Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Seruan itu datang dari Majelis Ulama Indonesia yang mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat gaib. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para prajurit yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia.

Nugroho P.
Last updated: April 2, 2026 2:54 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Tiga prajurit TN?I yang gugur.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kabar duka datang dari misi perdamaian internasional yang dijalankan Indonesia. Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam serangan di Lebanon, dan peristiwa ini langsung menggugah perhatian banyak pihak, termasuk kalangan ulama yang menyerukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan.

Seruan itu datang dari Majelis Ulama Indonesia yang mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat gaib. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para prajurit yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia.

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menyampaikan harapannya agar para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para almarhum.

“Saya mendoakan perjuangannya menjaga perdamaian mendapat anugerah syahid dan semua dosanya diampuni oleh Allah SWT. Mari kita doakan dan dilaksanakan salat gaib untuk almarhum,” ujarnya.

Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi perdamaian dunia.

Para prajurit ini diketahui menjalankan tugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL, yang berada di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Insiden yang menewaskan mereka disebut terjadi akibat serangan yang diarahkan ke wilayah tugas pasukan penjaga perdamaian. Peristiwa ini memicu kecaman dari berbagai pihak karena dinilai melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.

Cholil Nafis juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Selain mengajak doa bersama, MUI juga mendorong langkah yang lebih luas di tingkat internasional. Mereka meminta organisasi dunia Islam untuk ikut aktif merespons situasi ini.

Seruan tersebut ditujukan kepada Organisasi Kerja Sama Islam agar mengambil peran dalam menghentikan tindakan yang dianggap sebagai bentuk kezaliman dan penjajahan.

Tak hanya itu, MUI juga mendesak PBB agar lebih tegas dalam menjaga keadilan global. Menurut mereka, peran lembaga internasional sangat penting untuk memastikan konflik tidak semakin meluas.

Permintaan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik yang terus berlangsung bisa berdampak lebih luas jika tidak ditangani secara serius oleh komunitas internasional.

Di sisi lain, seruan salat gaib menjadi bentuk respons spiritual yang diharapkan bisa menyatukan doa dari masyarakat luas. Tradisi ini lazim dilakukan ketika jenazah tidak berada di lokasi yang sama dengan umat yang ingin mendoakan.

Salat gaib sendiri memiliki tata cara yang mirip dengan salat jenazah. Dilakukan dalam posisi berdiri, tanpa rukuk dan sujud, serta terdiri dari empat kali takbir.

Pada takbir pertama dibacakan surah Al-Fatihah, dilanjutkan sholawat pada takbir kedua. Kemudian doa untuk jenazah pada takbir ketiga, dan doa untuk keluarga yang ditinggalkan pada takbir keempat.

Rangkaian ibadah ini ditutup dengan salam, sebagai penutup doa yang dipanjatkan secara berjamaah maupun sendiri.

Seruan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa di balik tugas berat menjaga perdamaian, ada pengorbanan besar yang harus dibayar.

Para prajurit yang bertugas di luar negeri bukan hanya membawa nama negara, tapi juga mempertaruhkan nyawa demi stabilitas dunia.

Peristiwa ini sekaligus membuka mata bahwa konflik global masih menyisakan risiko nyata, bahkan bagi pasukan yang datang dengan misi damai.

Dengan doa dan solidaritas yang terus mengalir, diharapkan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan para prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Momentum ini juga menjadi ajakan untuk tidak hanya berduka, tetapi juga merenung tentang pentingnya perdamaian yang sejati di tengah dunia yang masih diliputi konflik. (*)

You Might Also Like

Awas!! Purbalingga Punya Pabrik Pencetak ‘Tukang Sodok’ Handal

Bangun Tidur Nambah Rp15,9 T, Prajogo Pangestu Tertajir se-Indonesia

Ketua Hanura Jateng Bambang Raya Diborgol, Tetap Nyengir dan Ngaku Nggak Salah

Cuci Uang Hasil Korupsi Sawit Ditjen Bea Cukai? Kejagung Geledah Money Changer di Mal Jakarta

Melaka Ingin Bangun Jembatan Tembus Indonesia, Politisi Malaysia Langsung Ribut

TAGGED:libanonprajurit tnisolat ghaib
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh
Next Article Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying.

BBM Aman, Elpiji Nggak Langka, Pemprov: Tenang, Nggak Usah Panik

TNI Bakal Bangun 720 Jembatan di Jateng dan DIY

Al Waqiah Dibaca Rutin, Banyak Yang Bilang Rezeki

Aturan Baru Ancam Eksistensi Pers Mahasiswa Fakultas UIN Walisongo

Hadapi Barito, PSIS Siapkan Strategi Khusus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

Februari 21, 2026
Alwin Basri dan Mbak Ita duduk di kursi pesakitan ndengerin sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/8/2025). (bae)
Hukum

Alwin Menang dari Mbak Ita di Sidang, Pialanya? Dikasih Hukuman Lebih Tinggi dari Istri

Agustus 28, 2025
Banjir di jalan nasional Pantura Semarang - Demak, Senin (16/2/2026). Foto: ist.
Info

Jalur Semarang – Demak Banjir akibatkan Macet Pantura

Februari 16, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Ungguli Joko Tingkir

Januari 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?