Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lebaran Lewat, Harga Nggak Ikut “Meledak”, Inflasi Semarang Masih Santuy
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Lebaran Lewat, Harga Nggak Ikut “Meledak”, Inflasi Semarang Masih Santuy

Biasanya habis Lebaran dompet auto tipis, harga juga ikut “naik kelas”. Tapi kali ini beda. Inflasi di Kota Semarang justru masih kalem, nggak kebawa euforia Idulfitri.

T. Budianto
Last updated: April 6, 2026 9:36 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SIDAK PASAR: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng didampingi Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin dan pejabat SKPD Pemkot Semarang melakukan sidak ke salah satu pasar tradisional di Semarang, belum lama ini. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di tengah lonjakan belanja jelang dan saat Lebaran, angka inflasi di Kota Semarang pada Maret 2026 tercatat cuma 0,37 persen (month-to-month). Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik setempat, dan dianggap masih dalam batas aman.

Kalau ditarik lebih luas, inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2026) ada di angka 0,80 persen. Sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) menyentuh 3,57 persen, turun cukup jauh dari bulan sebelumnya yang sempat di angka 4,65 persen.

Baca juga: Inflasi Jateng: Dari Cabai Pedas sampai Emas, Tantangan dan Harapan di Tangan Luthfi–Yasin

Artinya? Tekanan harga mulai “adem”, meskipun di lapangan masyarakat masih ngerasain kenaikan harga, terutama bahan pokok selama Ramadan dan Lebaran.

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono bilang, angka inflasi sebelumnya sempat tinggi karena efek “low base”. Singkatnya, ada pengaruh dari kebijakan diskon listrik 50 persen di awal 2025 yang bikin perbandingan tahunannya jadi terlihat melonjak.

Masih Terjangkau

“Jadi secara real, tekanan harga nggak setinggi yang kelihatan di data sebelumnya,” jelasnya. Dari sisi pangan, kondisinya juga relatif aman. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Semarang, M Luthfi Eko Nugroho memastikan stok barang cukup dan harga masih bisa dijangkau masyarakat. “Naik ada, tapi masih wajar. Nggak sampai bikin masyarakat ‘kaget’,” katanya.

Pemkot sendiri nggak tinggal diam. Intervensi harga lewat operasi pasar, pemantauan stok, sampai koordinasi lintas OPD terus digeber buat jaga stabilitas. Tujuannya jelas: daya beli warga tetap aman.

Baca juga: Antsipasi Kenaikan Harga, Pemkot Siapkan Operasi Senyap ke Pasar

Dengan kondisi ini, inflasi Semarang dinilai masih “on track”. Bahkan bisa dibilang cukup tangguh menghadapi tekanan musiman kayak Lebaran.

Di saat harga-harga biasanya ikut “mudik naik”, kali ini inflasi malah milih stay di tempat. Mungkin benar, yang sering bikin dompet jebol bukan cuma harga yang naik, tapi juga gengsi belanja yang susah turun. (tebe)

You Might Also Like

Eksepsi Mentok, Duo Bos Sritex Siap Duduk Manis Dengar Saksi

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Imbas Bencana Sumatera, Berikut Daftar Lengkapnya

PLN Gandeng Danantara, Energi Hijau Nggak Cuma Wacana

Kota Nggak Bisa Bersih Sendiri, Pemkot Ajak Semua Turun Tangan

TAGGED:agustina wilujengheadlineinflasipemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi: Mbah Dalhar Bukan Cuma Ulama, Tapi “Influencer” Persatuan Zaman Dulu
Next Article Razia Dadakan + Tes Urine: Lapas Purwodadi Nggak Mau Kecolongan di Balik Jeruji

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Banjir Ngaliyan-Tugu, Peneliti Amerta: Kota Salah Ditata

Jateng Media Summit 2026: Jadi Ajang Media Lokal “Reset Arah”

“Ta Pa Kalembingu”, Filosofi Orang Sumba yang Anggap Saudara Seperti Baju Sendiri

Taj Yasin: Media Bukan Cuma Cari Berita, Tapi Ikut Naikin Demokrasi Jateng

Sambut IVCA 2026, Bule-Bule Gowes di Prambanan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Listrik Nggak Ikut Libur! PLN Pasang Mode Siaga

Maret 18, 2026
Info

400 Kader Muslimat NU Naik Level: Dari Pengajian ke Pendampingan Hukum

April 11, 2026
Daerah

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Februari 21, 2026
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bangga karena bawang merah Brebes tembus pasar internasional dengan ekspor perdana akhir Juni 2025 sebanyak 11ribu 800 ton ke Singapura Thailand dan Vietnam
Ekonomi

11.800 Ton Bawang Merah Brebes Terbang Ke Thailand, Singapura dan Vietnam

Juli 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lebaran Lewat, Harga Nggak Ikut “Meledak”, Inflasi Semarang Masih Santuy
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?