BACAAJA, JAKARTA – Suasana mudik mulai terasa di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Sejak beberapa hari terakhir, ribuan penumpang terlihat berangkat menggunakan bus menuju berbagai daerah. Hingga Minggu kemarin, jumlah pemudik yang sudah berangkat tercatat mencapai 5.539 orang.
Data tersebut disampaikan Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo. Ia menjelaskan arus mudik tahun ini sebenarnya sudah mulai bergerak sejak akhir pekan lalu. Namun jumlahnya masih belum setinggi periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, puncak arus mudik tahun lalu terjadi sekitar H-7 hingga H-5 Lebaran. Pada periode itu jumlah penumpang mencapai sekitar 6.767 orang. Tahun ini, jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Kalideres masih sedikit lebih rendah.
Meski begitu, aktivitas keberangkatan bus tetap terlihat ramai. Penumpang datang silih berganti membawa koper dan tas besar. Banyak di antara mereka yang memilih pulang lebih awal agar perjalanan lebih nyaman.
Tujuan perjalanan para pemudik juga cukup beragam. Beberapa daerah yang paling banyak dituju antara lain Sumatera Barat, Sumatera Selatan, serta Jawa Timur. Jalur tersebut memang menjadi rute favorit bagi bus antarkota antarprovinsi.
Dari catatan terminal, jumlah pemudik terbanyak terjadi pada Minggu lalu. Pada hari itu sebanyak 2.276 penumpang berangkat menggunakan 153 bus AKAP. Angka tersebut menjadi jumlah tertinggi selama tiga hari terakhir.
Sementara itu pada Sabtu, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.779 orang. Mereka diberangkatkan menggunakan sekitar 132 armada bus antarkota. Suasana terminal pada hari itu juga terlihat cukup padat.
Pada Jumat sebelumnya, jumlah penumpang yang berangkat tercatat 1.484 orang. Keberangkatan tersebut dilayani oleh sekitar 112 bus AKAP. Arus pemudik perlahan meningkat sejak hari pertama akhir pekan tersebut.
Selain keberangkatan, terminal juga mencatat arus kedatangan penumpang. Dalam tiga hari terakhir, sekitar 1.624 penumpang tiba di Terminal Kalideres. Mereka datang menggunakan 441 bus dari berbagai daerah.
Petugas terminal terus memantau pergerakan kendaraan yang keluar masuk area terminal. Pengawasan dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar. Hal ini penting untuk menghindari penumpukan bus saat jam sibuk.
Pihak terminal juga memprediksi lonjakan penumpang masih akan terjadi. Perkiraan peningkatan jumlah pemudik diprediksi muncul kembali pada 18 Maret. Biasanya mendekati hari tersebut jumlah penumpang mulai bertambah.
Untuk mengantisipasi hal itu, pengelola terminal sudah menyiapkan sejumlah langkah. Pemeriksaan kendaraan bus dilakukan lebih ketat dari biasanya. Hal ini untuk memastikan armada yang beroperasi dalam kondisi layak jalan.
Selain itu, petugas juga memantau kondisi sopir dan kru bus. Kesiapan pengemudi menjadi faktor penting demi keselamatan perjalanan. Pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan sebelum keberangkatan.
Pihak terminal berharap arus mudik tahun ini berjalan tertib dan aman. Penumpang diimbau datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Dengan begitu perjalanan pulang kampung bisa berlangsung lebih lancar dan nyaman. (*)


