BACAAJA, SEMARANG – Libur Lebaran tahun ini benar-benar bikin kawasan Kota Lama Semarang kembali “hidup”. Wisatawan datang silih berganti, memenuhi sudut-sudut kawasan yang dikenal dengan bangunan klasik dan suasana estetiknya itu.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut lonjakan pengunjung tahun ini terasa cukup signifikan. Dalam periode H-7 sampai H+4 Lebaran, jumlah wisatawan tembus 222.856 orang.
“Naiknya sekitar 24,72 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya, kemarin.
Bacaaja: KAI Klaim Kereta Lebaran 2026 Makin Tepat Waktu, Bikin Perjalanan Pemudik Lebih Pasti
Bacaaja: Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!
Kalau lihat langsung di lapangan, memang terasa bedanya. Kota Lama nyaris tak pernah sepi. Banyak yang datang untuk foto-foto, jalan santai, sampai sekadar menikmati suasana kota tua yang sekarang makin rapi dan nyaman.
Bukan cuma tempat wisatanya yang ramai, hotel-hotel di Semarang juga ikut penuh. Bahkan, tingkat hunian sempat menyentuh 95 persen lebih di hari kedua Lebaran. Artinya, banyak wisatawan yang memilih tinggal lebih lama, bukan cuma mampir sebentar.
Tapi di balik ramainya itu, ada juga catatan yang jadi perhatian. Salah satunya soal kepadatan pengunjung dan parkir yang masih terasa terbatas di beberapa titik.
“Ini jadi evaluasi kami ke depan supaya bisa lebih tertata,” kata Agustina.
Selain itu, faktor cuaca juga mulai diantisipasi. Pemkot berencana menambah fasilitas peneduh di area wisata terbuka supaya pengunjung tetap nyaman, apalagi saat cuaca tidak menentu.
Ke depan, Semarang ingin menjaga tren ini tetap stabil. Caranya dengan memperkuat destinasi yang ada, ditambah event-event menarik seperti festival kuliner atau kegiatan komunitas.
Bagi Pemkot, pariwisata bukan cuma soal tempat yang bagus, tapi juga soal pengalaman. Dan itu sangat bergantung pada keramahan warga serta pelayanan yang diberikan.
“Yang bikin orang betah itu bukan cuma tempatnya, tapi juga suasananya,” tutupnya. (dul)


