BACAAJA, SEMARANG– PSIS Semarang memanfaatkan jeda kompetisi dengan menggelar laga uji coba melawan tim muda mereka, PSIS EPA U-19, Kamis (12/3/2026).
Pertandingan yang digelar di Lapangan POJ City Semarang itu tetap berlangsung serius meski mempertemukan dua tim beda level. Dalam tiga game yang dimainkan, skuad senior tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan empat gol tanpa balas.
Bek senior Otavio Dutra dan rekan-rekannya terlihat menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Namun bagi tim pelatih, hasil akhir bukanlah fokus utama.
Pelatih Andri Ramawi mengatakan laga uji coba ini lebih ditujukan untuk melihat sejauh mana materi latihan bisa diterapkan dalam situasi pertandingan. “Tujuannya tentu untuk melihat apa yang sudah kami siapkan dalam latihan. Kami mencoba mengaplikasikan game plan dan sistem taktik dalam situasi pertandingan,” ujar Andri.
Baca juga: Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS
Menurutnya, tim sebenarnya ingin menghadapi lawan dengan level yang lebih setara. Namun mencari lawan uji coba di waktu yang sudah mepet dengan Idulfitri bukan perkara mudah.
Akhirnya, tim muda PSIS menjadi opsi yang paling memungkinkan untuk menjaga ritme pertandingan. Meski begitu, dari laga tersebut tim pelatih tetap mendapatkan sejumlah bahan evaluasi. Salah satunya soal koordinasi lini belakang yang dinilai masih belum rapat.
Catatan Pelatih
“Ada beberapa catatan, terutama pada proses bertahan. Jarak antar lini masih ada gap yang harus diperbaiki,” jelasnya. Selain pertahanan, penyelesaian akhir juga masih jadi sorotan. Menurut Andri, peluang yang tercipta seharusnya bisa dikonversi lebih efektif menjadi gol.
Dalam masa jeda kompetisi ini, PSIS juga sempat menggelar internal game yang dinilai cukup kompetitif karena menggunakan perangkat pertandingan resmi.
“Kalau internal game menurut saya lebih kompetitif karena ada wasit resmi, sehingga pemain juga lebih serius,” tambahnya. Soal kemungkinan uji coba tambahan, Andri mengakui peluangnya cukup kecil. Jadwal yang semakin sempit membuat tim harus berhitung dengan risiko cedera pemain.
Baca juga: Pemain PSIS Tetap Dapat ‘PR’ Latihan Selama Jeda Liga
Meski demikian, manajemen masih mencoba membuka komunikasi dengan PSIM Yogyakarta untuk kemungkinan laga uji coba. “Kami sudah mencoba menghubungi PSIM apakah mereka bersedia untuk uji coba atau tidak. Sekarang masih menunggu kabar,” pungkasnya.
Jadi meski skor 4-0 terlihat meyakinkan, bagi pelatih itu belum cukup. Karena dalam sepak bola, menang di uji coba itu enak buat moral… tapi kalau lini belakang masih renggang dan finishing masih pelan, lawan di liga biasanya nggak sebaik hati tim U-19. (tebe)


