Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Gelar Bazar Ramadan di 177 Kelurahan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pemkot Gelar Bazar Ramadan di 177 Kelurahan

Menjelang Lebaran, harga bahan pokok biasanya mulai “naik level”. Tapi kali ini Pemerintah Kota Semarang mencoba meredam drama itu dengan cara yang cukup ramai: bikin bazar Ramadan serentak di ratusan kelurahan. Jadi kalau harga di pasar mulai bikin dahi berkerut, warga punya opsi lain buat belanja lebih waras.

T. Budianto
Last updated: Maret 11, 2026 9:49 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BAZAR RAMADAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengunjungi salah satu stan peserta Bazar Ramadan 2026 dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balaikota Semarang, Rabu (11/3/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang resmi menyalakan “mode hemat” untuk warganya lewat Bazar Ramadan 2026 dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 177 kelurahan. Pembukaan acara dipusatkan di halaman Balaikota Semarang, Rabu (11/3/2026) langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Program ini digelar sebagai langkah antisipasi menjelang Idulfitri 1447 H, saat harga bahan pokok biasanya mulai naik dan bikin kantong warga ikut deg-degan. “Gerakan pangan murah ini akan terus kita gencarkan sampai mendekati Lebaran. Harapannya harga tetap terkendali, dan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Agustina.

Baca juga: Pemkot Geber 240 Pasar Murah Sampai Lebaran

Bazar Ramadan ini berlangsung selama dua hari, 11-12 Maret 2026, dan cukup ramai pesertanya. Ada 37 tenant perusahaan/CSR serta 47 pelaku UMKM unggulan Kota Semarang yang ikut membuka lapak.

Bukan cuma jualan biasa, panitia juga menyiapkan 2.834 kupon tebus murah sembako yang dibagikan lewat kecamatan. Skema ini diharapkan bisa membantu warga membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan di tengah fluktuasi harga pasar global.

Tak tanggung-tanggung, total ada 240 titik Gerakan Pangan Murah yang digelar di berbagai wilayah. “Tujuannya supaya akses pangan murah benar-benar sampai ke tingkat kelurahan. Jadi pengendalian harga bisa lebih efektif,” tegas Agustina.

Belanja Secukupnya

Di sisi lain, warga juga diminta ikut menjaga stabilitas harga dengan cara sederhana: belanja secukupnya. Menurut Agustina, panic buying justru bisa memperkeruh keadaan karena memicu kelangkaan barang di pasar.

Hal senada juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Mohamad Noor Nugroho. Ia menyebut peran Kota Semarang cukup besar dalam peta inflasi daerah. Data BI mencatat kontribusi inflasi Semarang mencapai 32,76 persen terhadap inflasi Jawa Tengah secara keseluruhan.

“Kami mengapresiasi langkah Pemkot dan TPID. Masyarakat tidak perlu panik karena pasokan pangan masih cukup. Belanja dengan tenang dan rasional sangat membantu menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Noor.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah

Menariknya, acara ini juga dibarengi peluncuran program Bismudik, yaitu fasilitas mudik gratis bagi warga Semarang. Pemkot menyiapkan tujuh armada bus untuk membantu warga pulang kampung dengan lebih aman dan nyaman saat Lebaran nanti.

“Program ini bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat agar bisa menjalani mudik dengan lebih sejahtera,” kata Agustina.

Intinya sederhana: pemerintah sudah menyiapkan bazar murah, sembako lebih ramah di kantong, bahkan bus buat mudik juga ada. Tinggal satu yang belum bisa dikendalikan, godaan belanja berlebihan saat lihat tulisan “harga promo”. Karena kadang yang bikin inflasi naik bukan cuma pasar, tapi juga keranjang belanja kita sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Bos BGN Bilang Nggak Ada Celah Korupsi, Eh Anak Buah Malah Ungkap Modus-modus Korupsi MBG

Pemkot Bangun Dapur Umum, Ribuan Warga Semarang Dapat Makan Gratis Tiap Hari

Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah

Terminal Mangkang Masih Lengang, Puncak Arus Mudik Diperkirakan H-2 Lebaran

Tantangan Besar Target Pajak Rp2.358 Triliun di 2026: DPR Soroti Strategi dan Risiko Industri Rokok

TAGGED:agustina wilujengbazar ramadanheadlinelebaran 2026pemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemprov Fasilitasi Balik ke Perantauan Gratis
Next Article Pemkot Jemput Warga Mudik Lebaran

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Peta jalur rel Kedungjati-Tuntang dan kolase foto kondisi stasiun era dulu. (ist)

Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .

Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional

Sumarno Minta Event Kejurnas di Jateng Diperbanyak

Kota Lama Sudah Glow Up, Tapi Masih Sepi Nyawa

Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Gerindra Jateng: Soal Sudewo, Tunggu KPK

Januari 20, 2026
Ilustrasi seorang muslim hendak membayar zakat fitrah.
Info

Mau Bayar Zakat Fitrah? Jangan Lupa Niat dan Bacaan Lengkapnya Berikut Ini

Maret 18, 2026
Daerah

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Maret 29, 2026
Daerah

Bulog Jateng Siap Serap Beras Lokal

Januari 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Gelar Bazar Ramadan di 177 Kelurahan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?