Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demi Keluarga Jateng Lebih Waras dan Sehat, PKK Jateng Gandeng BKKBN
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Demi Keluarga Jateng Lebih Waras dan Sehat, PKK Jateng Gandeng BKKBN

Ngurus keluarga zaman sekarang nggak cukup cuma niat baik, harus pakai strategi. Dari stunting sampai kesehatan mental, semua butuh kerja bareng, bukan jalan masing-masing.

T. Budianto
Last updated: April 3, 2026 11:41 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
AUDIENSI BKKBN: Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin bersama Kepala BKKBN Jateng, Rusman Efendi (duduk kanan) berfoto usai audiensi, Kamis (2/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin mulai ngeracik “tim besar” buat urusan keluarga. Kali ini, dirinya menggandeng BKKBN Jawa Tengah biar program-program yang ada nggak jalan sendiri-sendiri.

Kolaborasi ini nggak sekadar formalitas. Fokusnya jelas: bikin pembangunan keluarga di Jateng lebih efektif, nyambung, dan terasa dampaknya. “Kami petakan mana yang bisa dikolaborasikan, karena programnya saling beririsan,” kata Nawal.

Baca juga: Lawan Stunting dari Hulu, Pemprov Jateng Gandeng BKKBN

Salah satu fokus utama ada di isu klasik tapi belum kelar-kelar: stunting, angka kematian ibu (AKI), dan bayi (AKB). Di sisi PKK dan Posyandu ada program “Kencan Bumil”, sementara BKKBN punya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Dahsyat (Dapur Sehat Atasi Stunting), dan MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita.  Kalau digabung, efeknya diharapkan nggak setengah-setengah.

Nggak cuma fisik, isu pengasuhan di era digital juga ikut disorot. Program kayak Paaredi (pola asuh digital), Cilukba (peran ayah), bakal disinergikan sama GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia). Intinya: orang tua juga harus “upgrade”, nggak cuma anaknya.

Kesehatan Mental

Yang menarik, kolaborasi ini juga nyentuh isu kesehatan mental, topik yang makin relevan tapi sering dianggap sepele. Nawal tertarik dengan platform BahteraCinta.id, layanan konsultasi keluarga berbasis digital yang ditangani langsung oleh psikolog.

Menurutnya, ini penting banget di tengah meningkatnya kerentanan anak muda terhadap tekanan mental. “Ini jadi angin segar, karena konsultasinya langsung dengan ahli, bukan AI,” jelasnya.

Program kolaborasi ini juga bakal nyentuh isu lain seperti pencegahan perkawinan anak, perlindungan lansia, layanan untuk disabilitas, hingga pendampingan remaja dan perempuan.

Baca juga: Cetak 600 Kader Paralegal, PKK Jateng Bangun Garda Terdepan Perlindungan Perempuan dan Anak

Sementara itu, Kepala BKKBN Jateng, Rusman Efendi optimistis kolaborasi ini bakal bikin dampaknya lebih “nendang”. “Kalau program digabung, hasilnya bisa lebih dahsyat,” katanya.

Selama ini banyak program bagus… tapi jalan sendiri-sendiri, kayak grup chat tanpa koordinasi. Jadi mungkin bukan idenya yang kurang, tapi sinyal “kerja bareng”-nya yang harus disambungin. (tebe)

You Might Also Like

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

Kejagung Selidiki Dugaan 100 Dapur MBG Fiktif di Cilacap, dari Kuburan hingga Hutan

Jelang Natal, Agustina Pilih Ngopi dan Ngobrol

2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel

Pameran Lukisan di Grand Candi Bikin Tamu Berhenti Jalan

TAGGED:bkkbn jatengstuntingtp pkk jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bagaimana Film “Na Willa” Memotret Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak?
Next Article Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dajjal Masih Terikat, Tapi Pulau Ini Misterius

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Korban Pesta Gol Malaysia

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Surat Keputusan Nasdem menonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI.
Politik

Nasdem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR, Pengakuan sebagai Biang Kerok

Agustus 31, 2025
Hukum

KPK Kembali Geledah Rektorat Unsoed, Bawa Empat Koper

Agustus 25, 2026
Sepak Bola

Kalah Kelas, Tim Garuda Tumbang 0-6 di Osaka

Juni 10, 2025
Ekonomi

Motor Listrik BGN Diusulkan Jadi Hadiah Buat Guru Honorer Daerah

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demi Keluarga Jateng Lebih Waras dan Sehat, PKK Jateng Gandeng BKKBN
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?