Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Puasa Bolong Saat Hamil, Bayarnya Gimana Biar Tenang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Puasa Bolong Saat Hamil, Bayarnya Gimana Biar Tenang

Dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa ibu hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa. Syaratnya, ada kekhawatiran nyata yang bisa membahayakan. Misalnya tubuh lemah, bayi terganggu, atau risiko kesehatan lainnya.

Nugroho P.
Last updated: Maret 18, 2026 8:14 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi ibu hamil.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang Ramadhan, banyak ibu hamil mulai galau soal puasa yang ditinggalkan. Kondisi tubuh yang berubah bikin ibadah ini nggak selalu bisa dijalani. Apalagi kalau ada kekhawatiran soal kesehatan diri dan bayi.

Dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa ibu hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa. Syaratnya, ada kekhawatiran nyata yang bisa membahayakan. Misalnya tubuh lemah, bayi terganggu, atau risiko kesehatan lainnya.

Kekhawatiran ini bukan sekadar perasaan biasa. Harus ada dasar kuat seperti pengalaman sebelumnya atau saran dokter. Jadi bukan asal takut, tapi memang ada pertimbangan medis.

Dalam praktiknya, kondisi ini disamakan dengan orang sakit atau musafir. Artinya, ada keringanan yang diberikan dalam syariat. Hal ini juga ditegaskan dalam hadits Nabi.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan menjelaskan bahwa ibu hamil serta menyusui mendapat rukhsah tidak berpuasa. Intinya, Allah memberi kemudahan dalam kondisi tertentu. Ini jadi bentuk kasih sayang dalam ajaran Islam.

Lalu muncul pertanyaan lanjutan yang sering bikin bingung. Setelah tidak puasa, harus bayar dengan apa. Apakah cukup ganti puasa atau harus fidyah juga.

Pendapat ulama ternyata tidak satu suara. Mazhab Hanafi menyebut cukup qadha saja tanpa fidyah. Jadi tinggal mengganti puasa di hari lain.

Sementara Mazhab Syafi’i dan Hambali punya rincian lebih detail. Kalau khawatir pada bayi, maka wajib qadha sekaligus fidyah. Tapi kalau hanya pada diri sendiri, cukup qadha saja.

Mazhab Maliki punya pandangan berbeda lagi. Ibu menyusui wajib qadha dan fidyah sekaligus. Sedangkan ibu hamil cukup mengganti puasa saja.

Ada juga pendapat dari Muhammad Utsman Al-Khasyt yang memberi keringanan lebih luas. Dalam kondisi tertentu, cukup bayar fidyah tanpa qadha. Ini biasanya disamakan dengan kondisi orang tua renta.

Fidyah sendiri bentuknya memberi makan orang miskin. Satu hari puasa yang ditinggalkan, satu orang yang diberi makan. Bisa berupa nasi siap santap atau bahan makanan pokok.

Takaran yang umum dipakai sekitar satu mud. Kira-kira setara 500-an gram makanan pokok. Tapi praktiknya bisa menyesuaikan kebiasaan daerah.

Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Agus Khudlori dari MUI. Ia menjelaskan pentingnya melihat alasan tidak berpuasa. Karena dari situ ditentukan kewajiban penggantinya.

“Kalau karena diri sendiri, cukup qadha. Tapi kalau karena bayi, maka qadha dan fidyah,” jelasnya. Penjelasan ini sering jadi rujukan praktis di masyarakat.

Menariknya, kalau kekhawatiran terjadi pada dua hal sekaligus, hasilnya juga berbeda. Ibu hamil tetap harus qadha dan fidyah. Ini dianggap bentuk tanggung jawab yang lebih lengkap.

Di sisi lain, ada kondisi yang justru melarang puasa. Jika berpotensi membahayakan, maka puasa bisa jadi haram dilakukan. Prinsipnya, jangan sampai ibadah malah mencelakakan.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 195. Ayat tersebut mengingatkan agar tidak menjatuhkan diri dalam kebinasaan. Artinya, menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah.

Jadi, ibu hamil dan menyusui nggak perlu merasa bersalah saat tidak puasa. Karena Islam sudah memberi jalan keluar. Tinggal disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Yang penting, tetap ada niat untuk mengganti atau membayar kewajiban. Jangan sampai ditunda terus tanpa kepastian. Karena ini tetap bagian dari tanggung jawab ibadah.

Pada akhirnya, keringanan ini bukan untuk dimanfaatkan sembarangan. Tapi sebagai bentuk kemudahan dari Allah bagi yang benar-benar membutuhkan. Jadi tetap dijalani dengan penuh kesadaran.

Dengan memahami aturan ini, ibu hamil bisa lebih tenang menjalani Ramadhan. Nggak perlu overthinking, karena semua sudah ada panduannya. Tinggal pilih yang paling sesuai dengan kondisi diri. (*)

You Might Also Like

Buka Puasa Kalap? Timbangan Ikut Balas Dendam

Negara Paling Jarang Jalan Kaki, Indonesia Masuk Zona Terbawah

Rahasia Tidur Nyenyak yang Diam-Diam Bikin Otak Fresh Total

Enam Ide Nasi Lima Ribu yang Tetep Nendang

Nikah Saat Hamil Zina, Benarkah Hukumnya Bisa Fleksibel?

TAGGED:bayar puasabolong puasahamilpuasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng
Next Article Tampang pknum intelijen TNI pelaku teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Pelaku hanya dijerat pasal penganiayaan berencana. Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mudik Seru, tapi Nahan Pipis Bisa Jadi Masalah

Maaf Lebaran Lewat Chat, Cukup Nggak Sih Sebenarnya?

Urutan Tahlil Singkat Plus Arab Latin Artinya Biar Nggak Bingung Pas ‘Nyekar’

Duduk Lama Saat Mudik Bikin Badan Protes, Ini Solusinya

Benteng Tersembunyi Cilacap Ini Simpan Cerita Gelap Bawah Tanah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Merbabu Rehat Dulu, Jalur Pendakian Libur Dua Bulan

Januari 3, 2026
Tips

Waspada Serangan Jantung, Jangan Nunggu Gejala Datang Baru Panik!

September 12, 2025
Tips

Kata Primbon Jawa, Ini Ciri Wanita Dipercaya Bawa Hoki

Januari 3, 2026
Tips

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Biar Hati Siap, Belum Telat Kok

Februari 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Puasa Bolong Saat Hamil, Bayarnya Gimana Biar Tenang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?