BACAAJA, SEMARANG — Lapangan di kawasan Jl. Jodipati Timur, Krobokan, Semarang Barat, yang harusnya jadi tempat main dan kumpul warga, sekarang justru bikin khawatir.
Dari pantauan di lokasi, kondisi lapangan terlihat kurang terawat. Permukaannya basah, banyak genangan air yang nggak kunjung surut, dan di beberapa titik mulai ditumbuhi lumut. Alhasil, jadi licin dan rawan bikin orang kepleset, terutama anak-anak yang sering lari-larian di sana.
Di bagian tengah lapangan bahkan terlihat air menggenang cukup luas. Ini jadi tanda kalau sistem drainasenya kemungkinan nggak jalan dengan baik.
Bacaaja: Sampangan Park: Tempat Healing Warga Semarang, tapi Parkirannya Bikin Pusing
Bacaaja: Taman Gajahmungkur Kini Dijaga Patung Polisi Istimewa
Masalahnya nggak cuma di bawah kaki. Di atas, pepohonan besar yang mengelilingi lapangan juga mulai bikin waswas.
Beberapa dahan dan ranting terlihat menggantung dan ada yang sudah kering.
Kalau dibiarkan, dahan dan ranting-ranting ini berpotensi patah, apalagi saat hujan deras disertai angin.
Sugeng (42), warga sekitar, mengaku cukup khawatir dengan kondisi ini.
“Kemarin pas hujan itu mengkhawatirkan, takut rantingnya jatuh,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Hal serupa dirasakan Ningsih (37). Ia bahkan sering melarang anaknya bermain di lapangan saat kondisi masih basah.
“Kalau habis hujan banyak genangan sama lumut, jadi saya takut anak saya jatuh,” katanya.
Selain genangan dan ranting, area lapangan juga terlihat dipenuhi daun kering dan serpihan ranting kecil.
Minimnya perawatan bikin lapangan ini terlihat kurang layak dipakai, padahal lokasinya cukup strategis dan jadi salah satu ruang terbuka yang ada di lingkungan tersebut.
Kondisi ini jelas jadi ironi. Tempat yang harusnya aman buat main, olahraga, dan interaksi warga, malah berubah jadi area yang penuh risiko.
Warga berharap ada perhatian dari pihak terkait buat ngebenerin kondisi ini—mulai dari bersihin lumut, benerin drainase, sampai memangkas ranting pohon yang berbahaya.
Kalau terus dibiarkan, bukan cuma bakal makin sepi, tapi juga berpotensi jadi tempat yang membahayakan warga. (dul)


