT di tahun 2026.
Publik pun kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik: kenapa praktik korupsi di daerah masih terus berulang?
Untuk sekarang, semua mata tertuju ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Tinggal nunggu, kasus ini bakal dibuka seterang apa ke publik. (*)

