Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hati-Hati, Setan Lagi Intai Kita di Syawal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hati-Hati, Setan Lagi Intai Kita di Syawal

Menurut Buya Yahya, banyak orang yang belum sadar kalau perjuangan melawan setan nggak berhenti cuma karena Ramadhan udah lewat. Justru, di bulan ini, ujian sebenarnya dimulai. Setan punya trik licik, bikin kita merasa ibadah selama Ramadhan udah cukup, sehingga tergoda untuk bersantai dan kembali ke kebiasaan lama.

Nugroho P.
Last updated: April 3, 2026 7:23 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
, KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Setelah sebulan penuh menahan lapar dan haus di Ramadhan, hati kita rasanya lebih bersih, semangat ibadah lagi membara, dan semua terasa ringan. Tapi, jangan senang dulu, karena bulan Syawal itu ternyata nggak sepenuhnya santai. Buya Yahya ngingetin kalau setan yang sempat “dikurung” selama Ramadhan, sekarang udah bebas lagi, duduk manis di gerbang Syawal sambil menunggu siapa yang lengah dan gampang tergoda. Jadi, Syawal itu bukan cuma soal ketupat, opor, atau kumpul keluarga, tapi juga ujian buat menjaga konsistensi ibadah yang udah kita bangun sebulan penuh.

Menurut Buya Yahya, banyak orang yang belum sadar kalau perjuangan melawan setan nggak berhenti cuma karena Ramadhan udah lewat. Justru, di bulan ini, ujian sebenarnya dimulai. Setan punya trik licik, bikin kita merasa ibadah selama Ramadhan udah cukup, sehingga tergoda untuk bersantai dan kembali ke kebiasaan lama. Apalagi setelah hari raya, ketika hati lagi senang, ada aja godaan buat hura-hura, malas ibadah, atau bahkan menyisihkan dzikir dan membaca Al-Qur’an. Nah, di sinilah titik pentingnya—kalau kita lengah, semua amalan baik selama Ramadhan bisa tergerus begitu aja.

Syawal seharusnya jadi momentum buat tetap rajin ibadah, bukan malah ngerasa puas diri. Buya Yahya menekankan pentingnya istiqamah: tetap shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, dan menjaga akhlak. Kebiasaan baik yang udah terbentuk selama Ramadhan harus dijaga, biar nggak gampang tergoda sama rasa malas atau anggapan “cukuplah Ramadhan kemarin”. Kalau berhasil, bukan cuma pahala yang tetap utuh, tapi iman kita makin kuat. Tapi kalau lengah, setan dengan senang hati bakal menarik kita balik ke kebiasaan lama, dan semuanya terasa percuma.

Selain itu, Syawal juga ngajarin kita tentang strategi sederhana: tetap dekat sama Allah dan orang-orang sekitar. Silaturahmi, berbagi, menjaga hubungan baik, itu semua bagian dari perlawanan kita terhadap godaan setan. Karena setan paling bahagia kalau kita mulai lalai, merasa puas, dan nggak berusaha mempertahankan amalan baik. Dengan langkah-langkah sederhana—shalat lima waktu, baca Al-Qur’an rutin, doa minta keteguhan, dan jaga silaturahmi—kita bikin setan nggak gampang menang.

Pesan Buya Yahya jelas: Syawal itu bukan cuma soal seremonial atau pesta hari raya. Bulan ini adalah ujian nyata buat tetap konsisten dalam ibadah. Jadi, jangan lengah, jangan merasa cukup cuma karena Ramadhan kemarin udah maksimal. Tetap istiqamah, waspada, dan jadikan Syawal sebagai awal perjalanan spiritual yang lebih mantap, biar setan nggak bisa ngapa-ngapain. (*)

You Might Also Like

Ribuan Kasus Anak Keracunan MBG, Puan Ngegas: Harus Dievaluasi Total!

Sedih! Korban Tewas Banjir Sumatera Terus Bertmbah, Tembus 631 Jiwa

Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

Jateng Kekurangan Nakes, Pemprov Usulkan 2.076 Formasi CASN pada 2026

BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

TAGGED:buya yahyaceramah buya yahyapandangan buya yahya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gus Baha Ingatkan Jangan Asal Debat Tanpa Ilmu
Next Article Sepeda motor remuk dihantam KA Harina di perlintasan Kokrosono, Semarang, Jumat (3/4/3306) sore. (ist) Sudah Diperingatin Tetap Nekat, Pemotor Tewas Ketabrak KA Harina di Kokrosono Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TURNAMEN FF--Pamflet turnamen FF di Warmindo Mayoritas, Semarang. (ist)
Olahraga

Jangan Ketinggalan! Turnamen FF Semarang Dibuka Lagi, Slot Cuma Buat 64 Tim

Mei 16, 2026
Info

Liburan Nataru, Pemkot: Urusan Parkir Aman

Desember 26, 2025
Ilustrasi korban keracunan massal.
Info

Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

Februari 17, 2026
Olahraga

255 Petinju Siap Unjuk Gigi di Kejuaraan Tinju Piala Bupati Banjarnegara 2025, Catat Tanggalnya!!

Agustus 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hati-Hati, Setan Lagi Intai Kita di Syawal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?