BACAAJA, SEMARANG – Menjelang akhir bulan puasa, pembahasan soal perkiraan Lebaran 2026 makin sering muncul di berbagai obrolan. Banyak orang mulai mencari tahu kapan tepatnya Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan tahun ini. Hal itu wajar karena penentuan tanggal Lebaran di Indonesia sering melibatkan beberapa metode dan lembaga berbeda.
Cara Penentuan Awal Syawal di Indonesia
Di Indonesia, penentuan awal bulan Syawal biasanya menggunakan dua pendekatan utama, yakni hisab dan rukyat. Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Sementara rukyat adalah proses pengamatan langsung hilal ketika matahari terbenam.
Kedua metode ini sama-sama memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat. Namun cara penerapannya bisa berbeda antara satu lembaga dengan lembaga lain. Karena itu, setiap tahun selalu ada kemungkinan muncul perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri.
Peran Pemerintah dalam Penentuan Lebaran
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan tanggal 1 Syawal melalui sidang isbat. Sidang ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Hasil sidang tersebut nantinya menjadi keputusan resmi negara.
Sidang isbat biasanya digelar di Auditorium HM Rasjidi di kantor Kementerian Agama Jakarta. Dalam prosesnya, pemerintah menggabungkan data hisab dengan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan hilal di Indonesia. Setelah semua data dianalisis, Menteri Agama akan menyampaikan pengumuman resmi kepada masyarakat.
Sikap Nahdlatul Ulama
Organisasi Islam Nahdlatul Ulama juga menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan hisab. Karena pendekatan yang dipakai hampir sama dengan pemerintah, NU biasanya mengikuti hasil sidang isbat dalam penetapan awal Syawal. Dengan begitu, keputusan yang diambil dapat menjadi acuan bersama bagi masyarakat.
Pengamatan hilal oleh NU biasanya dilakukan di berbagai lokasi yang telah ditentukan. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat pemerintah. Cara ini dianggap sebagai bentuk kehati-hatian dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Penetapan Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan perkiraan Idul Fitri melalui metode hisab. Berdasarkan maklumat yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penentuan ini dilakukan jauh hari sebelumnya.
Perhitungan tersebut disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menggunakan konsep Kalender Hijriah Global Tunggal. Dalam hitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal terjadi pada 19 Maret 2026 sehingga awal bulan Syawal diperkirakan dimulai pada 20 Maret.
Prediksi dari Lembaga Ilmiah
Selain organisasi keagamaan, sejumlah lembaga ilmiah juga memberikan analisis astronomi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Data ini menjadi salah satu rujukan dalam memperkirakan kemungkinan terlihatnya hilal.
Menurut analisis BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada tanggal tersebut kemungkinan masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal MABIMS. Jika syarat tinggi hilal dan elongasi belum terpenuhi, maka Ramadan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari. Dalam kondisi itu, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Prediksi serupa juga disampaikan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Berdasarkan kajian astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 kemungkinan belum memenuhi standar MABIMS. Karena itu, ada kemungkinan besar Lebaran berlangsung pada 21 Maret 2026.
Menunggu Keputusan Resmi
Dari berbagai perhitungan yang ada, terlihat kemungkinan adanya perbedaan tanggal Lebaran. Muhammadiyah memperkirakan Idul Fitri pada 20 Maret 2026, sedangkan prediksi berbasis kriteria MABIMS mengarah pada 21 Maret 2026. Perbedaan ini muncul karena metode yang digunakan memang tidak sama.
Meski begitu, masyarakat tetap diminta menunggu keputusan resmi pemerintah. Hasil sidang isbat pada 19 Maret 2026 nantinya akan menjadi penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia. Sampai saat itu tiba, pembahasan soal perkiraan Lebaran 2026 masih akan terus jadi topik hangat di tengah masyarakat. (*)


